
Emilia dengan perasaan penuh kebahagiaan langsung menyambar tubuh ertan begitu mereka tiba, bocah cilik itu keluar dengan begitu antusias menyambut kedatangan nya.
"Mommy mommy"
Pekik ertan lantas menyambar cepat tubuh Emilia.
"Oh sayang, coba lihat apa yang Mommy bawa"
Ucap Emilia sambil tertawa senang, menyerahkan sebuah paper bag besar ke arah bocah laki-laki itu.
"Ohhhh besar sekali mommy?"
Ertan bertanya dengan ekspresi lucu sambil membulatkan bola matanya.
"Oke kita akan coba membuka nya di dalam"
setiap kali berhadapan dengan Ertan Emilia seolah-olah lupa dengan orang-oranh disekitar nya, pandangan dan perhatian nya pasti tertuju penuh pada bocah laki-laki itu.
"Mereka begitu akrab dan dekat"
Ucap Alicia ke arah Gerry dan sang suami Jerry.
"Itu ikatan batin antara anak dan ibu, yang pasti terjadi pada ibu dan anak yang perasaan nya benar-benar menyatu, Emilia hanya belum menyadari nya jika ertan adalah putra kandung nya"
Ucap Gerry pelan.
"Aku hanya khawatir harus memulai nya dari mana, cukup sulit untuk menjelaskan soal Ertan, aku hanya takut dia membenci ku karena kejadian 7 tahun yang lalu"
Gerry menatap khawatir ke arah depan, menatap punggung Emilia yang mulai menjauh dari hadapannya, melesat masuk ke dalam mansion Jerry.
Jerry secara perlahan menepuk punggung Jerry.
__ADS_1
"Dia tidak mungkin membenci kami brother, realita nya kami tidak menjebaknya, tapi seseorang memanfaatkan keadaan dan menjebak kalian"
Ucap Jerry pelan.
Gerry menarik pelan nafas nya.
*******
Nayla dengan tergesa-gesa membelokkan mobilnya masuk ke kediaman Jerry Lincoln, dia fikir sesekali mengunjungi Jerry dan ertan bukan perihal besar, bukankah terakhir kali dia mengunjungi Gerry sudah cukup lama sekali.
Setelah memarkir kan mobilnya dengan gerakan cepat neysa langsung turun dari mobilnya, mencoba meraih beberapa barang bawaan nya yang rencananya memang dia belikan untuk ertan, dengan gerakan perlahan dia mulai melangkah masuk ke dalam mansion Jerry lincoln.
Beberapa pelayan seperti biasa mencoba menghindari diri nya karena cukup enggan berhadapan dengan sifat neysa.
Dengan berat hati seorang pelayan mencoba keluar menyambut kedatangan neysa dengan perasaan enggan dan takut.
"Nona?"
Tanya neysa sambil terus melangkah kedepan, tidak begitu mempedulikan pelayan yang dia tanya tadi,gadis itu meletakkan beberapa barang-barang ke atas meja, bola matanya mencoba menyusuri seluruh sudut mansion itu.
"Tuan muda ertan sedang bermain di atas, tuan Gerry tengah pergi karena ada urusan"
Neysa hanya berdehem, mencoba melangkah ke atas melewati tangga utama.
"Aku tidak melihat perempuan itu"
Ucap neysa sambil memutar bola matanya lantas mulai beranjak naik ke atas.
"Kamu mencari ku?"
Terdengar suara dari arah atas tangga, Alicia tampak berdiri dengan tatapan menukik tajam ke arah Emilia.
__ADS_1
Neysa sejenak mendongak, menatap balik wajah Alicia dengan perasaan tidak suka.
"Aku fikir Gerry tidak akan bertahan lama dengan mu seperti saat dia menikahi Elis, tapi rupanya kamu cukup pintar bertahan di samping laki-laki itu"
Ucap neysa dengan nada sedikit mengejek, mencoba melangkah perlahan mendekati Alicia.
Alicia tampak terkekeh, dia melipat kedua tangan nya lantas bersandar ke samping tangga.
Alih-alih peduli ucapan neysa, Alicia mencoba untuk mengusir nya.
"Aku fikir ertan enggan bertemu dengan mu, sebaiknya kamu pulang saja dan datang lagi saja di lain waktu"
Neysa balik terkekeh.
"Kamu tidak tahu? dia begitu menyukai ku"
Ucap neysa dengan PD nya.
Alicia menaikkan alisnya.
"Benarkah?"
Nada bicara Alicia jelas terdengar mengejek.
Seketika keadaan kedua orang itu tampak menegang, namun tiba-tiba ertan muncul dari arah dalam kamar, bola mata nya jelas menatap tidak suka dengan kehadiran nenek sihir itu.
"Sayang"
Neysa mencoba mendekati Ertan.
Namun Sepersekian detik kemudian tiba-tiba dari arah dalam Emilia melangkah keluar kedepan.
__ADS_1
Sejenak neysa memperhatikan siapa yang barusan keluar dari kamar tersebut, namun saat dia menyadari siapa pemilik wajah Tersebut seketika neysa tercekat, gadis itu mundur beberapa langkah menatap tidak percaya pandangan nya.