
Rumah Rendra sedang ramai, keluarga sedang berkumpul semua, seperti papih Ammar, dan mama Alisha, Kyai Bahri serta istri dan ada beberapa anak santri yang diajak juga.
Papih Ammar sangat senang melihat perkembangan Rendra yang begitu cepat, Papih Ammar berharap Fatimah selalu membawa kebahagiaan buat Rendra dan juga bisa bersabar menghadapi sikap Rendra yang terkadang sulit untuk di kontrol.
Bahkan papih Ammar dan mama Alisha sering sekali meminta maaf pada Fatimah atas perilaku Rendra, Fatimah hanya tersenyum dan berkata 'tidak perlu meminta maaf'.
"Fatimah, papih mengucapkan terima kasih sama kamu, kamu sudah sabar menghadapi Rendra, papih tau selama ini mungkin kamu merasa Rendra adalah orang yang egois dan sangat menyebalkan, papih harap pernikahan kalian langgeng, papih pun percaya kamu bisa merubah Rendra menjadi suami yang jauh lebih bertanggung jawab pada keluarganya" ucap papih Ammar sungguh-sungguh
"Papih kenapa sih selalu bilang begitu, apa yang Fatimah lakukan juga untuk kebaikan keluarga Fatimah"jawab Fatimah ramah
"Apa Rendra masih tidur?" tanya mama Alisha menatap Fatimah
"Masih tidur mah, Fatimah akan bangunkan Mas Rendra jam 11 siang menjelang Dzuhur dan sekalian makan siang, mas Rendra mudah lelah, berhubung besok mas Rendra terapi jadi hari ini harus istirahat maksimal" jawab Fatimah lembut
"Kamu perhatian sekali dengan Rendra, padahal mama yakin Rendra sering melakukan sekali kesalahan padamu" ucap mama Alisha mengelus bahu Fatimah
"Wajar saja dia perhatian, kan dia istrinya dan sudah menjadi kewajiban dia merawat suaminya dalam keadaan sehat ataupun sakit, bu Alisha suka berlebihan memuji Fatimah" ucap Kyai Bahri santai
"Hahaha, kak Bahri ini dari dulu selalu begitu sikapnya" ucap Papih Ammar senang bisa berdiskusi dengan Kyai Bahri
Mereka semua berbincang membahas usaha Ayu yang sudah berjalan dengan lancar dengan bantuan Rama yang memang pandai dalam berbisnis.
Tidak lupa juga mereka membahas Nabila yang sedang dekat dengan Haikal, para orangtua punya ide untuk menanyakan langsung keseriusan Haikal pada Nabila.
"Oh ya dengar-dengar Devan mau lamaran, kamu tau Fatimah? siapa tau dia sudah kesini memberi kabar terlebih dahulu" tanya mama Alisha penaran dengan kabar Devan
"Devan dari awal mas Rendra kecelakaan belum ada datang ke sini mah" jawab Fatimah jujur
"Kemana Devan ya, kok dia seperti di telan bumi begini" pikir papih Ammar hatinya merasa khawatir dengan kondisi Devan
"Kita tanya saja pada Haikal, dia kan masih satu pekerjaan dengan Devan" ucap Fatimah memberi solusi
"Fatimah benar pih, kita harus tanyakan ini pada Haikal segera, takut ada apa-apa" jawab mama Alisha ikutan khawatir
Beberapa kemudian ada tamu datang ke rumah Rendra.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ucap Devan tersenyum dengan ciri khas nya
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak keluarga Rendra
"Alhamdulillah, panjang umur lagi di omongin" ucap mama Alisha senang menyambut Devan
"Hai, mam apa kabar" ucap Devan memeluk erat mama Alisha
"Alhamdulillah kabar mama dan papi selalu baik, kamu sendiri bagaimana, tidak ada kabar" jawab mama Alisha mengusap punggung Devan dengan kasih sayang
"Aku juga baik kok, kalo sakit ngga bisa kesini" ucap Devan nyengir
"Dasar kamu ini" jawab mama Alisha menjewer Devan, dan membuat yang lainnya tertawa
"Oh ya gimana Rendra, maaf baru bisa kesini, lagi ada project" ucap Devan santai
"Mas Rendra Alhamdulillah baik, dan semakin hari semoga semakin membaik" jawab Fatimah senyum ramah
"Sekali lagi maaf baru bisa kesini, aku boleh nemuin Rendra?" tanya Devan mengedipkan matanya dengan lucu
"Tapi lagi tidur mas Rendranya" jawab Fatimah bingung
"Silahkan kamu masuk ke kamar, tapi jangan di ganggu ya, kasihan" jawab Fatimah pelan mengantarkan Devan ke kamar untuk menemui Rendra
"Makasih ya sudah di beri izin melihat Rendra" ucap Devan ramah
"Sama-sama, saya tinggal dulu ya" jawab Fatimah keluar dari kamarnya
Kamar Rendra
"Rendra bangun please" panggil Devan membangunkan Rendra yang sedang tidur
Rendra merasakan ada yang menggoyangkan tubuhnya, segera terbangun menatap Devan.
"Akhirnya bangun juga, maaf ya jadi ngebangunin kamu, aku sudah mencari info siapa yang sudah melalukan perbuatan setan itu pada keluarga mu" ucap Devan berbisik pada Rendra
__ADS_1
Rendra menatap Devan dengan wajah penasaran.
"Kamu tenang saja ini menjadi rahasia kita, dan sebaiknya kamu pecat tuh satpam baru dirumah ini yang masih muda itu, dia salah satu sumber bencana juga" ucap Devan serius, Rendra pun menganggukan kepala
"Ingat ya berhati-hati dalam bertindak, aku akan selalu bantu kamu, Oh ya aku mau lamaran, aku berharap kamu bisa datang ke acara aku, Astaghfirullah hampir lupa aku, yang gangguin keluarga kamu adalah.." ucap Devan terpotong mendengar ada yang masuk
Ceklek ... pintu kamar terbuka
"Mas Rendra sudah bangun" ucap Fatimah mendekati suaminya
"Fatimah, kira-kira Rendra boleh keluar?" tanya Devan basa basi
"Keluar kemana?" tanya Fatimah penuh selidik
"Ke acara lamaran aku, apa kalian bisa datang? aku sangat berharap kalian bisa hadir di acara hari bahagia aku" jawab Devan sedih
"Kita usahakan ya, tapi tempat acaranya jauh tidak?" tanya Fatimah membersihkan keringat suaminya
"Deket kok, sekitar sepuluh sampe limabelas menit perjalanan dari sini, nanti aku siapkan juga ruangan khusus untuk Rendra istirahat deh" jawab Devan berharap sahabatnya bisa hadir ke acara spesialnya
"Insyaa Allah, kami usahakan untuk datang ke acara kamu, semoga lamarannya benar ya" ucap Fatimah senyum
"Maksudnya apa? lamarannya benar? kamu pikir ini becanda" jawab Devan kesal
"Bukan gitu, kalo di lihat dari yang lain, kamu lah yang tidak pernah serius dalam hal apapun, sedangkan yang lain selalu bersikap serius dan berwibawa malah belum ada niat untuk lamaran" jawab Fatimah jujur
"Mereka semua ngga ada yang gentle, gini-gini aku laki-laki tulen dan gentle, lagian cape hidup tanpa kepastian, aku juga kan ingin merasakan hidup berumah tangga, tidak main-main terus" ucap Devan bersungguh-sungguh
"Semoga niat baik mu, direstui Allah dan berjalan dengan lancar sampai hari pernikahan tiba ya" jawab Fatimah sambil memberikan minum pada suaminya
"Oke, aku mau ngobrol dengan yang lain di luar, nanti aku numpang makan ya" ucap Devan nyengir
Rendra hanya geleng-geleng melihat tingkah Devan.
"Tunggu saja, masakannya juga belum matang" jawab Fatimah, Devan keluar dari kamar Rendra untuk bertemu dengan keluarga yang lain
__ADS_1
"Kamu di bangunin sama Devan?" tanya Fatimah melihat suaminya, Rendra menggelengkan kepala
"Aku pikir dia mengganggu kamu istirahat" ucap Fatimah mengambil baju suaminya yang bersih untuk digantikan baju yang basah dengan keringat.