
Flash back
7 tahun yang lalu
Jelang pesta perkumpulan mahasiswa mahasiswi kampus.
Emilia sejak tadi cukup ragu untuk beranjak sebab firasat hatinya jelas berkata tidak benak, sejak semalam perasaan nya begitu kacau balau, seolah-olah hal buruk akan terjadi.
Tapi Elma dan Adele terus menghubungi dirinya, bertanya kapan dia akan tiba ke gedung pesta nya.
"Aku fikir sebaiknya aku tidak usah datang"
Ucap Emilia dari balik handphone nya.
"Kamu bintang nya sayang, bagaimana caranya kamu tidak hadir? pemenang Putri kampus nya jelas adalah kamu"
Elma bicara cepat dari balik telinganya.
"Jika kamu tidak datang,neysa akan mengganti posisi putri kampusnya,apa itu tidak masalah? dia jelas menginginkan nya"
Sahut Adele dari samping Emilia.
"Entahlah, aku hanya merasa tidak enak badan tiba-tiba"
__ADS_1
Emilia berusaha berkilah.
"Yakin? kakak ku ingin bertemu dengan mu"
Tiba-tiba Elma bicara dengan sedikit ditekan.
"Aku sudah mengaturnya dari bulan kemarin"
Nada bicara Elma jelas terdengar begitu kecewa.
Pada akhirnya Emilia memutuskan untuk pergi juga ke pesta kampus mereka.
**********
"Kak?"
"Jangan banyak bicara, tutup mulut mu dan tetap duduk disini hingga semua nya berakhir malam ini"
Gadis itu tampak Mulai terisak, sedangkan laki-laki yang dia panggil kakak itu dengan gerakan cepat mengikat nya tubuhnya ke sebuah kursi.
"Daddy sudah menjual ku, emilia sama sekali tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa, jangan lakukan itu, neysa memang iri dan ingin sekali menghancur kan Emilia sejak kami masih di bangku SMP"
"Aku jelas tidak ingin melakukan ini, tapi aku punya banyak sekali pertimbangan untuk melakukan nya, pertama aku tidak ingin dipenjara, ke dua aku tidak ingin kamu kehilangan harga diri karena Daddy menjual mu dan ke tiga kita memang tidak punya pilihan lain lagi, jika sesuatu terjadi pada ku satu hari nanti dan mereka membohongi aku, maka kamu boleh membongkar semua kegilaan dan kejahatan mereka"
__ADS_1
Sang kakak bicara dengan tangan gemetaran.
"Jangan pernah menampakkan wajah mu pada mereka, jika tidak kamu juga akan menjadi korban mereka"
"Kak..."
"Aku melakukan ini karena aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mu, jangan kemana-mana hingga kakak menemui mu besok, jika sesuatu yang buruk terjadi pada mu, bergerak lah ke depan dan minta bantuan orang-orang"
"Kak, Emilia gadis baik-baik, dia tidak tahu apa-apa"
Gadis itu menangis terisak, menatap sang kakak untuk waktu yang begitu lama.
*********
"Pastikan Emilia meminum obat nya, buat dia tidur dengan Mike malam ini dan hancurkan semua reputasi nya di kampus besok pagi"
Neysa menatap dalam bola mata laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Sejak awal neysa memang tidak begitu menyukai Emilia, baginya seluruh perhatian dan seluruh keadaan yang seharusnya menjadi miliknya selalu direbut oleh gadis itu, dia jelas selalu tertinggal 1 langkah di belakang Emilia.
Sejak di bangku SMP anak itu selalu mampu mencuri perhatian semua guru bahkan teman-teman mereka, para murid laki-laki pun begitu menyukai Emilia, bahkan gadis itu selalu mampu menggeser dirinya dari nilai paling teratas, awalnya mungkin dia berusaha untuk menerima, tapi setiap kali orang-orang mulai membanding-bandingkan dirinya dan emilia, tiba-tiba neysa mulai merasa tidak nyaman dan marah.
Terdengar begitu kejam, tapi baginya dia ingin sekali menyingkirkan gadis itu dari kampus mereka secepatnya.
__ADS_1
Neysa menggenggam erat telapak tangannya, menatap punggung laki-laki itu yang mulai menjauh dari nya.