BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Bercerita


__ADS_3

Devan mengundang semua keluarga papih Ammar untuk menghadiri ke acara lamarannya, papih Ammar pun sangat senang mendengar Devan menjalin hubungan yang serius dengan wanita.


Rendra, terus melakukan terapi, sedikit demi sedikit kesehatan Rendra membaik, perlahan tapi pasti. Fatimah menemani suaminya setiap kali menjalankan terapi dirumah sakit, bahkan dia juga sering sekali menggelitiki kaki suaminya dan menggerakannya agar sarafnya bisa merespon.


Rumah sakit


"Cape" tanya Fatimah pada suaminya, Rendra hanya tersenyum lelah menjalankan terapi


"Sabar ya, insyaa Allah nanti mas Rendra bisa kembali seperti dulu, sekarang kita ke apotik lalu pulang" ucap Fatimah lembut mengelus wajah suaminya


Diperjalanan dari rumah sakit hingga kerumah, Fatimah tidak banyak bicara, karena suaminya sudah terlelap mungkin kelelahan, Fatimah malah fokus ketangan Rendra yang belum bisa bergerak, dia pijat-pijat tangannya.


"Akhirnya kalian sampai juga dirumah" ucap Nabila tersenyum


"Pasti ada sesuatu sampe nungguin begini" jawab Fatimah menggoda Nabila


"Hihihi, iya, kaka ipar ini emang the best deh, tau aja kalo aku ada maunya" ucap Nabila tertawa kecil


"Aku bawa mas Rendra ke kamar dulu kalo begitu, biar kasihan dari tadi duduk" jawab Fatimah mendorong kursi roda suaminya


"Aku mau bicaranya sama kalian berdua" ucap Nabila cepat


Fatimah menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Nabila, begitu juga Rendra.


"Sepenting itu kah ternyata" jawab Fatimah menatap Nabila


"Yupps, Rendra kamu masih kuat kan untuk duduk sebentar, aku mau bicara serius" ucap Nabila memelas pada Rendra


Rendra menganggukan kepalanya bertanda dia setuju dan juga penasaran dengan Nabila. Mereka berjalan menuju ruang keluarga yang ada di dalam rumah Rendra.


"Ada apa bicaralah, dari tadi malah diam" ucap Fatimah melihat gelagat Nabila sedikit aneh


"Heh, gimana ya aku jelasinnya, bingung dan malu nih" jawab Nabila salting sendiri


"Lah kamu sendiri yang ingin bicara dengan kami, tapi kamu juga yang bingung, ampun deh Nabila" ucap Fatimah pura-pura kesal pada Nabila


"Ih, begitu banget sih kaka ipar, aku kan malu" jawab Nabila cemberut


"Ayo dong cerita, kasihan mas Rendra" ucap Fatimah mengingatkan Nabila


"Iya...iya. begini tadi tuh..." jawab Nabila terpotong dia malah senyum-senyum sendiri, Fatimah dan Rendra hanya saling memandang melihat ke anehan Nabila


"Tadi apa? kalo bicara jangan setengah-setengah, atau nanti aja deh bicaranya ya" ucap Fatimah tenang melihat Nabila


"Aku dilamar sama Haikal" teriak Nabila memeluk Fatimah untung saja Fatimah bisa menahan tubuh Nabila yang tiba-tiba memeluknya

__ADS_1


"Astaghfirullah, kamu ini kalo mau meluk pelan-pelan bisa ngga" ucap Fatimah hampir terjungkal kebelakang


"Hehehe, iya maaf saking senangnya" jawab Nabila nyengir


"Sudah di lamar Haikal? lalu kapan rencana Haikal menemui papih Ammar dan mama Alisha, begitu juga dengan orangtua mu" tanya Fatimah memastikan


"Dia lagi mengajukan cuti dulu, Rencana sih setelah Devan lamaran kata Haikal" jawab Nabila sedikit ragu


"Suruh aja dulu Haikal datang kesini menemui aku dan mas Rendra, aku banyak pertanyaan buat Haikal" ucap Fatima tersenyum bahagia melihat Nabila bahagia


"Nanti aku suruh menemui kalian deh, tapi mau ditanyakan apa? jangan susah-susah ya, kasihan kan Haikal " jawab Nabila senyum


"Lah suka-suka dong mau ngasih pertanyaan apa, terus ceritanya udah nih begitu aja? kalo udah biarkan mas Rendra istirahat" ucap Fatimah kasihan melihat suaminya menahan pegal atau sakit entahlah


"Ish, apa-apa kasihan Rendra, dia itu harus dibiasakan duduk lama-lama, jangan rebahan terus" jawab Nabila ketus


"Kalo sehat ngga masalah, tapi ini kan mas Rendra kurang sehat, kamu ini semakin lama menyebalkan juga ya" ucap Fatimah mencubit pipi Nabila dan meninggalkan sepupunya itu


Kamar Rendra


"Mas apa kamu setuju Nabila dengan Haikal?"tanya Fatimah hati-hati dan memberikan pulpen serta kertas pada suaminya


'Haikal orang yang baik, semoga aja Nabila benar-benar menjalankan hubungannya dengan serius, dari dulu Haikal memang sudah suka pada Nabila, cuma orangtua Nabila tidak merestui, karena Haikal bukanlah dari keluarga terpandang' tulis Rendra


'Info ke papih gih, biar dia mencari solusi, dan bilang juga sama papih agar hubungan Nabila serta Haikal tetap di rahasiakan terlebih dahulu, aku yakin Haikal sebenarnya ragu dengan Nabila karena orangtua, tapi hati nya yakin memilih Nabila'


"Ya sudah, aku hubungi papih" ucap Fatimah mengambil ponsel


πŸ“² Fatimah


Assalamu'alaikum pih


πŸ“² papih


Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah di telpon sama mantu kesayangan, ada apa sayang tumben sekali telpon papih


πŸ“² Fatimah


Fatimah ganggu papih ngga sekarang?


πŸ“² papih


Buat anak dan cucu tidak akan papih merasa terganggu


πŸ“² Fatimah

__ADS_1


Alhamdulillah, makasih ya pih, Fatimah ingin cerita sama papih, tadi Nabila bilang habis di lamar Haikal, cuma sepertinya Haikal masih ragu dengan orangtua Nabila pih, dia masih terlihat takut kata mas Rendra sih ini, kira-kira papih punya solusi apa untuk hubungan mereka agar langgeng


πŸ“² papih


Akhirnya Haikal mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya yang dia pendam selama ini, begini sayang, papih akan diskusikan terlebih dahulu dengan mama Alisha baru bisa bertindak, mama Alisha kan kamu tau sendiri, punya banyak cara untuk menyatukan pasangan agar bisa menikah, selama ada mama Alisha kita serahkan padanya, jangan kamu pikirkan lagi tentang Nabila, lalu bagaimana dengan kondisi Rendra?


πŸ“² Fatimah


Mama Alisha memang T.O.P B.G.T deh, mas Rendra baik kok pih, dan sekarang memang harus rajin-rajin belajar menggerakan tubuhnya, fisiknya udah cukup mampu untuk berlatih terus menerus tanpa dipaksa atau di tekan


πŸ“² papih


Syukur kalo begitu, tolong bantu anak papih ya, semoga kamu bisa terus mendampingi anak papih yang banyak sekali kekurangan


πŸ“² Fatimah


Insyaa Allah pih, Fatimah juga masih banyak kekurangannya kok,


'Bilang papih aku kangen' tulis Rendra


Pih katanya mas Rendra kangen dengan papih


πŸ“² papih


Papih juga kangen dengannya, padahal baru beberapa hari ngga bertemu, tapi rasa kangen ini selalu hadir setiap jauh dari dia, insyaa Allah papih akan mencarikan waktu untuk berkunjung lagi ke sana, berarti papih sekarang harus berkerja cepat supaya selesai semua


πŸ“² Fatimah


Ya sudah kalo begitu papih lanjut kerja saja, maaf Fatimah jadi mengganggu waktu papih bekerja.


πŸ“² papih


Baiklah, tapi ingat kapanpun kamu mau telpon papih silahkan, tidak ada namanya anak mengganggu orangtuanya, oke


πŸ“² Fatimah


Siap papih, salam sama mama Alisha, Assalamu'alaikum


πŸ“² Papih


Wa'alaikumsalam


Mereka mengakhiri sambungan telpon bersamaan.


"Sudah menghubungi papih, sekarang mas Rendra istirahat ya, aku ambilkan cemilan dulu untuk mas Rendra" ucap Fatimah lembut meninggalkan suaminya seorang diri di dalam kamar

__ADS_1


__ADS_2