Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Bocah di masa lalu


__ADS_3

Emre mengusap kasar wajah nya saat mengetahui sebuah kenyataan dari dokter Dekan Zahid sang paman.


"Maafkan aku son, tapi kami sudah tidak punya pilihan lain, saat ini kita harus bergerak secara diam-diam untuk menghancurkan Suli dan Anwar"


"Bukan hanya kamu, tapi kita semua menjadi korban, bahkan yang paling menyedihkan adalah Emilia istri Gerry lincoln, perempuan itu menurut informasi dari Jihan masih mengalami traumatik masa lalu yang begitu parah"


Seketika Emre ingin tertawa terbahak-bahak, bahkan Jihan tahu soal semuanya tapi perempuan itu hanya diam saja.


Saat semua fikiran nya menjadi kacau, tidak tahu kenapa gadis yang ada di hadapannya itu bisa menghilangkan semua pemikiran nya menjadi pemikiran lain yang berbeda.


"Oh my God, kamu sudah pulang? apa kamu tahu? aku begitu lapar sekali, aku ingin coba memesan makanan online tapi aku ini kenapa jadi miskin sekali, bahkan tidak punya uang sedikit pun untuk memesan makanan, dan kamu pun terlihat kaya tapi rupanya kamu tidak kalah miskin dengan diri ku, di luar terlihat kaya, di dalam begitu menyedihkan, kamu tahi? aku tidak menemukan bahan makanan yang masuk akal di dalam lemari pendingin mu"


Elma terus bicara dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu.


Tiba-tiba suara perut gadis itu bergemuruh.


Kkkrrkkkk


"Ohhh coba dengar, aku benar-benar kelaparan"


Oceh gadis itu lagi.


Emre hanya bisa menatap gadis itu untuk Waktu yang cukup lama, mengingatkan dia pada sosok Elis dimasa lalu.


"Emreeeee"

__ADS_1


karena merasa seperti tidak di dengarkan Elma seketika menepuk-nepuk Emre dan mengejutkan laki-laki itu.


"Tidak kah kamu mendengarkan aku?aku lapar"


"Kita bisa keluar untuk mendapatkan makan-makan"


Jawab Emre cepat.


"Ya? di tengah malam begini?"


Elma bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya.


Alih-alih menjawab ocehan Elma, laki-laki itu membalikkan tubuhnya lantas berjalan menuju ke arah depan.


Elma dengan langkah terburu-buru pada akhirnya mengejar langkah Emre, mengikuti laki-laki itu kemanapun dia pergi.


******


Sejenak Elma memperhatikan kebiasaannya aneh Emre, laki-laki itu terus menyingkirkan bawang bombai dan daun seledri dari dalam piring makanan nya.


"Aku lupa meminta mereka memisahkan nya"


Ucap Emre cepat seolah tahu dengan pandangan bola mata Elma yang menatapi dirinya sejak tadi dalam menyingkirkan bawang bombai dari dalam makanannya.


Sejenak Elma diam beberapa waktu, kemudian gadis itu menaikkan bahunya la lantas kembali melahap makanannya.

__ADS_1


"Apa rasanya begitu aneh? aku fikir rasanya begitu sedap"


Tanya Elma tiba-tiba sambil terus mengunyah makanannya.


Emre tidak terlalu peduli ocehan Elma, tangan nya bergerak membuang sisa seledri dan bawang bombai di piring makanan nya.


"Apakah sama seperti seseorang yang terkena alergi makanan seperti itu? tapi aku fikir orang-orang yang terkena alergi satu makanan respon nya begitu mengerikan sekali, hmmm tingkah mu mengingatkan ku pada seseorang yang aku bantu di masa kecil ku, hmmm aku lupa nama bocah laki-laki Itu, tapi saat kami mendapat kan makan malam di uni emirat Arab, bocah laki-laki itu terus menyingkirkan daun seledri dan bawang bombai dari piring makan nya"


Elma bicara sambil terus mengunyah makanan nya.


"Siapa nama bocah itu dulu? hmmm aku memanggilnya pink karena bocah laki-laki itu menggunakan sepatu berwarna pink seperti perempuan"


Seketika Elma tertawa geli saat mengingat soal masa anak-anak nya.


Sejenak Emre menghentikan gerakan tangan nya, seketika bola matanya menatap ke arah Elma.


"Ya? siapa?"


Alih-alih menjawab pertanyaan Emre, Elma secepat kilat menghabiskan seluruh makanan nya, kemudian dengan cepat dia berdiri dari duduknya.


"Aku butuh ke toilet sebentar"


Gadis itu melesat menghilang dari hadapan nya.


Emre terus menatap punggung gadis itu sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


__ADS_2