BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Persiapan Pindah


__ADS_3

Rendra sudah berdiskusi dengan orangtuanya begitu juga dengan pihak Fatimah, mereka semua menyetujui keputusan Rendra untuk pindah ke rumah Kyai Bahri yang kosong di samping rumah utama.


Papih Ammar juga akan melakukan penyelidikan sendiri, dan penasaran dengan orang yang sudah mengganggu rumah tangga Rendra, sebelumnya papih Ammar sudah menyelidiki masalah flashdisk, dan dia sudah tau tapi belum bertindak, jadi pemikiran papih Ammar pasti ini orang yang sama.


Dito juga senang melihat ayahnya kembali ceria, dia sendiri tidak masalah tinggal dirumah kakeknya sampai lulus, sementara Ayu dia sudah menikah dengan Rama dan diajak ke kampung Rama dan tinggal disana.


Memang pada dasarnya kehidupan Fatimah dan anak anaknya dahulu tidak semewah hidup bersama Rendra, jadi diajak susah pun mereka siap dan sudah merasakan pahitnya hidup.


Rendra juga berjanji pada dirinya sendiri, walau keluarganya hidup berkecukupan saat ini, dia akan memenuhi apapun yang di inginkan anak istrinya selagi itu hal yang baik/positif. Ini hanyalah sebuah rencana yang akan di lalui Rendra, agar kehidupan rumah tangganya tidak ada yang mengganggu dari wanita wanita penggoda yang matre menurut Rendra.


Sebenarnya Fatimah juga penasaran dengan masa lalu Rendra yang katanya kelam, tapi dia tidak mau mengungkit kembali dan akan mencoba mengubur dalam dalam masa lalu Rendra yang apabila nanti terlihat. Fatimah juga dengan niat karena Allah untuk mempertahankan rumah tangganya meski badai datang mendekat.


"Ayah, kira kira barang apa lagi yang mau di packing?" tanya Dito


"Loh bukannya hanya packing pakaian saja?" tanya balik Rendra bingung


"Mau pindah masa packing pakaian saja?" tanya Dito lagi


"Hahaha, Dito sayang kita ini hanya pindah untuk menjalankan sesuatu aja, jadi cukup pakaian yang dibawa, itu pun tidak semua, pakaian kamu bawa secukupnya aja dan akan di bagi dua, setengah di rumah kakek, setengah lagi ayah bawa" jawab Rendra tertawa


"Oh gitu, kalau hanya pakaian, sudah beres semua dong, terus Dito melakukan apalagi dong" tanya Dito sambil berpikir


"Istirahat lah, kamu sudah terlalu lelah hari ini, bunda dan Rivan aja sedang bobo manis tuh di sofa" jawab Rendra melirik anak istrinya yang tertidur


"Ya Allah, bunda sama si ganteng sampe bobo disana, apa tidak dipindahkan saja, Yah?" tanya Dito khawatir


"Dipindahkan nanti mereka bangun, kamu tau sendiri, bunda itu senyenyak apapun dia tidur di senggol dikit langsung matanya terbuka lebar, hahaha" ucap Rendra tertawa bersama Dito


"Ayah, boleh Dito bicara hal penting sedikit" tanya Dito ragu

__ADS_1


"Bicaralah" jawab Rendra


"Dito mau buat acara tentang sosial gitu, lalu kan kita disuruh mencari sponsor karena ini program perdana, jadi belum ada dana yang masuk, hanya dana perkumpulan kami saja, Dito hanya ingin tau membuat proposal baik dan benar seperti apa, lalu cara perhitungan rinciannya bagaimana, itu aja sih hehehe, pembicaraan Dito tidak penting ya, ayah" tutur Dito cengengesan


"Program yang bagus, apa mau buat sekarang aja, nanti ayah bantu, sebenarnya yang pandai buat proposal itu Rama, itu makanan sehari hari dia, Ayah pahamnya hanya obat obatan, hahaha" ucap Rendra tertawa


"Iya juga, ayah kan bekerja di Rumah Sakit dengankan bang Rama dulu kerja kantoran" sahut Dito


"Bukan dulu, sekarang juga Rama masih bekerja di kantor, hanya saja dia lebih fokus hidup apa adanya di desa, nah saat ini lah ayah mau seperti itu, permasalahan yang ada paling hanya ekonomi kan, ayah dan bunda bisa bekerja sama untuk membuka usaha di pesantren" ucap Rendra


"Apa ayah sanggup hidup apa adanya? sementara ayah dari kecil sudah hidup serba ada?" tanya Dito


"Insyaa Allah, ayah sanggup demi kebahagian kita bersama" jawab Rendra yakin


"Aku suka ayah yang sekarang dari pada ayah dulu, dulu itu emosional sekali sedikit sedikit marah, sekarang ayah sudah lebih kalem" ledek Dito berlari


"Awas kamu ya" teriak Rendra mengejar Dito


"Astaghfirullah, apa yang terjadi" lirih Fatimah takut Dito disakiti, Fatimah membenarkan posisi tidur Rivan, dan berlari mengejar Rendra serta Dito


Saat Fatimah masuk ke dalam kamar Dito, ternyata Rendra sedang duduk bersama Dito dan menatap laptop, mereka tertawa bersama membuat Fatimah semakin bingung. Dia langsung membuka pintu kamar Dito, membuat Rendra dan Dito kaget.


"Ya Allah, bunda tumben tidak ketuk pintu dulu" ucap Dito memegang dadanya


"Bunda sudah bangun" ucap Rendra tersenyum


"Jelas bunda bangun dan kaget, karena melihat ayah teriak sama Dito dan mengejar Dito" sahut Fatimah


Rendra dan Dito saling pandang mendengar ucapan Fatimah.

__ADS_1


"Hahahaha, kita hanya lagi becanda bun" ucap Dito tertawa terbahak


"Sungguh?" tanya Fatimah meyakinkan kembali


"Iya sayang, kita hanya bercanda, lagian untuk apa aku teriakin Dito" ucap Rendra tersenyum


"Ya sudah, bunda sampe ninggalin Rivan dibawah, denger kalian teriak" sahut Fatimah meninggalkan kamar Dito


Bikin panik aja, kirain sikap mas Rendra kembali seperti dulu yang emosional, untung aku tidak punya penyakit jantung, kalau hanya sekedar becanda kenapa mereka teriak teriak begitu, seperti sedang menganiaya orang saja. batin Fatimah kesal


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2