BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Mencari Masalah Lagi


__ADS_3

Rendra menyadari sikap istrinya menjadi tidak nyaman, karena lagi-lagi Rendra membahas penambahan nama pada Ayu dan Dito.


Kyai Bahri dan ibu Yayi kembali ke rumah Rendra untuk beristirahat dan menemani Ayu serta Dito yang berada di rumah.


Sedangkan papih Ammar dan mama Alisha masih di rumah sakit menemani Rendra dan Fatimah. Rendra duduk disisi Fatimah yang sedang memainkan ponsel, karena baby R sedang tertidur di temani mama Alisha dan papih Ammar.


"Kamu marah?" tanya Rendra pelan


"Aku sudah bilang sama kamu, jangan pernah bahas lagi masalah penambahan nama untuk Ayu dan Dito, sampai aku mati sekalipun, aku tidak akan pernah setuju" jawab Fatimah pelan dan marah


"Aku kan hanya..." ucap Rendra terpotong


"Lebih baik tidak perlu membahas itu lagi" sahut Fatimah tegas


"Kalau Ayu dan Dito nya ingin pakai nama tambahan bagaimna?" tanya Rendra tidak mau kalah


"Aku yang akan melarang mereka" jawab Fatimah menatap Rendra dengan tatapan tajam


"Mereka sudah dewasa bisa menentukan mana yang terbaik" ucap Rendra santai


"Kamu pikir nama yang ada pada diri mereka bukan nama yang baik?" tanya Fatimah kesal


"Bisa jadi" jawab Rendra ngasal membuat Fatimah tambah kesal tapi di tahan


"Aku tidak mau mendengar kamu bicara lagi mas" ucap Fatimah


"Tidak ada larangan untuk aku bicara, kamu masih sayang dengan mantan suami kamu itu?" tanya Rendra membuat Fatimah tidak habis pikir dengan otak Rendra


Fatimah tidak menjawab, dia tidak mau terdengar sedang ribut, apalagi diruangan rawat ada mama dan papih Rendra.


"Tidak jawab tandanya Iya kamu masih sayang dan belum move on" ucap Rendra mendesak Fatimah


"Kamu mau kita ribut di depan mama dan papih?" tanya Fatimah pelan


"Siapa yang ngajak ribut, aku kan dari tadi bertanya, tidak ngajak ribut kamu" jawab Rendra santai


Fatimah memejamkan matanya dan mengucapkan istighfar, dia tidak mau terpancing oleh Rendra. Rendra yang merasa tidak dapat jawaban dudul di sofa yang disediakan, sofa yang sedikit berjarak dengan tempat tidur Fatimah.


Apa sih tujuan mas Rendra ini sebenarnya. Batin Fatimah


"Ada apa? habis lahiran kenapa tertekan begini wajahnya" ucap mama Alisha pelan sudah berdiri di samping Fatimah

__ADS_1


"Eh, tidak ada apa apa mam" jawab Fatimah tidak enak hati


"Apa permintaan Rendra tadi yang membuat kamu kepikiran begini?" tanya mama Alisha menebak pikiran Fatimah


"Tidak mam, Fatimah baik-baik aja" jawab Fatimah tersenyum berusaha agar mama Alisha tidak curiga


"Mama ngerti dengan perasaan kamu, kamu juga tidak pandai menutupi atau membohongi mama saat ini" ucap mama Alisha lembut


"Mam, apabila suatu saat Fatimah tidak sanggup boleh Fatimah menyerah?" tanya Fatimah pelan dan berhati-hati


"Astaghfirullah, kenapa berpikir begitu" jawab mama Alisha sedih


"Maksud Fatimah begini mam, Fatimah selalu berdoa dan berusaha untuk keutuhan rumah tangga Fatimah, ini hanya misal mam, Fatimah tidak sanggup bolehkan Fatimah mundur dan menyerah" ucap Fatimah menatap mama Alisha


"Mama berharap sekali ini pernikahan kamu dan Rendra yang terakhir hingga maut yang memisahkan kalian, mama tuh sedih denger kamu bicara begitu" sahut mama Alisha menangis


"Mama jangan nangis, Fatimah minta maaf" ucap Fatimah tidak tega melihat mama Alisha menangis


"Ini ada apa?" tanya papih mendekati Fatimah dan mama Alisha


"Tidak ada apa-apa Pih" jawab mama Alisha tersenyum


"Mama hanya bahagia dengan ini semua, jadi terharu" ucap mama Alisha tersenyum, Fatimah pun ikut tersenyum


"Kirain papih kalian kenapa, mama mau disini atau pulang? papih mau ambil beberapa berkas dirumah" tanya papih dengan suara lembut di dengar


"Mamaa tunggu sini aja, papih tolong beliin makan ya, mama lapar lagi ingin makan nasi padang boleh?" jawab mama manja


"Siap nyonya, papih akan belikan" ucap papih mencium kening mamih, dan kepala Fatimah


"Mam, Rendra ke keluar sebentar ya" ucap Rendra keluar begitu saja


Mama Alisha sangat kasihan pada Fatimah, disaat dirinya butuh support suami, tetapi suaminya begitu, menambah pikiran untuk istrinya.


Ternyata Papih dan Rendra sedang berdiskusi di kantin, papih sengaja mengajak Rendra melalui chat, papih nya mendengar apa yang di bicarakan antara Fatimah dan mama Alisha.


"Rendra, papih mohon stop bahas tentang keinginan kamu memberikan nama tambahan untuk Ayu dan Dito" ucap papi tegas


"Kenapa? kok papih jadi ikut campur" sahut Rendra bingung


"Kamu ga bisa seenaknya Rendra, Ayu dan Dito punya ayah, walaupun sudah tiada, itu nama pemberian orangtuanya, jadi kamu jangan coba-coba memaksakan kehendak" ucap papih

__ADS_1


"Pih, hanya tambah nama, biar lengkap dan menunjukan mereka anak aku, gitu aja" jawab Rendra tenang


"Jangan sampai masalah ini menjadi panjang Rend, kamu memaksa, berarti kamu siap kehilangan Fatimah" ucap papih tegas sedikti ancaman


"Fatimah tidak akan pernah bisa pergi dari aku" jawab Rendra yakin


"Kata siapa Fatimah tidak bisa pergi peninggalan kamu? kata siapa Rend" ucap papih marah


"Kalau Fatimah pergi meninggalkan aku tandanya dia siap tidak bisa melihat Rivan seumur hidup dia" jawab Rendra tegas


Plakkk ... suara tamparan


Papih Ammar sudah sangat marah dengan sikap Rendra, hingga pengunjung kantin lainnya melihat ke arah Rendra dan papih Ammar yang sedang berdebat.


"Sombong kamu Rendra, lihat diri kamu, saat lumpuh siapa yang menerima apa adanya selain Fatimah, dari awal kamu lumpuh, lalu Fatimah bersedia menikah dengan mu, kemudian kebohongan membuat kamu lumpuh lagi hingga tak berdaya, siapa yang di samping kamu, tidak ada yang mau Rendra dengan manusia cacat selain Fatimah yang tulus merawat kamu hingga saat ini, sekarang perkara nama kamu mau memperpanjang, silahkan jika suatu saat Fatimah benar benar meninggalkan kamu, papih dan mama tidak akan pernah mau membantu" ucap papih Ammar marah dan meninggalkan Rendra seorang diri


Ada apa dengan Rendra sebenarnya. Gumam hati papih Ammar


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2