Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Sejumput kekhawatiran


__ADS_3

Alicia tampak mulai memejamkan perlahan bola matanya, sambil menepuk-nepuk ertan dia berbaring tepat disamping bocah laki-laki itu tanpa sadar terkantuk-kantuk dan mukai terlelap.


Tapi tiba-tiba sebuah tangan dengan halus Menyentuh wajahnya dan mengejutkan dirinya.


Dia secara perlahan membuka bola matanya.


"Ertan sudah tidur hmm"


Ucap Jerry lantas secara perlahan meraih tubuh Alicia.


"Sayang?"


Alicia mengerutkan keningnya sejenak.


"Aku fikir kamu begitu mengantuk hmm"


Ucap Jerry lantas menggendong Alicia secara perlahan.


"He em"


Sang istri mengangguk pelan, melingkar kan Tangan nya pada leher Jerry lantas masuk ke dalam dada sang suami, dia kembali memejamkan bola matanya secara perlahan.


Memang sedikit sulit, ertan sekarang lebih suka tidur di kamar miliknya sendiri, jadi mau tidak mau Alicia setiap malam me Nina Bobo kan ertan terlebih dahulu kemudian dia baru berpindah kamar setelah ertan tertidur pulas.


Untungnya Jerry selalu memahami dirinya, ketika ertan telah terlelap,sang suami paling setia membangunkan dirinya, kadang Jerry tahu-tahu sudah membawanya ke kamarnya dan dia baru terbangun di keesokan paginya.


Secara perlahan jerry meletakkan tubuh Alicia di atas kasur mereka, laki-laki itu dengan lembut membenahi bantal sang istri, memastikan agar Alicia mendapatkan rasa nyaman nya hingga bisa tertidur dengan lelap.

__ADS_1


"Apakah sudah semakin dekat waktu nya?"


Tiba-tiba sang istri bertanya, membuka perlahan bola matanya.


"Soal?"


Tanya Jerry pelan, dia duduk di samping Alicia lantas secara perlahan membenahi rambut Alicia yang tampak berantakan.


"Membuat orang-orang yang terlibat membuka mulut mereka?"


Tanya Alicia lagi.


jerry tampak mengangguk sambil tersenyum kecil.


"Hmmmm secepat nya, aku berharap Emilia bisa mengenali semua orang yang membawa nya malam itu, dengan begitu akan lebih memudahkan kami untuk menggabungkan semua orang dan membuat perhitungan"


Jelas nya secara perlahan.


Alicia tampak diam.


Ucap Alicia sambil menyentuh lembut tangan Jerry.


"Aku hanya merasa sedikit khawatir dengan semua keadaan, takut mereka menyadari semua nya dan menemukan kakak perempuan ku"


Lanjut Alicia lagi.


"Tidak mudah untuk kakak menjalani kehidupan nya selama 7 tahun ini, belum lagi seandainya kakak tahu jika yang dia tabrak dan meninggal itu adalah putra nya sendiri, aku begitu khawatir soal semua itu"

__ADS_1


Alicia tampak menggigit bibir bawahnya.


"Saat kakak tahu jika kembaran erhan adalah putra nya, aku khawatir kakak akan menyalahkan kembali dirinya hingga akhir"


Jerry dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kita akan memberitahu kan nya secara perlahan, tidak gampang memang tapi akan ada Waktu dimana seseorang akan berdamai dengan masa lalu"


Ucap Jerry cepat.


"Bukan kah seluruh yang ad di muka bumi ini telah di atur oleh tuhan? bahkan mungkin semua yang terjadi telah di atur oleh NYA sejak awal"


Jerry Menyentuh lembut wajah Alicia.


"Kehidupan dan kematian pun telah di atur oleh tuhan hmm!, jadi aku yakin Emilia pasti mengerti nanti nya dengan segala hal yang terjadi"


Alicia tampak diam.


"Kita baru akan membicarakan soal Ertan dan erhan setelah acara pernikahan Emre dan Elma, setelah mendapat orang-orang itu baru secara perlahan kita membahas soal si kembar"


ucap Jerry pelan, lantas secara perlahan laki-laki itu menundukkan kepalanya, dengan gerakan lembut dia mencium kening Alicia.


"Tidurlah, jangan khawatir soal apapun, percaya"


Bisik Jerry kemudian.


Alicia pada akhirnya mengangguk kan pelan kepalanya.

__ADS_1


"Hmmm"


Ucap nya pelan sambil perlahan mulai memejamkan bola matanya.


__ADS_2