BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Rencana Rendra


__ADS_3

"Nanti di obatin malah marah-marah dengan ustad Ryan, kan ngga enak ayah Bahri jadinya" jawab Fatimah pura-pura


"Ngga akan marah, janji deh, asal ustad Ryan ngga aneh-aneh juga" ucap Rendra


"Janji loh ayah, mau di obatin ustad Ryan, dulu Dito juga di obatin oleh beliau, Alhamdulillah sembuh" ucap Dito memberi semangat untuk Rendra


"Kamu di obati kenapa?" tanya Rendra penasaran


"Dulu waktu kelas satu SD aku kecelakaan sama ibu, tapi yang parah aku, sampe ngga bisa jalan ya bu, lalu kata dokter aku lumpuh permanen, tapi Atas kuasa Allah lewat perantara ustad Ryan, Alhamdulillah aku sekarang baik-baik saja dan prediksi dokter salah semua, karena Allah lah yang mempunyai rencana" jawab Dito menjelaskan pada ayahnya


"Jadi Dito pernah mengalami juga, tapi ayah sudah kedua kali seperti ini, apa iya masih di obati" jawab Rendra pelan melihat ke kakinya


"Ayah, percayalah dengan kuasa Allah, sebaik-baiknya manusia punya rencana, tapi jauh lebih baik rencana yang Allah berikan pada umatnya, ayah harus berpikir positif pada Allah atas kebesaran yang Allah miliki, ingat ayah hanya Allah" ucap Ayu memberikan semangat untuk ayahnya sembuh


"Obat yang paling sakti dari segala obat iyalah bacaan ayat-ayat Allah, jadi kita sama-sama belajar untuk selalu dekat dengan Allah SWT, obat dokter hanyalah sampingan saja, ingatlah obat utama adalah meminta pada sang Maha Kuasa" sahut Fatimah lembut


"Terima kasih, atas kasih sayang yang kalian berikan selama ini pada ku, aku juga minta maaf apabila selama ini sudah membuat kalian tersiksa lahir dan batin hidup dengan ku" jawab Rendra sedih Fatimah dan kedua anaknya begitu sayang dengan dirinya secera tulus


"Jadi besok ayah mau kan lanjut pengobatan dengan ustad Ryan?, dia baik kok hanya saja suka jahil" ucap Dito santai


"Iya ayah mau, tapi kalo jahilnya seperti kemarin entahlah" jawab Rendra pelan


"Jahil seperti kemarin? emangnya jahil apa?" tanya Ayu penasaran, Dito pun sama jadi ikut penasaran


"Bukan jahil apa-apa, lupakan saja ya, terima kasih kalian sudah bantuin ibu ngasih kejutan buat ayah" jawab Fatimah lembut dengan kedua anaknya


"Kita ngadain syukuran ngga bu?" tanya Dito menatap ibunya


"Bagus tuh ngadain, kita adain disini, itung-itung syukuran kondisi ku yang perlahan membaik, lalu buat kejutan untuk anak-anak santri disini, atau seperti kompetisi, itu kamu saja dengan ayah yang mengatur, jadi para santri lebih semangat" jawab Rendra semangat


"Kompetesi? sepertinya ide yang bagus, berarti ngga mungkin kan kita ngadainnya besok, minimal persiapan satu minggu, biar maksimal" ucap Fatimah memberi usul

__ADS_1


"Iya benar, kalo mendadak kasihan, nanti pengurus santri juga keteteran, takutnya mereka semua sudah ada jadwal kegiatan yang lain untuk santri" sahut Ayu membenarkan perkataan ibunya


"Ngga masalah, kalo gitu kita izin dengan ayah bahri tinggal disini selama satu minggu lebih, jadi Ayu dan Dito berangkat sekolah dari sini saja" ucap Rendra lebih semangat dari yang sebelumnya


"Apa mas Rendra ngga apa-apa tinggal disini lebih lama, disini kan kasurnya ngga begitu luas, takut mas Rendra ngga nyaman" jawab Fatimah khawatir


"Aku disini nyaman aja kok, justru enak kasurnya ngga terlalu besar, jadi kan kita semakin nempel" ucap Rendra tersenyum membuat Fatimah memberi kode mata, samping mereka ada anak-anak


"Hoaammm, kita keluar yuk dek, ngantuk" ucap Ayu pura-pura ngantuk mengajak adiknya keluar


"Ho'oh, aku juga ngantuk nih" jawab Dito berjalan keluar dengan Ayu


Rendra dan Fatimah jadi canggung, Rendra lupa kalo masih ada anak-anak di dalam kamar.


"Kita lanjut istirahat aja ya, besok kita bicarakan rencana ini pada ayah dan ibu" ucap Fatimah menghilangkan keheningan


"Aku juga terasa pusing" jawab Rendra dari tadi menahan sakit kepalanya


"Mas Rendra kenapa?" tanya Fatimah khawatir mendengar suaminya sakit kepala


"Tapi kata dokter baik-baik saja, apa perlu periksa lagi" tanya Fatimah bingung


"Loh, kan kamu sendiri tadi yang bilang, obat dari segala obat yang paling mujarab adalah ayat-aya Al-Quran, sekarang kenapa kamu malah nyuruh aku ke dokter" jawab Rendra santai menatap lucu Fatimah yang terdiam bingung


"Hmm, aku... aku hany...." ucap Fatimah semakin bingung


"Sudahlah, kita istirahat saja ya, lihat kamu seperti itu jadi membuat aku gemas dengan mu" jawab Rendra mencium pipi Fatimah.


Keesokan harinya, Fatimah dan Rendra menceritakan ke inginan Rendra ingin membuat acara kecil-kecilan di pondok pesantren, dan rencana Rendra juga menambah ingin membuat Khitan Masal untuk semua warga yang ada di sekitar pondol pesantren tanpa dipungut biaya apapun.


Rencana Rendra mendapat dukungan penuh dari Kyai Bahri, dia senang ternyata Rendra memiliki rasa kemanusiaan kepada masyarakat sekitar. Kyai Bahri akan berkordinasi dengan pihak pondok, karena disini juga ada anak-anak yang usianya masih kelas 2 SD, jadi mereka sepakat apabila Khitan Masal dilakukan lebih dulu untuk anak santi dibawah umur, baru untuk warga

__ADS_1


Pihak pondok akan berkordinasi lagi dengan pihak rukun tetangga disekitar, jadi pak RT lah yang akan memdata warganya yang mau ikut serta agar anaknya di khitan.


Kini Ustad Ryan mencoba mengobati lagi kaki Rendra yang masih terasa tegang saat dipegang bagian kakinya, tidak lupa ustad Ryan memintaa maaf, karena kemarin sebenarnya hanyalah becandaa disuruh Kyai Bahri, Rendra jadi malu sendiri ternyata dia kerjai oleh ayah mertuanya.


Ayu dan Dito seperti biasa melakukan kegiatan belajarnya, mereka di antar jemput oleh Diman. Sedangkan Fatimah dan ibunya lagi diskusi masalah hal-hal yang dibutuhkan serta hitungan biaya, biasanya namanya juga ibu-ibu.


Rendra sudah diberikan terapi-terapi kecil untuk kakinya, sebelumnya Rendra sudah mulai merasakan sedikit sakit pada bagian kaki tapi masih kaku dan berat untuk digerakan, jadi ustad Ryan menyarankan selama Rendra disini dia harus melakukan terapi kecil.


Fatimah selesai diskusi dengan langsung pulang kerumah utama, dia khawatir dengan kondisi Rendra yang saat ini sedang terapi, sebenarnya Fatimah tidak ingin meninggalkan Rendra, tapi ini semua permintaan ustad Ryan agar hanya para lelaki yang ada di dalam kamar Rendra.


"Mas Rendra sudah selesai terapinya, apa yang dirasa saat ini?" tanya Fatimah melihat wajah Rendra seperti kelelahan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2