BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Perubahan Rendra


__ADS_3

Keluarga Rendra sudah tidak membahas perkara Flashdisk, mereka fokus ke hal hal yang ada di depan mata, mengingat ucapan Fatimah kala itu membuat Rendra jauh menjadi orang yang pendiam.


Rendra mengeluarkan suara saat ditanya, tapi bila tidak di tanya dia hanya diam saja, Rendra melakukan itu sengaja, agar tidak ada hati yang disakiti oleh mulut yang selalu marah marah dan lain lain.


Fatimah, Dito dan Ayu juga merasakan perubahan sikap Rendra, antara cuek, atau memang bodo amat/tidak peduli. Saat Dito berbagi cerita diruang tamu tentang kegiatannya, Rendra hanya menunjukan senyuman, dan tidak berkomentar.


Rendra juga belakangan ini jarang berkumpul dengan anak istrinya, sepulang kerja Rendra selalu menyendiri di dalam kamar, bahkan sama baby R aja dia terlihat tidak peduli.


Sedangkan Fatimah belum ingin menanyakan kenapa sikap Rendra berubah, dia hanya takut terjadi keributan karena hal sepele lagi.


Ruang Keluarga sore hari


"Bun, ayah kenapa sih, belakangan ini lebih banyak diam, pulang kerja pun langsung masuk kamar, tidak seperti biasanya" tanya Dito penasaran


"Bunda juga belum tanya apapun sama ayah, bisa saja ayah lagi banyak pekerjaan atau lagi ada masalah di rumah sakit, tapi dia tidak mau berbagi dengan kita" jawab Fatimah tersenyum


"Kenapa bunda tidak tanya sekarang, kalau benar ayah punya masalah, lalu di pendam sendiri kasihan kan bun, nanti yang ada ayah sakit" ucap Dito


"Nanti akan bunda tanyakan ya, sampe kondisi ayah memang enak di ajak diskusi, pikirannya tidak rumit" sahut Fatimah


"Iya, pokoknya bunda harus tanya kenapa dengan ayah" ucap Dito tegas


"Apa kita punya salah sama ayah bun?" tanya Ayu menatap bunda dan Dito


"Kalian merasa punya salah sama ayah?" tanya balik Fatimah


"Setau Ayu sih tidak bun, tapi bisa aja kan kita salah ucap tanpa sengaja membuat ayah sakit hati atau gimana, makanya ayah cuek dengan kita" tebak Ayu cemas


"Ayah itu cuek dengan semua, termasuk bibi, dan baby R juga di abaikan kok" ucap Fatimah menenangkan pikiran Ayu


"Atau kita tanya sama sama aja, biar tenang?" sahut Dito


"Nanti saja ya, takutnya hati ayah lagi tidak baik baik saja" ucap Fatimah memberikan pengertian


"Ya sudah deh, kita nunggu info dari bunda aja" sahut Dito


"Dito dan Ayu tolong jagain baby R, itu mobil ayah sepertinya datang, bunda mau melayani ayah dulu" ucap Fatimah meninggalkan ketiga anaknya


"Semoga semuanya baik baik saja" sahut Dito


"Aamiin" ucap keduanya


Fatimah menuruni anak tangga sedikit berlari, dia ingin mengecek benar apa tidak yang pulang suaminya.


"Ayah sudah pulang? biasanya pulang malam" ucap Fatimah mendekati pintu rumah saat terbuka dan melihat suaminya masuk


"Iya, pekerjaan lagi tidak terlalu banyak, ayah masuk ke kamar duluan ya" jawab Rendra langsung berjalan masuk ke dalam kamar

__ADS_1


Ada apa dengan dirinya, apa ada perkataan ku yang salah membuat dia berubah seperti ini. Gumam hati Fatimah


Tidak lupa juga Fatimah mengambilkan air minum untuk sang suami.


"Bisa kita bicara" ucap Fatimah lembut


"Mau membahas apa? Kepala ayah hari ini terasa sakit banget, jadi bahasnya jangan yang berat berat" jawab Rendra lesu


"Ayah sudah makan belum, makan dulu yuk, setelah itu minum obat dan istirahat" ucap Fatimah perhatian


"Mau bersih bersih dulu, anak anak sedang apa?" tanya Rendra


"Lagi pada bermain di ruang keluarga" ucap Fatimah


Rendra membersihkan tubuhnya yang terasa lelah, dia berendam dengan air hangat, cukup lama Rendra di dalam kamar mandi dan tak kunjung keluar.


"Belum selesai mandinya? tumben lama sekali" lirih Fatimah heran


Tok... tok... tok... suara ketukan pintu


"Ayah masih lama mandinya" ucap Fatimah sedikit teriak


Tok... tok... tok... suara ketukan pintu berikutnya


"Ayah, buka pintunya" teriak Fatimah cemas


"Astaghfirullah, aku masih berendam" ucap Rendra buru buru membersihkan tubuhnya


Tok... tok... tok... suara ketukan pintu berikutnya


"Ayah, ayah baik baik saja kan, ayah buka pintunya jangan buat orang panik dong" teriak Fatimah mulai khawatir parah


Ceklek .... suara pintu terbuka


"Maaf, ayah ketiduran di kamar mandi" ucap Rendra tidak enak melihat raut wajah istrinya yang terlihat sangat cemas


"Lain kali jangan dikunci lah, kalau ada apa apa susah" sahut Fatimah refleks memeluk Rendra.


Ini adalah hal pertama Fatimah memeluk Rendra lebih dulu, biasanya selalu Rendra yang memeluk Fatimah.


"Ayah baik kok, sudah ya jangan khawatir lagi" ucap Rendra membalas pelukan sang istri


"Pakai bajunya, setelah itu makan dan minum obat" jawab Fatimah memberikan pakaian bersih untuk suaminya.


"Terima kasih" ucap Rendra tersenyum


Fatimah menemani Rendra makan lebih dulu, dengan sangat telaten Fatimah melayani Rendra makan.

__ADS_1


"Nanti malam kita keluar bersama ya" ucap Rendra di sela makannya


"Kemana?" tanya Fatimah


"Ayah sudah janji hari ini mau mengajak Ayu dan Dito jalan jalan" jawab Rendra


"Kapan buat janji dengan anak anak, ayah saja belakangan ini terlihat cuek pada mereka, tidak banyak bicara dan lebih banyak menyendiri di dalam kamar" tanya Fatimah penasaran


"Ayah tidak mau banyak bicara, ayah takut menyakiti perasaan kalian semua kalau ayah terlalu banyak bicara" jawab Rendra apa adanya


Fatimah terdiam mendengar jawaban sang suami.


"Apa ada perkataan bunda yang salah saat diskusi dengan ayah?" tanya Fatimah


"Tidak ada, kata apa yang keluar dari mulut bunda itu semua benar, mungkin ayah saja yang terkadang, bukan terkadang sih, sering sekali membuat kehebohan di rumah, dari hal sepele menjadi hal besar, makanya ayah cukup melihat kalian sehat dan bahagia aja, jika itu semua tanpa adanya ayah" tutur Rendra santai


"Kita bahasnya nanti aja ya saat di kamar berdua, sekarang ayah makan banyak terus minum obat, masalah jalan jalan tunda aja, kondisi ayah juga lagi tidak sehat" ucap Fatimah memberikan obat yang sudah di sediakan


Selesai makan Rendra kembali ke kamar untuk mengistirahatkan tubuh dan kepalanya yang terasa sakit. belakangan ini kepala Rendra memang sering sakit tapi bukan karena penyakit dalam, tapi banyaknya pikiran.


Rendra masih memikirkan tentang perempuan yang dengan siap menghancurkan rumah tangga dia.


Semoga kamu bisa bertahan, hidup dengan ku penuh dengan penderitaan, maaf Fatimah jika aku banyak kekurangan membuat kamu selalu sedih dan sedih. batin Rendra


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2