Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Cukup Terlambat menemukannya


__ADS_3

Emre secepat kilat membawakan mobil nya melesat menuju ke arah mansion utama miliknya, menerjang angin malam tanpa peduli apapun yang ada disekitar nya.


Siapa orang yang berani menculik Elis?


Pertanyaan itu terus menghantam kepalanya, satu-satunya cara dengan melacak semua CCTV yang memantau seluruh wilayah di sekitaran mansion nya.


Karena itu begitu mobilnya masuk ke dalam mansion nya tanpa fikir panjang lagi Emre langsung melesat menuju ke arah ruangan CCTV, mencoba memeriksa kamera itu dalam beberapa waktu.


"Kita tidak bisa melihat dengan jelas wajah nya, hanya punggung nya saja"


Salah satu orang kepercayaan nya berkata cepat.


"Kembali ke belakang"


Ucap Emre cepat, meminta sang Opera untuk memundurkan kembali rekaman video nya, posisi tubuh Emre sedikit menjongkok, terus fokus menatap ke salah satu layar dihadapannya.


"Stop"


Bola mata Emre tampak terus memperhatikan layar monitor yang terus bergerak di hadapannya itu.


"Ulangi sekali lagi"


Ucap Emre lagi.


Sang operator kembali memundurkan rekaman nya.


"Stop"


Perintah Emre.


Operator itu langsung mem pause Vidio nya.

__ADS_1


"Zoom"


Ucap Emre cepat.


Sejenak bola mata Emre terpaku saat menyadari sosok yang ada di hadapannya itu, bahkan di dalam rekaman CCTV Elis jelas terlihat menangis bahagia melihat laki-laki dihadapan nya itu dan langsung berhamburan memeluk laki-laki itu.


"Zoom"


Perintah Emre lagi.


Seketika saat melihat jam tangan laki-laki itu, bola mata Emre membulat sempurna, rahangnya jelas mengeras.


"Dia.. tidak mungkin"


Emre jelas tercekat, tidak percaya pada pandangan matanya, dia fikir mungkin dia sedang bermimpi, tapi postur tubuh dari belakang, cara laki-laki itu berjalan bahkan sama persis.


"Zomm"


Dan Emre benar-benar kehilangan kata-kata.


"Bagaimana mungkin?"


Seketika Emre mencoba mencari pegangan.


"Tuan?"


********


Di pekat nya warna langit malam, seorang laki-laki tampak terus melajukan mobilnya menembus jalanan, bola mata nya Tampak fokus menatap ke depan, satu tangan nya sibuk mengendalikan stir mobil sedangkan tangan satu nya lagi terus mengelus lembut wajah Elis.


Rona wajah di wajah nya jelas menampilkan kekhawatiran yang begitu mendalam, di telinga nya tampak headset bluetooth terpasang dengan sempurna.

__ADS_1


"Aku kehilangan dia dalam waktu yang begitu lama,aku fikir dia benar-benar sudah pergi meninggalkan ku"


Ucap laki-laki itu melalui headset bluetooth nya.


"Siapkan semua nya, aku akan menyelesaikan seluruh urusan ini, kita harus mencari alternatif pengobatan lain untuk Elis"


Setelah berkata begitu, laki-laki itu langsung menutup panggilannya.


Mobil laki-laki itu terus melesat menembus dinginnya angin malam, menuju ke arah satu tempat yang akan menjadi tujuan akhir mereka.


Saat memasuki sebuah halaman mansion, dengan gerakan cepat laki-laki itu menepikan mobilnya,lantas dengan gerakan cepat dia membuka pintu kemudi, berjalan ke arah pintu samping kemudian dengan gerakan cepat meraih tubuh Elis dan membawanya menuju ke arah dalam.



Secara perlahan laki-laki itu terus melangkah masuk menuju kedalam, beberapa pelayan tampak menundukkan kepalanya ke arah laki-laki itu.


Dari arah dalam seseorang dengan gerakan cepat menghampiri mereka.


"Kamu menemukan Elis?"


Tanya perempuan itu dengan wajah berkaca-kaca.


Laki-laki itu mengangguk cepat, langsung melesat naik menuju ke lantai atas.



Secara perlahan laki-laki itu meletakkan tubuh Elis ke atas kasurnya, dengan gerakan lembut laki-laki itu membenahi posisi kepala Elis agar menjadi nyaman dalam tidurnya.


Laki-laki itu menghela nafasnya panjang, kemudian dengan gerakan lembut dia mencium bibir Elis untuk beberapa waktu.


"Maafkan aku karena terlambat menemukan mu"

__ADS_1


Bisik laki-laki itu pelan sambil mengelus lembut wajah Elis dengan tatapan penuh cinta.


__ADS_2