
Flashback
"Assalamu'alaikum" ucap Dito dan Ayu dirumah Kyai Bahri
"Wa'alaikumsalam" jawab Umi Yayi kaget melihat cucunya datang "Kalian kok malam-malam kesini, sama siapa mana ibu mu? tanya Umi Yayi
"Kami hanya berdua doang NeUmi" ucap Ayu sopan dan lembut
"Siapa yang datang malam-malam?" tanya KeAbi keluar dari kamar
"Kami KeAbi" jawab Dito dan Ayo salim
"Ayah mereka hanya berdua kesini, Fatimah tidak ikut" ucap Umi Yayi membuat Kyai Bahri tidak percaya
"Istirahat, besok KeAbi akan bertanya sama kalian, besok kalian izin dulu tidak sekolah, demi kebaikan semua, KeAbi butuh penjelasan" ucap Kyai Bahri menyuruh kedua cucunya masuk ke kamar
"Kenapa ibu gelisah ya yah?" tanya umi Yayi pada suaminya
"Banyak-banyak berdoa, ayah juga jadi tidak tenang seperti ini, pasti terjadi sesuatu dirumah suaminya Fatimah" jawab Kyai Bahri menduga-duga
"Apa cucu kita diusir, karena bukan dari darah daging suaminya Fatimah yah?" tanya umi Yayi semakin cemas
"Jangan berpikir yang tidak baik ibu, dosa, sekarang ibu istirahat, ayah mau ke masjid, ayah harus mencari tau ada apa dengan Fatimah, Fatimah anak kita juga kan bu" jawab Kyai Bahri tidak tenang pikirannya
"Iya ayah, bagaimana pun Fatimah tetap anak kita, jadi sepatutnya kita melindungi dia apabila ada bahaya, ibu ke kamar duluan, maaf ya ayah" ucap umi Yayi
***Oh ya mau menjelaskan istri Kyai Bahri di panggil oleh para santri Umi dan Kyai sendiri di panggil Abi, lalu anak-anak Kyai Bahri seperti Sidiq, Fatimah dll memanggilnya ayah dan ibu, kemudian cucu mereka memanggilnya dengan KeAbi dan NeUmi.
Kyai Bahri melangkahkan kakinya menuju masjid, masih di dalam lingkungan pondok pesantren. Selama di Masjid Kyai Bahri membacakan doa-doa kepada sang Maha Penguasa dibumi serta di langit hingga subuh berkumandang.
Pagi Hari
"Gimana tidurnya Ayu" tanya Kyai Bahri pada cucunya
"Alhamdulillah nyenyak dan indah KeAbi" jawab Ayu senyum "Oh ya KeAbi badan Dito demam lagi" lirih Ayu memberitahu kondisi adiknya
"Loh memangnya dia lagi sakit?" tanya NeUmi cemas, Ayu hanya menganggukan kepalanya tanda itu benar
"Kita bawa saja dulu ke puskesmas terdekat, jika ada apa-apa baru kita bawa kerumah sakit" ucap Kyai Bahri menenangkan istri dan cucunya
Karena demam Dito sudah tiga hari tidak turun, maka dokter menyarankan ambil darah, Dito memang anaknya pemberani mau-mau saja yang penting dia sehat, alat di Puskesmas tidak lengkap jadi hasilnya harus menunggu 1x24jam, jadi Dito langsung pulang setelah mendapatkan obat.
"Dito ke kamar saya NeUmi ya, KeAbi mau bicara sama mba mu" ucap KeAbi lembut penuh kasih sayang pada cucunya
"Ayu ada apa, apa ibu mu baik disana?" tanya KeAbi lembut agar cucunya tenang
"Belakangan ini ayah Rendra berubah menjadi galak, sering marah-marah dan sering menyindir kami, pokoknya jauh berbeda aja KeAbi, ibu juga di pilihan yang bingung, makanya ibu menyuruh Ayu dan Dito pulang ke pondok ini" jawab Ayu sedih memikirkan ibunya yang sendirian
"Dirumah ayah Rendra ada siapa aja?" tanya Kyai Bahri lagi
__ADS_1
"Ayah, Ibu, bibi, Pak Diman, sama pak Bait satu lagi Herman dia masih muda makanya aku panggil nama tanpa embel paknya KeAbi dia satpam rumah" jawab Ayu yakin "Tunggu KeAbi ada satu lagi sepupu nya ayah, namanya Kak Nabila dia baik banget" ucap Ayu lembut
"Tidak ada lagi orang asing masuk?" tanya kembali Kyai Bahri masih belum puas
"Paling sahabatnya ayah, tapi mereka juga baik semua kok" jawab Ayu yakin
"Kamu punya kontak, sepupunya ayah mu?" tanya Kyai Bahri senyum
"Ada kok, kemarin kita saling tukeran kontak" jawab Ayu mengeluarkan hpnya
"Hubungi dia, KeAbi mau bicara" ucap Kyai Bahri
Ayu segera menghubungi Nabila, memang cukup lama tersambung, mungkin dia masih tidur kali yaπ€
Ring...Ring !!! anggap saja bunyi nada dering
π² Kaka Nabila
Assalamu'alaikum Ayu ada apa pagi-pagi begini sudah menghubungi miss Indonesia
π² Ayu
Miss Indonesia dari mana kak, hongkong, hahaha, oh iya kak aku menghubungi kaka karena ada hal penting, kake aku mau bicara sama kaka
π² Kaka Nabila
π² Ayu
Halo, Assalamu'alaikum
π² Kaka Nabila
Wa'alaikumsalam kek, salam kenal, maaf tadi kata Ayu ada yang mau di bicarakan
π² Ayu
Begini kira-kira dirumah sekarang ada siapa?
π² Kaka Nabila
Hanya ada aku, kaka ipar, bibi, Diman dan dua penjaga yang diluar
π² Ayu
Tolong kamu minta bantuan sama bibi, cari barang berwarna putih, barang itu ada di dalam bantal, jadi kamu harus merakan isi bantalnya, saat memegang bantal ucapkan basmalah, lalu apabila sudah ketemu jangan pernah dibuka isi dalam benda putih itu, kalian langsung saja bakar dalam kobaran api, dan yang paling penting jangan sampai Fatimah tau
π² Kaka Nabila
Tapi itu barang apa? saya tidak mengerti sama sekali, lalu kenapa kami harus mencari kemudia membakarnya?
__ADS_1
π² Ayu
Rumah tangga Rendra dan istrinya ada yang mengganggu, biasa cinta di tolak dukun bertindak nak
π² Kaka Nabila
Hah.. jaman sekarang masih pake begituan, hellow kampungan banget sih itu orang yang pake begituan, lalu apalagi yang harus kita lakukan
π² Ayu
Oh ya kalo bisa sekalian bantal yang bekas isi barang tersebut dibakar juga ya, takut nempel disitu juga
π² Kaka Nabila
Kalo boleh tau nih kek, siapa yang masukin barang itu? kok bisa, kan disini tidak sembarang orang bisa masuk kecuali bibi supir dan satpam, tapi kalo kamar Rendra tidak boleh dimasukan oleh siapapun kecuali Fatimah Rendra dan bibi sekarang untuk bantu Fatimah membereskan kamar
π² Ayu
Kalian pancing saja pakai cctv, kakek tidak mau su'udzon tapi hati mengatakam itu tuh, gitu nak
π² Kaka Nabila
Pake rahasia segala, justru biar kita tau dan lebih waspada
π² Ayu
Suruh saja Rendra waspada sama perempuan penggoda yang mau menjalin hubungan dengan Rendra
π² Kaka Nabila
Oke baiklah Aku segera mencarinya, Assalamu'alaikum kek
π² Ayu
Wa'alaikumsalam
"Semoga permasalahan ibu mu cepat selesai, ayah mu sadar" ucap Kyai Bahri sedikit tenang memeluk cucunya
Nabila dan bibi mulai menjalankan aksinya, mencari bantal tujuan utama mereka kamar Rendra, mereka pura-pura mau membantu membersihkan kamar, dan benar saja sangat mudah mencarinya, ada di bantal yang biasa Rendra pakai, Nabila menyuruh bibi membawa bantal tersebut untuk di cuci dengan alasan kenap lipstik Nabila saat mengendus bantal Rendra, Fatimah tidak curiga sama sekali dengan sikap Nabila dan bibi.
Bibi dengan cepat menggunting bantal tersebut selalu mengucapkan doa-doa setelah dapat benda tersebut diserahkan pada Nabila, bibi bertugas menyalakan Api unggun untuk membakar bantal dan benda tersebut.
Setelah di bakar barang tersebut, Nabila segera menghubungi Haikal untuk memperlihatkan video yang selama ini Rendra lakukan di rumah, selalu bersikap cuek, jutek, dingin pokoknya menyebalkan deh.
Haikal melihat Rendra berlari kecil dilorong dengan keadaan frustasi, cemas dll. Haikal langsung berkirim teks pada Nabila bahwa Rendra akan pulang dengan tergesa-gesa
Nabila berharap setelah ini hubungan Rendra dan kaka ipar membaik, dia juga akan bercerita kenapa ini semua bisa terjadi.
Flashback off
__ADS_1