BEDA USIA? TAK MASALAH

BEDA USIA? TAK MASALAH
Mencari Rama


__ADS_3

"Gua minta maaf, ini semua karena kesalahan gua, jika Rendra sudah ngga menganggap gua sahabat gua rela, gua nyesel" ucap Rama duduk juga di samping Haikal dengan airmata yang sudah menetes karena persahabatannya hancur setelah lama terjalin


"Kita sama-sama bicara dengan Rendra nanti, saat pikirannya sedikit tenang, setidaknya setelah Ayu sadar" sahut Devan merasa kasihan dengan Rama


Mereka bertiga menunggu di ruang tunggu, mereka ingin tau kondisi Ayu terkini.


Ruangan Ayu


"Ayu, sudah sadar nak" ucap Fatimah melihat Ayu membuka mata, Rendra mendekati juga


"Apa yang sakit sayang" sahut Rendra panik


"Ayu baik-baik saja bun, ayah, hanya terasa pusing" jawab Ayu lemah


"Ayu harus tenang, jangan banyak pikiran, supaya kepalanya tidak pusing lagi" ucap Rendra perhatian


"Terima kasih ya, ayah." jawab Ayu pelan


Ceklek ... suara pintu terbuka


"Maaf, saya lancang masuk" ucap Rama kabur dari Haikal dan Devan


"Ngapain lu kesini?" bentak Rendra mendekari Rama


"Rend, gu..gua mau minta maaf, gua sayang Ayu, ngga mungkin gua sengaja menyakitinya" ucap Rama pelan dengan mata bengkak


"Denger gua baik-baik, detik ini juga lu bukan lah siapa-siapa gua, dan jauhin anak gua, paham lu" sahut Rendra penuh penekanan


"Tolong Rend, jangan begini" ucap Rama memohon


"Pergi lu dari sini" sahut Rendra menahan emosi


Fatimah dan Ayu hanya diam saja melihat suami dan temannya itu. Rama melirik Ayu yang sedang terbaring dengan perasaan bersalah


"Terima kasih Rend, sudah baik dengan gua dan keluarga gua, oh iya apa yang gua punya itu semua berkat pertolong lu dan papih Ammar, jadi gua kembalikan semua, dan gua ngga akan mengganggu lu ataupun Ayu lagi" ucap Rama mengeluarkan beberapa atm, stnk dan kunci mobil dan dia taro di atas meja


"Huft, Fatimah, maaf saya sudah menyakiti Ayu" ucap Rama pelan tatapannya sekarang pada Ayu


"Maaf ya Ayu, lekas sembuh" ucap Rama lagi kembali meneteskan airmata


"Sekali lagi, gua sangat-sangat berterima kasih Rend, gua ngga akan melupakan kebaikan lu, sampai gua mati, percayalah Rend, gua ngga mungkin menyakiti Ayu" timpal Rama keluar dari ruangan Ayu dengan perasaan sedih

__ADS_1


Ya Allah, persahabatan hamba hancur seketika, engkau benar, mudah bagi-Mu menjatuhkan orang yang sombong seperti hamba, Maafkan hamba Ya Allah, telah banyak menyakiti perasaan oranglain. Gumam Rama dalam hati.


Rama meninggalkan rumah sakit dengan uang seadaanya di dompet, karena kartu atm semua sudah dikembalikan kepada Rendra. Atm itu milik pribadi Rama tapi selama ini Rama berbisnis selalu memakai uang Papih Ammar dan uang Rendra, walaupun Rama tau itu semua belumlah cukup untuk menggantikan yang keluarga Rendra berikan. Rama juga tidak lupa membuat pesan singkat untuk Rendra yang berisi permintaan maaf lagi dan pin-pin atm yang diberikannya.


Rama memutuskan untuk kembali ke desa dengan sisa modal yany dia punya, Rumahnya yang saat ini dia jual untuk tambahan.


Seminggu setelah Rama pergi, Devan, Haikal dan Rendra sudah tidak berkomunikasi, bahkan Devan serta Haikal mencari keberadaan Rama.


"Kita temui Rendra aja, tanya sama dia apa yang terjadi sebenarnya" ucap Haikal menatap Devan


"Ayolah kita coba, sekarang kita meluncur" jawab Devan bergegas kerumah Rendra


Sampai dirumah Rendra, penjaga masih baik memberikan mereka berdua masuk untuk menemui Rendra, itu juga perintah dari Fatimah, apabila ada sahabat Rendra suruh masuk langsung.


"Halo, Fatimah apa kabar?" ucap Devan santai


"Alhamdulillah kabar baik, ada apa kalian berdua kesini?" tanya Fatimah ramah


"Rendra ada?" tanya Haikal tidak melihat Rendra


"Ada di kamar, tadi lagi istirahat" jawab Fatimah santai


"Boleh kita bertanya sesuatu?" tanya Devan pelan


"Apa yang terjadi antara Rama dan Rendra saat dirumah sakit?" tanya Haikal pelan


"Kenapa tidak bertanya langsung dengan Rama?" tanya balik Fatimah yang enggan menceritakan, apalagi ini bukan ranah dia untuk menjelaskan


"Justru itu kita bertanya, karena Rama sudah tidak tinggal disini, rumahnya sudah dijual, bahkan ponsel juga tidak aktif lagi, kami khawatir" ucap Haikal tenang


"Saya panggil mas Rendra aja, biar dia yang menjelaskan, kalo saya yang cerita, rasanya tidak pantas" jawab Fatimah berjalan ke kamar untuk memanggil Rendra


"Gimana ini bro" ucap Devan pada Haikal


"Tunggu Rendra aja lah, niat kita kan bertanya sama dia" jawab Haikal berusaha tenang


"Ngapain lagi kalian kesini" sahut Rendra datar


"Rend, apa kabar" ucap Devan dan Haikal berbarengan


"Ngga usah basa basi, langsung aja" jawab Rendra datar

__ADS_1


"Kita hanya ingin bertanya, apa yang terjadi saat itu antara lu dan Rama" tanya Haikal pelan


"Tanya saja langsung dengan orangnya" jawab Rendra santai


"Sayangnya Rama menghilang, rumahnya pun sudah dijual, kata yang beli rumah Rama, katanya Rama memohon agar rumahnya di beli oleh orang itu, dia lagi butuh uang, dan perusahaan juga sudah pindahkan ke nama lu semua Rend, berarti saat ini Rama tidak punya apa-apa, di tambah terakhir dengar itu ayahnya Rama harus sering cuci darah, tolong jelaskan Rend, setelah itu kita akan pergi" ucap Haikal


Rendra menjelaskannya semua apa yang terjadi saat terakhir ketemu Rama dirumah sakit kala itu, dan selebihnya Rendra sangat tidak tau lagi.


"Terima kasih informasinya Rend" ucap Haikal ramah


"Gua cuma mau mengingatkan lu Rend, sebelum lu membenci Rama, lu lihatlah kebaikan yang pernah dia lakukan sama lu, dia ikut berjuang saat mamih dan adik lu sakit, bahkan dia yang selalu ada buat mamih dan adik lu jangan sampai 10 kebaikan hilang hanya karena 1 kesahalan" tutur Devan


"Van kita pergi dari sini, dan kita cari sahabat kita yang sedang membutuhkan kita sekarang" ucap Haikal tegas dan berjalan lebih dulu ke pintu keluar


Kepergian Devan dan Haikal dari rumahnya membuat Rendra berpikir dengan keras, dia sampai lupa melupakan semua kebaikan Rama padanya dan keluarganya, bukan hanya dia dan papih Ammar yang selalu memberikan kebaikan pada Rama tapi sebaliknya.


Rendra sedang berpikir, dimana kira-kira Rama berada saat ini, kalo memang dirumah orangtuanya ngga ada, kemana Rama pergi.


"Ayah" panggil Fatimah menyadarkan Rendra dari lamunannya


"Ayah, ayah kenapa?" tanya Fatimah heran melihat suaminya melamun


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Beda Usia, Tidak Masalah" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Kesetiaan Cinta Yusuf πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Kedua cerita ini masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1.


__ADS_2