
Dua hari sudah berlalu, hari ini Rendra dan keluarga mau berkunjung kerumah Ayu dan Rama, semenjak menikah dengan Rama, Ayu hidup di desanya Rama, menemani Rama membuka usaha arang hitam.
Fatimah selalu mendukung keputusan Ayu ataupun Rama untuk tinggal di desa.
"Bun, anaknya sudah dibangunin" tanya Rendra duduk di kursi meja makan menikmati kopi yang dibuat oleh Fatimah
"Belum, biarkan saja dulu, nanti repot kalau Rivan bangun sekarang" jawab Fatimah sambil memasak
"Kemarin bilangnya, kamu tidak akan memasak, sekarang apa, memasak juga" ucap Rendra kesal istrinya tidak bisa dilarang
"Hanya masak nasi goreng untuk sarapan, yang lainnya itu bibi memasak semua" jawab Fatimah pelan
"Nasib kudanya Rivan gimana?" tanya Fatimah
"Ada om Ramli, dia akan ke sini setiap hari seperti biasanya" jawab Rendra
"Kenapa juga harus piara kuda" sahut Fatimah
Fatimah menghidangkan makanan di meja makan, dia menyusun beberapa menu untuk anak dan suaminya.
"Bunda ke kamar dulu ya" ucap Fatimah meninggalkan Rendra
Kamar
"Rivan sayang, bangun dong" ucap Fatimah saat baru masuk
Rivan masih ternyenyak dalam tidurnya.
"Sayang, ayo bangun, nak" ucapnya lagi mengelus wajah Rivan
Rivan hanya menggeliat saja, tanpa membuka matanya.
"Aduh, kasihan anak bunda, masih ingin bobo, ya" ucap Fatimah dengan sabar membangunkan Rivan
Cukup lama membangunkan Rivan, tumben dia sulit membuka mata pagi ini, Rivan terduduk memeluk guling minions kecilnya.
"Gemes banget anak bunda satu ini, mau mandi tidak?" tanya Fatimah lembut, Rivan menggelengkan kepalanya
"Kenapa tidak mau mandi?" tanya Fatimah lagi merapikan rambut Rivan
"Dingin bun, Lipan mau makan aja" jawab Rivan
"Sikat gigi dulu yuk, baru kita sarapan" ajak Fatimah membiasakan anaknya membersihkan gigi
Setelah membersihkan gigi, Fatimah mengajak Rivan ke meja makan.
"Pagi sayang, anaknya ayah yang bulat" ucap Rendra mencium wajah Rivan
"Lipan belum mandi dong" sahut Rivan tersenyum
"Eh, belum mandi kenapa bangga sekali, kenapa belum mandi, pantas saja bau acemmm" ucap Rendra menutup hidungnya
"Lipan masih wangi tau, Ailnya dingin, Lipan tidak mau mandi ah" jawab Rivan memakan buah yang sudah disediakan Fatimah
"Habiskan buahnya, baru nanti makan nasi ya" ucap Fatimah
"Setiap hari juga airnya dingin, Rivan biasanya pakai air hangat" sahut Rendra
"Lipan tidak mau mandi" jawab Rivan
"Jorok kamu tuh, turunan siapa sih" sahut Rendra
"Ayahlah" jawab Rivan santai
__ADS_1
"Ayah itu rajin mandi, siapa ya disini yang malas mandi" ucap Rendra berpikir
"Puma sama Pumi tuh" jawab Fatimah tersenyum
"Hah, berarti Rivan saudaranya Puma dan Pumi ya" ucap Rendra
"Ih, bukan, Lipan kan olang, Puma sama Pumi hewan" jawab Rivan pelan
"Sudah ah, lagi makan jangan bicara lagi" sahut Fatimah menegur ayah dan anak
Mereka kembali sarapan dengan tenang dan tidak berbicara apapun lagi. Selesai makan Fatimah menggantikan baju Rivan, anak itu benar-benar tidak mau mandi, akhirnya hanya diganti saja pakaiannya.
Fatimah dan Rendra juga bersiap, Rendra sedang memanaskan mobilnya, Fatimah di dalam menyiapkan beberapa perbekalan untuk Ayu dan juga cemilan Rivan saat diperjalanan.
"Rivan, ayo sayang cepatan" panggil Rendra melihat anaknya masih asik memberi makan kuda
"Sebental ayah, sedikit lagi" sahut Rivan teriak
Rendra menghampiri anaknya, Rivan jika tidak di paksa akan sulit.
"Ayo berdiri, bersihkan tangannya dengan sabun dan air mengalir" ucap Rendra tegas
"Huuhhh, Lipan lagi kasih makan kuda, di talik-talik" gerutu Rivan kesal
Rivan dan Rendra menyusul Fatimah yang sudah berada di dalam mobil.
"Lama sekali, ini sudah kesiangan tau" ucap Fatimah
"Anakmu tidak mau berhenti main dengan kudanya" jawab Rendra biasa saja
"Harusnya ditinggal saja, jika Rivan susah di aturnya" ucap Fatimah
"Jangan dong, masa Lipan di tinggalin, emang bunda sama ayah tidak sayang Lipan" sahut Rivan sedih
"Iya Lipan tidak akan mengulangi kesalahan lagi" jawab Rivan cemberut
"Anak ganteng bunda bisanya ngambekkkk terus" ucap Fatimah mencium gemas pipi Rivan
"Kita mau kemana sih, bun" tanya Rivan belum tau mau kemana tujuannya
"Memangnya Rivan tidak tau?" tanya Fatimah mengerutkan keningnya
"Kalau Lipan tau, Lipan tidak tanya sama bunda dong" jawab Rivan melipat tangannya di dada
"Lihat saja nanti, pasti Rivan senang" sahut Rendra
"Ih, sok mistelius deh" jawab Rivan duduk dipangkuan bundanya
"Sudah besar masih aja maunya di pangkuan bunda" ucap Rendra
"Bialin, Lipan masih kecil tau, nih segeni" jawab Rivan membuat lingkaran dari jari
"Apaan segitu, lihat badan Rivan dong, sudah tinggi" ucap Rendra
"Ayah bawel" sahut Rivan kesal
"Duduk di belakang sendiri, bundanya kasih pegal" ucap Rendra
"Depan boleh tidak, sama pak Oyo?" tanya Rivan
"Daripada di depan, lebih baik bunda pangku saja" jawab Fatimah
"Kilain bunda bobo, tapi bisa bicala" sahut Rivan tertawa menutup mulutnya
__ADS_1
"Rivan berisik aja, jadi bunda tidak bisa bobo" jawab Fatimah, tadi dia memejamkan matanya karena terasa mengantuk
"Ayah yang belisik, nyuluh Lipan duduk di belakang" sahut Rivan membela diri
"Sini sama ayah aja duduknya, kasihan bunda, perjalanan kita masih jauh" ucap Rendra
"No, Lipan mau sama bunda aja" jawab Rivan memeluk Fatimah
"Di belakang bisa buat bobo tau, bangku mobil bawahnya bisa di buka jadi kasur deh nanti" ucap Rendra memancing Rivan
"Jangan paksa Lipan dong, Lipan mau sama bunda" jawab Rivan kesal
"Dosa loh marah-marah sama ayah" ucap Rendra
"Bunda" panggil Rivan membangunkan Fatimah
"Kok dibangunin bundanya" tegur Rendra
"Bunda, ayah nakal" ucap Rivan
"Ayah, jangan nakal ya sama Rivan, kasihan Rivannya" sahut Fatimah membersihkan wajah Rivan dengan tisu basah
"Tukang ngadu" ucap Rendra
"Bunda, Lipan mau makan" tutur Rivan
"Sebelum berangkat Rivan sudah makan" ucap Rendra
"Lipan mau puding bunda" jawab Rivan
"Rivan duduk sama ayah dulu, bunda siapin pudingnya" ucap Fatimah
"Tidak mau sama ayah, sama bunda aja duduknya" sahut Rivan
"Bundanya susah sayang, hanya ambil puding doang" bujuk Fatimah
"Kalau Rivan mau duduk di belakang sendiri, nanti cemilannya buat Rivan semua, gimana?" rayu Rendra
"Benelan semua? ayah kan tukang bohong" jawab Rivan tidak percaya
"Kapan ayah bohong?" tanya Rendra
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.