
Fatimah yang ingin mengantarkan cemilan untuk Ayu terhenti di depan pintu kamar Ayu yang sedikit terbuka, dia mendengarkan Ayu tersenyum dan tertawa seperti Ayu yang dulu.
"Alhamdulillah, Ayu terlihat senang, tapi siapa yang menghubungi Ayu, hingga bisa membuat Ayu bahagia begitu? apa Rama?" lirih Fatimah masih memperhatikan Ayu
Fatimah semakin penasaran, tapi dia belum berani untuk langsung menemui anak gadisnya itu.
"Kalo memang benar itu Rama, jadi kebahagian Ayu adalah Rama" lirih Fatimah lagi
Tak lama terdengar suara deruan suara mobil.
"Itu pasti mas Rendra, lebih baik aku samperin mas Rendra dulu dan bertanya padanya" ucap Fatimah pelan-pelan menuruni anak tangga
"Assalamu'alaikum" ucap Rendra tersenyum melihat Fatimah menghampirinya
"Wa'alaikumsalam" jawab Fatimah mencium tangan suaminya
"Anak-anak mana?" tanya Rendra mencium kening Fatimah
"Di dalam kamar masing-masing, ada yang mau bunda bicarakan sama ayah, tapi ayah bersih-bersih dulu ya" jawab Fatimah lembut
"Mandiin ya" sahut Rendra menggoda Fatimah
"Bayi tua ayah mah" ucap Fatimah beriringan masuk ke dalam kamar
15 menit Rendra mandi, Fatimah dengan sudah menyiapkan minum dan cemilan di dalam kamar untuk suaminya itu.
"Enak seger habis mandi, apalagi kalo dimandiin nih tambah seger" ucap Rendra duduk di samping Fatimah
"Jangan bahas itu lagi, mau bicara serius ini" sahut Fatimah kesal dengan Rendra
"Aduh sayangnya ayah ngambek, ayo mau bicara apa, ayah akan sedang senang hati mendengarkannya" ucap Rendra tersenyum
"Tadi bunda liat Ayu lagi telponan terus senyum-senyum, lalu tertawa, apa iya itu Rama yang menelpon Ayu?" tanya Fatimah penasaran
"Huft, tadi ayah cerita dengan Rama kalo Ayu semenjak Rama menghilang menjadi berubah, tapi ..." ucap Rendra terpotong
"Tapi apa? kalo bicara jangan diputus begitu" sahut Fatimah panasaran
"Yang mutus omongan Bunda sendiri, kenapa ayah yang salah" jawab Rendra gemas dengan Fatimah, semakin kesini semakin manja, Rendra lebih suka Fatimah manja dibandingkan menjadi wanita kuat
__ADS_1
"Maaf, lagian kelamaan bicaranya" ucap Fatimah cemberut
"Ayah menguping sedikit antara Rama dan ayah Yudha, katanya Rama menitipkan nama ke salah satu Kyai di pondok sana, untuk santriwati yang ingin berta'aruf dengannya, ayah dari tadi berpikir apa kita jodohkan saja dengan Ayu, tapi ayah takut Ayu tersakiti" sahut Rendra menyandarkan tubuhnya di sofa
"Coba kita bicara dengan Rama lagi mengenai Ayu, sebelum ke Rama, malam ini kita tanya Ayu dulu" ucap Fatimah menatap suaminya
"Ayah ngga mau menyesal dikemudian hari mengenai Ayu dan Rama, pasti ayah akan merasa sangat bersalah telah menjodohkan mereka" sahut Rendra mengusap wajahnya dengan kasar
"Jika Ayu bersedia menerima Rama, itu berarti dia menerima semua kekurangannya, dan jika mereka menikah, urusan rumah tangga ada ditangan mereka bukan di tangan kita lagi, kita hanya bisa memantau dari jauh tanpa ikut campur, dan menasehati mereka apabila terlihat melakukan kesalahan, hanya nasehat tidak lebih" tutur Fatimah menenangkan Rendra
"Habis makan malam, kita bicara dengan Ayu" ucap Rendra yakin
"Ayah info juga pada Rama kalo, ayah dan bunda ingin bicara, sebelum Rama menemukan jodohnya di sana" sahut Fatimah memberi saran, Rendra mengambil ponselnya dan mengetikan pesan ke kontak baru Rama, untungnya dia tadi sempat minta pada Lula sepupunya itu.
π Rendra
Rama, ini gua Rendra, gua sama Fatimah ingin bicara penting dengan lu, sebisa mungkin segeralah datang ke kota, ini mengenai Ayu.
"Sudah aku chat, tinggal tunggu balasan" ucap Rendra menatap Fatimah
"Pasti mereka masih berkomunikasi, makanya Rama belum membalas chat ayah" sahut Fatimah menduga-duga
"Alhamdulillah, setidaknya Rama punya kegiatan disana, bisa jadi itu uang hasil jual rumah, dia manfaatkan buka usaha, dikampung kan usahanya terbatas ngga seperti di kota apapun mudah asal punya uang" jawab Fatimah
"Sudah yoo, kita makan, ayah jadi lapar, kebanyakan cerita dan mendengar cerita" ucap Rendra tersenyum lalu mengajak istrinya
Dimeja makan terlihat sekali Ayu berubah sedikit agak ceria tidak seperti kemarin, dan sudah bisa tersenyum lagi. Fatimah juga bilang kalo ingin bicara berdua dengan Ayu sesama perempuan, dia sengaja ngga menyebut nama Rendra, takut Dito ingin ikut bergabung dengannya.
Selesai makan Fatimah serta Rendra sudah duduk santai diruang tv, sedangkan Ayu izin sebentar menyelesaikan tugasnya, dia tadi lupa karena terlalu asik telponan dengan Rama.
"Ayah, bunda" panggil Ayu tersenyum, duduk di sofa tunggal samping Rendra
"Anak ayah terlihat bahagia sekali, dari tadi ayah perhatikan banyak tersenyum" ucap Rendra pura-pura
"Biasa aja kok ayah, oh iya ayah, kata guru Ayu, disuruh pilih jalur negeri dulu kuliahnya, siapa tau masuk, soalnya nilai Ayu dari rapot-rapot aja bagus" jawab Ayu antusias
"Apapun pilihan Ayu dan itu baik untuk Ayu, akan selalu ayah dukung, oke" sahut Rendra tersenyum
"Terima kasih ayah, bunda, lalu sekarang ayah dan bunda mau bicara apa?" tanya Ayu penasaran
__ADS_1
"Bunda ingin tanya, bagaimana perasaan kamu terhadap Rama?" tanya Fatimah pelan
"Rama? maksudnya kak Rama teman ayah?" tanya Ayu
"Iya, Rama teman ayah, perasaan kamu dengan dia seperti apa? hanya sekedar suka, sayang atau bahkan sampai cinta?" tanya Rendra
"kok ayah dan bunda malah ngomongin ini sih, kirain Ayu pikir ayah dan bunda mau membahas masalah kuliah" jawab Ayu cemberut dan malu
"Bunda hanya ingin tau hati kamu aja, bunda ngga akan marah, apabila memang Ayu cinta dengan Rama" ucap Fatimah lembut
"Ayah tadi habis bertemu dengan Rama" sahut Rendra memancing, Ayu kaget mendengar ayahnya habis bertemu Rama
"Ngapain? ayah ada kerjaan bareng?" tanya Ayu penasaran
"Ayah ketemu dengan orangtuanya Rama, dan orangtuanya Rama memberikan Rama waktu singkat, untuk Rama membawa calon istri untuk diperkenalkan, bila waktunya habis Rama belum dapat calon istri maka Rama akan di jodohkan oleh orangtuanya" jawab Rendra bohong, Fatimah yang mendengar ucapan suaminya bingung, dan kenapa suaminya harus bohong pada Ayu
"Jadi, intinya pilihan ada di pada dirimu, jika kamu cinta dengan Rama katakan pada ayah dan bunda" ucap Rendra lagi menatap Ayu yang menunduk terkejut dengan ucapan Rendra bahwa Rama akan dijodohkan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ Like
π Komen
π Hadiah
ποΈ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Kesetiaan Cinta Yusuf ππΌππποΈ
__ADS_1
Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.