BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Bertemu Nabila Dan Haikal


__ADS_3

Sesampai dirumah sakit Rendra dan Fatimah berjalan beriringan, saling berpegangan tangan, para suster yang melihat terkejut atas perubahan pada Rendra, kemarin masih menggunakan kursi roda sekarang berjalan santai dengan istrinya.


"Itu dokter Rendra kan? cepat sekali bisa sembuh" bisik suster pada yang lain


"Iya benar, berarti istri dokter Rendra hebat bisa mengurusnya" jawab suster


"Beruntung sekali dokter Rendra mendapatkan istri yang sabar dan setia menemani dirinya dalam ke adaan terpuruk kemarin" sahut suster satu lagi


"Ehmm" deheman seseorang membuat para suster bungkam


"Pada gosipin siapa?" tanya Devan tegas,


"Anu dok... heh itu" ucap suster takut melihat Devan


"Anu itu anu itu, jawab yang benar" bentak Devan


"Itu dok, tadi dokter Rendra dan istrinya datang, tapi tidak menggunakan kursi roda lagi" jawab suster lain


"Maksudnya gimana? ngga pakai kursi roda? lalu dokter Rendra di gendong gitu" tanya Devan bingung


"Bukan dok, tapi dokter Rendra berjalan beriringan dengan ibu Fatimah, saling genggam tangan kok, ngga mungkin kita salah lihat" jawab suster santai


"Dokter Rendra itu lumpuh, belum bisa jalan, dan baru berapa hari ini kan kontrol ke sini" sahut Devan ngga percaya


"Itu dia dok yang membuat kita ngomongin dokter Rendra, karena ibu Fatimah hebat bisa menemani dokter Rendra yang dikatakan terpuruk sekarang bangkit dengan begitu cepat" jawab suster antusias


"Benar juga kamu, saya mau nemui, semakin penasaran saya" ucap Devan meninggalkan para suster ciwi-ciwi genit itu


Devan berjalan dengan cepat, sudah ngga sabar ingin melihat sahabat sekaligus saudara baginya.


Bugh ...


"Eh jalan tuh santai aja napa?" ucap Haikal menggandeng tangan Nabila


"Kapan lu datang ke sini, bukannya masih liburan kalian berdua" sahut Devan


"Baru nyampe gua, mau ambil jam ketinggalan, lagian lu ngapain buru-buru amat, perasaan ngga ada pasien darurat deh" jawab Haikal


"Tadi suster pada bilang, kalo melihat Fatimah dan Rendra datang saling bergandengan tangan sama kaya lu" ucap Devan


"Van, lu lupa, kalo mereka itu suami istri wajar aja gandengan tangan lah" sahut Haikal aneh melihat Devan


"Dodol, bukan gitu maksud gua tuh Rendra udah ngga lumpuh lagi kata suster yang pada lihat, dia jalan nih sama seperti kita begini" jawab Devan mencontohkan


"Hah, serius Rendra jalan?" tanya Nabila kaget


"Lah, lu sepupunya ngga tau gimana sih" jawab Devan geleng-geleng kepala


"Ih, aku tuh tinggal sama papih Ammar, bukan sama Rendra lagi" sahut Nabila sinis


"Jadi cewe jangan jutek-jutek banget napa" ucap Devan meninggalkan Haikal dan Nabila

__ADS_1


"Van, tunggu gua juga mau tau" panggil Haikal menarik Nabila berlari kecil mengejar Devan


Ceklek ...suara pintu terbuka


"Ngapain lu semua" ucap Rendra dingin menoleh ke arah pintu


"Pengen tau kesehatan lu, tunggu ngomong-ngomong kursi roda lu kemana?" tanya Devan basa basi


"Alhamdulillah, gua udah ngga pakai kursi roda" jawab Rendra santai


"Alhamdulillah" ucap serempak


"Berarti beralih ke tongkat dong" sahut Haikal pura-pura


"Ngga pake tongkat juga, yang gua pake saat berjalan hanya tangan istri gua" jawab Rendra melirik Fatimah


"Hubungan kalian sudah jauh ya?" tanya Fatimah melihat Nabila


"Maksud kaka ipar apa?" tanya Nabila bingung


"Tuh, sudah gandeng-gandeng, terus liburan bersama pula" jawab Fatimah tersenyum, Rendra langsung melihat ke arah tangan Nabila, Nabila segera melepasnya


"Jangan julid deh" ucap Nabila menahan malu


"Segera resmikan, jangan ditunda lagi, tuh lihat Devan dua minggu lagi menikah, masa lebih gentle dia" ledek Rendra pada Haikal


"Iyalah gua gentle, kan gua laki-laki tulen" sahut Devan tertawa


"Bukan begitu, lagian lu dari dulu udah suka dengan Nabila tapi kenapa baru sekarang dekatinnya" ucap Rendra


"Iya ... iya gitu deh, kenapa jadi bahas gua sama Nabila" sahut Haikal


"Fatimah, mau tau rahasia ngga?" ucap Devan tersenyum


"Rahasia apa?" tanya Fatimah melihat Devan


"Kemarin, gua lihat Rama dan Ayu lagi lunch berduaan di cafe dekat sekolah Ayu" jawab Devan tersenyum lagi


"APA!!!" teriak Fatimah membuat yang lainnya kaget


"Biasa aja kalo kagetnya, bikin jantungan aja" ucap Devan


"Lu beneran lihat Ayu dan Rama berduaan?" tanya Rendra menyelidiki


"Iya bro, kan gua juga lagi disitu sama cewe gua, disana itu cafenya romantis" jawab Devan santai


"Dasar tukang ngadu" sahut Nabila


"Maksud kamu apa Nabila?" tanya Fatimah menatap lekat Nabila


"Eh, maksudnya, ngapain juga Devan ngadu-ngadu ke kamu, itukan privasi mereka kaka ipar" jawab Nabila bingung

__ADS_1


"Tetap saja ini salah caranya" ujar Fatimah


"Kita cari cafe yuk buat ngobrol" ucap Haikal


"Saya mau langsung pulang aja, kalo mas Rendra mau kumpul silahkan" jawab Fatimah berjalan meninggalkan suami dan teman suaminya


"Pasti dia marah" ucap Nabila pelan


"Sayang tunggu" panggil Rendra mengejar istrinya yang berjalan cukup cepat


"Sayang, jalannya jangan cepat-cepat, kaki ku masih terasa sakit kalo berlari" ucap Rendra membuat Fatimah berhenti dan menoleh


"Katanya kalian mau kumpul" ucap Fatimah pelan


"Bunda sayang, nanti kita tanya dengan Ayu baik-baik ya, jangan memendam emosi sendirian" sahut Rendra lembut


"Ayu ngga cerita apapun sama aku, selama ini aku selalu bilang dengan Ayu sebelum dia lulus SMA, tidak boleh dekat dengan siapapun, dan disaat dia sudah menikah, jika ada laki-laki serius suruh datang kerumah menemui ku, aku hanya ngga mau Ayu masuk salah pergaulan" jawab Fatimah terlihat emosi


"Iya, ayah ngerti, tapi kita tanya baik-baik, dari hati ke hati antara ibu dan anak, jika bunda emosi ayah pastikan Ayu akan takut dan menutupi semuanya" ucap Rendra tenang


"Bunda ngga akan emosi kok" sahut Fatimah pelan


"Sekarang kita pulangnya, sebelumnya kita kesekolah Dito untuk menjemputnya, nanti kita lihat ke sekolah Ayu apakah ada cafe terdekat disana dan kita makan siang disana" ucap Rendra mencium kening Fatimah


Diperjalanan menuju sekolah Dito, Fatimah lebih banyak diam, dia memikirkan anak gadisnya, dalam otaknya penuh pertanyaan, apa Ayu dan Rama mempunyai hubungan spesial atau hanya teman saja.


Kenapa Ayu ngga cerita dengan ku, biasanya anak itu selalu cerita kalo ada hal apapun, Ayu berubah sekarang. Batin Fatimah


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2