BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Rendra Masih Gelisah


__ADS_3

"Masa lalu ayah berarti?" tanya Fatimah setelah Rendra selesai menjelaskan


"Tapi ayah yakin, ayah tidak pernah tidur dengannya" jawab Rendra sendu


"Kondisi ayah saat itu kan mabuk, jadi tidak tau apa yang terjadi, saksi kunci ayah sudah meninggal lebih dulu, saat ini yang ada dipikiran kita hanya menduga duga saja, entah benar atau tidak, tunggu saja sampai teman ayah itu memberikan bukti" sahut Fatimah


"Jika itu bukti nyata dan dia benar, apa yang akan bunda lakukan?" tanya Rendra mulai cemas


"Bunda belum tau harus bertindak seperti apa, lalu bukti yang dia kasih berupa video atau gambar juga belum ada di kita saat ini, jadi lebih baik kita lupain aja masalah ini" jawab Fatimah mencoba tenang


"Misal, bukti itu sampai ke tangan Dito, bagaimana?" tanya Rendra masih ada rasa takut


"Bunda sudah sering kali bilang sama Dito dan Ayu, apabila ada hal aneh yang datang pada mereka yang menyudutkan kamu atau menjelekan kamu sebisa mungkin tanya lebih dulu pada bunda, jadi jangan menghakimi orang dari satu pihak, ayah tenang saja Dito dan Ayu sudah paham" tutur Fatimah


Rendra memeluk Fatimah dengan perasaan bersalahnya, masa lalu yang buruk.


"Maaf, ayah bukan laki laki terbaik untukmu" lirih Rendra


"Manusia itu punya masa lalu yang berbeda, dan hampir semua orang masa lalu nya tidak ada yang bagus, makanya banyak orang pada hijrah dan segala macem, hanya ingin merubah dari hal buruk dimasa lalu dan mencari ridha Allah agar saat ini dirinya menjadi lebih baik, kita hanya bisa berubah ke arah baik hingga takdir menjemput kita, namanya juga penyesalan pasti akan datang diakhir, kalau di awal pendaftaran, kalau di tengah tengah perkenalan" sahut Fatimah tersenyum pada Rendra, dia sedikit becanda supaya tidak terlalu tegang suasanya


"Apa bunda akan meninggalkan ayah, setelah tau kenyataan dari bukti itu?" tanya Rendra menatap Fatimah dengan air mata menetes


"Menyelesaikan masalah dalam rumah tangga, tidak seperti menyelesaikan masalah saat masih pacaran, ada masalah sedikit putus, rumah tangga ini sakral, saat ayah ijab Arsy bergetar, malaikat menyaksikan, jadi tidak semudah bilang, maaf ya "cerai", itu salah, tapi kita harus berjuang bersama mencari solusi kedepannya" jawab Fatimah


"Pasti bunda akan mendiamkan ayah, atau mencuekan ayah, tidak mau bicara lagi sama ayah" ucap Rendra menduga duga


"Hahaha, buktinya aja belum ada, kenapa mikirnya sudah sampai sana, lebih baik pikirkan bagaimana caranya saat ini dan seterusnya membahagiakan anak anak, hal yang belum pasti abaikan, nanti hati mu sakit batin mu sakit" tutur Fatimah menenangkan suaminya


"Emang anak anak saat ini tidak bahagia?" tanya Rendra


"Menurut ayah bahagia tidak? kita jadi orangtua sudah benar atau belum?" tanya balik Fatimah

__ADS_1


"Ayah kan memberikan segalanya untuk mereka" jawab Rendra


"Kebahagian itu bukan semata mata dari segi materi ayah, tapi dengan perhatian kecil yang kita berikan, komunikasi yang baik setiap harinya, mendengarkan keluh kesah anak, apa itu sudah kita lakukan saat ini?" ucap Fatimah


"Belum" jawab Rendra singkat padat jelas


"Jadi?" tanya Fatimah


"Kita quality time dengan anak anak" ucap Rendra menatap Fatimah


"Dengan cara?" tanya Fatimah lagi


"Ajak satu persatu anak kita, makan diluar lalu menanyakan keluh kesah mereka" jawab Rendra mulai santai


"Tidak perlu makan diluar, kita bisa buat sendiri suasana yang berbeda di halaman belakang, kita hias agar menjadi lebih nyaman dan damai" ucap Fatimah


"Terserah bunda saja, ayah akan mendukungnya, sekalian besok ayah undang teman yang ahli menghias taman" sahut Rendra


"Ada" jawab Rendra


"Apa?" tanya Fatimah


"Tentang perasaan bunda pada ayah, setiap kali ayah bilang i love you, bunda hanya jawab hmmm, bahasa apa itu" ucap Rendra kesal


"Apa harus dijawab lengkap?" tanya Fatimah yang sebenarnya dia malu menjawabnya


"Iyalah, bunda itu harus menjawab I love you too, kalau tidak membalas ucapan ayah berarti benar dugaan ayah, selama ini bunda tidak benar benar mencintai ayah" jawab Rendra cemberut


"Bunda ini bukan anak muda lagi yang dengan santai membalas ungkapan perasaan, ayah lupa usia kita beda jauh, bunda lebih tua jadi sulit untuk seperti anak muda" ucap Fatimah


"Usia tidak masalah bunda, kenapa harus di bahas si usia, orang mana dia itu, ayah tidak kenal dengan yang namanya usia" sahut Rendra

__ADS_1


"Sudah belum, bunda mau panggil baby R, kasihan takut dia haus mau susu" ucap Fatimah mengalihkan


"Selalu pindah topik setiap kali membahas itu" sahut Rendra rebahan dan memejamkan matanya


Fatimah hanya tersenyum melihat tingkah suaminya, sangat jelas masih ke kanak kanakan.


"I love ayah Rendra" bisik Fatimah ditelinga Rendra, seketika mata Rendra terbuka dan melihat istrinya sudah berjalan keluar kamar


"Kenapa langsung pergi coba, belum aku jawab" gerutu Rendra


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2