
"Ayah ketemu dengan orangtuanya Rama, dan orangtuanya Rama memberikan Rama waktu singkat, untuk Rama membawa calon istri untuk diperkenalkan, bila waktunya habis Rama belum dapat calon istri maka Rama akan di jodohkan oleh orangtuanya" jawab Rendra bohong, Fatimah yang mendengar ucapan suaminya bingung, dan kenapa suaminya harus bohong pada Ayu
"Jadi, intinya pilihan ada di pada dirimu, jika kamu cinta dengan Rama katakan pada ayah dan bunda" ucap Rendra lagi menatap Ayu yang menunduk terkejut dengan ucapan Rendra bahwa Rama akan dijodohkan
"Kita istirahat, semua pilihan ada di kamu, ayah dan bunda hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu nak, sekarang istirahatlah, supaya besok lebih semangat" sahut Fatimah lembut
"Ayu ke kamar duluan ya bun, ayah" ucap Ayu pelan
"Good night Honey" sahut Rendra tersenyum melihat Ayu
Ayu meninggalkan ruang tamu.
Rumah Rama
"Sedang apa malam-malam duduk di teras sendirian?" tanya ayah Yudha
"Ini ayah, Rendra chat Rama, katanya mau bertemu besok, ada yang mau di bicarakan oleh istrinya" jawab Rama pelan
"Temui lah mereka, mungkin saja hanya ingin saling silahturahmi, kata kamu kan istrinya Rendra sedang hamil besar, jadi ngga mungkin dia kemari" ucap ayah Yudha santai
"Iya ayah, Rendra bales dulu deh chat dari Rendra" sahut Rama membuka aplikasi chating
π Rama
Besok saya ke kota, dan akan datang kerumah kamu, tepatnya jam berapa saya belum tau, lihat kondisi perjalanan.
"Rama sudah info akan langsung kerumahnya saja, Menurut ayah bagaimana?" tanya Rama melihat ayahnya
"Itu lebih baik, sekarang kita istirahat, supaya kamu besok segar" jawab ayah tersenyum
"Rama pakai motor saja boleh ke rumah Rendra?"tanya Rama pelan
"Boleh, tapi harus hati-hati, jangan lupa juga bawa jas hujan, cuaca lagi ngga bagus" jawab ayah lembut
"Terima kasih ayah, selalu ada untuk Rama" sahut Rama memeluk ayahnya
"Sudah, ayo istirahat, biar ngga ngantuk besok" ucap ayah masuk lebih dulu ke dalam rumah
Selesai subuhan Rendra dan Fatimah masih di dalam kamar, karena Fatimah tadi merasakan kram pada bagian perutnya.
"Sayang, Rama membalas nih, katanya dia mau langsung datang ke sini, hari ini, jam nya belum pasti jam berapa" ucap Rendra mengelus perut Fatimah
"Alhamdulillah, lebih baik ke sini deh, bunda juga lagi males untuk kemana-mana hari ini" sahut Fatimah pelan
"Bagus lah kalo malas kemana-mana, semoga aja malas ngapa-ngapain, jadi kamu hanya istirahat dikamar, ngga sibuk di dapur" jawab Rendra tersenyum
__ADS_1
"Bunda di dapur itu untuk menyenangkan ayah kok, supaya ayah bisa makan-makanan sehat, mau makanan pokok atau hanya sekedar cemilan" ucap Fatimah cemberut
"Nah itu yang ayah ngga suka, bunda jadi terlalu cape memikirkan ayah dan anak-anak, kapan bunda mikirin diri bunda sendiri?" tanya Rendra masih mengelus perut Fatimah
"Tiap hari bunda mikirin diri sendiri juga kok" jawab Fatimah membela diri
Tok... tok... tok.. suara ketukan pintu
"Masuk" teriak Rendra
Ceklek ...
"Halo ayah, bunda" ucap Dito memperhatikan kepalanya saja
"Halo juga jagoan ayah, sini masuk" sahut Rendra tersenyum
"Tumben Bunda masih di kamar?" tanya Dito ikut mengelus perut sang bunda
"Bunda lagi malas tadi, makanya masih rebahan di kamar" jawab Fatimah berbohong
"Baguslah kalo bunda malas, jadi ngga cape-cape" ucap Dito tersenyum
"Kenapa kompak dengan ayah kamu, tadi ayah kamu juga bilang begitu" sahut Fatimah terkejut mendengar omongan anak dan suaminya sama
"Kalo bunda ngga males, pasti habis subuh udah sibuk ini itu, lah mendingan bunda malas aja jadi bisa istirahat ngga keluyuran ngga jelas di dalam rumah ini" ucap Dito santai
"Dito setuju tuh ayah, kalo boleh juga bunda ini cukup duduk istirahat atau nonton tv, asal jangan ke dapur melakukan ini itu" timpal Dito antusias
"Akhirnya anak ayah sependapat, makasih ya sayang" ucap Rendra memeluk Dito
"Dasar laki-laki, selalu begitu omongannya" sahut Fatimah lembut
"Dito dan Mba Ayu mau sarapan, kira-kira ayah dan bunda mau ikut sarapan bareng atau ngga?" tanya Dito pelan
"Nanti ayah dan bunda menyusul ke meja makan ya" jawab Rendra
"Oke, aku duluan makan ya" ucap Dito dan mendapat anggukan dari Rendra
Fatimah mengganti baju terlebih dahulu, Rendra membantu istrinya. Setelah itu Rendra dan Fatimah menuju meja makan, kedua anaknya sudah memulai makan dengan santai.
"Ayu dan Dito pulang jam berapa?" tanya Fatimah mengambil piring untuk suaminya
"Bukan cepat bun, hanya ujian" jawab Dito santai
"Baiklah, pulang harus bersama Diman ya, jika Diman belum datang tunggu saja, pasti dia datang" ucap Rendra
__ADS_1
"Oke ayah" jawab Dito dan Ayu
Selesai makan Dito dan Ayu pamitan untuk berangkat kesekolah, sedangkan Rendra dan Fatimah menunggu kedatangan Rama diruang tamu sambil bercanda dan menggoda.
Rendra sudah mendapat kabar dari Rama, jika Rama sudah dalam perjalanan menuju rumah Rendra. Cukup lama Rendra menunggu tapi Rama belum juga sampai, membuat Rendra jadi khawatir dengan sahabatnya itu.
"Rama kok belum datang ya" lirih Rendra melihat jam yang sudah menunjukan pukul 08.00, padahal Rama bilang jalan habis subuh sekitar jam 5an.
"Mungkin macet sabar aja" ucap Fatimah yang mendengar lirihan suaminya
"Iya, tapi lama sekali, Ayu dan Dito keburu pulang" jawab Rendra menatap Fatimah
"Ayah ada sedikit rezeki ngga?" tanya Fatimah pelan
"Ada kenapa tanya begitu?" tanya balik Rendra bingung
"Jika ayah ada sedikit rezeki, ayah minta tolong sama Diman, bawa anak-anak kemana gitu suruh main dulu misal ke mall, atau makan di luar yang mereka mau, tapi tetap dibatasi pengeluarannya" jawab Fatimah memberi usul
"Oke deh, ayah akan bilang Diman bawa mereka ke mall, anggap saja itu hadiah waktu yang ayah kasih untuk mereka" ucap Rendra menghubungi Diman supir pribadi anak-anak
Pinggir jalan
"Kenapa aku malu sendiri ya datang ke rumah Rendra dan menginjakan kaki lagi di rumah ini" ucap Rama menatap rumah Rendra yang minimalis tapi luas
"Apa aku batalkan saja untuk menemui Rendra dan Fatimah" lirih Rama
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.