Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Terima kasih sayang


__ADS_3

Gerry terus menautkan bibir mereka, bergerak begitu lembut takut jika-jika menyakiti Emilia, Tubuhnya mengukung penuh tubuh Emilia, tapi tidak dalam kondisi menjepit nya Karena takut Emilia merasa tidak nyaman dengan pergerakan nya.


Awalnya masih sedikit ragu untuk mengajak Emilia bertaut lidah, beberapa kali dia melirik sang istri dan memastikan jika Emilia mulai menikmati keadaan, maka secara perlahan Gerry mulai mengajari nya membelit lidah.


Begitu lembut dan hangat, mengabsen seluruh bibir dan mulutnya, bergerak begitu lincah dan hangat.


"Ketika kamu ingin mencoba memejamkan mata mu, ingatlah sesuatu yang membuat mu bahagia hmm"


Bisik Gerry kemudian di balik telinga Emilia


Sang istri ingin menjawab namun dengan cepat Gerry kembali menautkan bibir mereka lantas menyesap bibir emilia, hingga membuat Emilia kehilangan kata-kata.


"Ng..."


Emilia mengeluarkan suara yang begitu manja, membuat seluruh kulit tubuh Gerry Seketika meremang karena ingin mendapatkan lebih.


Dengan gerakan cepat Gerry mulai bergerak mengabsen seluruh sudut leher Emilia, menyesapnya dengan lembut dan mencoba ' meletakkan stempel kepemilikan nya disana.


"Ger.."


Suara de.. Sahan Emilia terdengar begitu manja mendayu di balik telinganya, membuat seluruh tubuh Gerry bergejolak Seketika dan menjadi tidak beraturan.


Kedua tangan Gerry mulai bergerak melepaskan pakaian Emilia satu persatu, membuat seluruh penutup tubuhnya mulai menghilang entah kemana, sambil bibir Gerry terus bertaut dan bermain di setiap inci kulit sang istri, kemudian disusul membuang seluruh pakaian yang melekat di tubuh nya hingga tanpa ada yang tersisa.


Seketika saat semua penutup mereka telah menghilang, Gerry dengan gerakan perlahan mulai turun ke bagian dada nya, menyesap Indan satu persatu disisi kiri dan kanan nya, beberapa kali Gerry menyapu ariola milik Emilia, membuat sang istri berkali-kali mengeluarkan suara khas nya sambil kedua tangan Emilia mencoba meremas rambut nya dengan kedua tangan Emilia.


"Akhh.."


Gerry terus bergerak menyapu setiap sudut kulit tubuh Emilia, dengan gerakan perlahan namun pasti menuju ke perut dan pusar nya, saat lidah itu bermain di pusar nya Seketika Emilia mundur secara perlahan, dia merasakan seolah-olah ada sensasi aneh yang menggelitik dirinya.


Gerry mencoba menahan gerakan Emilia dengan kedua tangannya, kali ini lidah nya turu hingga kebawah sana, lagi-lagi sensasi luar biasa menerjang Emilia, dia mencoba mengatur nafasnya yang terus bergerak tidak beraturan, jutaan kupu-kupu seolah-olah memenuhi perut dan kepalanya.


Apalagi saat lidah itu mulai dengan lembut bergerak maju dan mundur di dalam sana, Seketika Emilia berusaha meraih Sprai kasur di sisi kiri dan kanan nya.


"Gerry"


Suara Emilia jelas memenuhi seluruh isi kamar mereka, semakin Emilia mengeluarkan suara-suara manja nya semakin Gerry Bergerak lincah di bawah sana, menyapu, memaju mundurkan lidah nya bahkan menyesap nya dengan sempurna.


Seketika Emilia semakin mengencang kan remasan nya pada sisi spray, sesuatu seolah-olah akan tumpah saat ini juga.


"Ger..ry"


Suara nya jelas terdengar begitu ngos-ngosan.

__ADS_1


"Keluarkan sayang"


Ucap Jerry pelan lantas kembali bergerak di bawah sana.


Benar saja, beberapa waktu kemudian sesuatu benar-benar tumpah di bawah sana berberapa waktu, kemudian Emilia berusaha untuk mengatur nafasnya namun dengan gerakan lembut Gerry kembali menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu.


"Sudah siap sayang?"


Tanya Gerry lembut di balik telinga Emilia, sang istri sejenak menatap dalam bola mata Gerry.


"Jika masih tidak bisa dan takut, kami bisa meminta nya berhenti di tengah jalan nanti hmm?"


Gerry berusaha untuk terus membuat Emilia senyaman mungkin, dia tidak ingin Emilia kembali mendapatkan rasa takut dan traumatik nya seperti di masa lalu.


Sang istri mengangguk pelan, jika pertama dulu dia memejamkan bola matanya, kali ini dia berusaha untuk terus membuka bola matanya, menatap dalam bola mata Gerry dalam waktu yang lama.


Secara perlahan dibawah sana mulai bergerak, memastikan jika mereka siap untuk membuat penyatuan Dengan sempurna.


Gerry mulai bergerak perlahan, melesat masuk dengan begitu lembut, bola matanya terus berusaha menatap Emilia, menyakinkan sang istri jika semua baik-baik saja.


"Akh..."


Emilia sejenak meringis saat merasa sesuatu mulai masuk dengan gerakan lembut, terasa begitu perih dan sakit untuk pembukaan awal baginya.


"Sakit?"


Emilia menggeleng pelan.


"Sedikit"


Ucap emilia pelan.


Gerry kembali mencoba melesat masuk, kali ini gerakan nya sedikit cepat dan dengan spontan menyentak hingga kedalam.


"Akhh..".


Seketika Emilia meraih leher Gerry, dia memeluk erat tubuh sang suami, menggigit cepat bahu Gerry.


Rasa perih, pedih, penuh dan sakit jelas mendominasi, dia mengerjapkan bola matanya berkali-kali, dibawah sana jelas terasa memenuhi seluruh milik nya.


Gerry bisa merasakan gigitan Emilia di bahunya, meskipun rasanya sakit tapi seulas senyum bahagia terpancar di balik bibirnya, dia Fikir Emilia hingga sejauh ini baik-baik saja.


"Sakit?"

__ADS_1


Gerry bertanya, berusaha kembali menatap dalam wajah Emilia.


"Ini terasa tidak nyaman"


Bisik Emilia pelan.


Gerry mengulum senyuman, mencium perlahan kening Emilia lantas dia berkata.


"Aku akan mulai bergerak, setelah ini rasanya akan berubah"


Setelah berkata begitu, Gerry dengan lembut langsung bergerak perlahan, mencoba berlaku selembut mungkin dan terus mencoba menciptakan rasa nyaman bagi emilia.


Awalnya jelas begitu tidak nyaman dan penuh, namun saat Gerry mulai bergerak sempurna, rasa yang tadi mulai berubah menjadi sesuatu yang berbeda.


Gerry terus memompa Emilia, membawa sang istri melintasi waktu, melewati indahnya Cakrawala, memaju mundurkan dirinya didalam sana, memastikan tingkat kenyamanan dan keindahan luar biasa pada Emilia.


"Akhh"


Emilia terus mengeluarkan suara-suara indah nya, terus berusaha menggenggam pinggang gerry dengan erat.


Saat bola mata mereka terus beradu, Seketika di antara rasa nikmat, ada rasa malu menyergap Emilia, wajah nya jelas memerah, dengan perasaan malu dia semakin memeluk erat tubuh Gerry, melesat masuk kedalam dadanya, menikmati setiap moment indah yang tercipta.


Suara nafas mereka terus beradu indah, gesekan dan suara pompahan itu memenuhi seluruh kamar mereka, sesekali Gerry menautkan bibir mereka dan menyesap serta membelit lidah.


Hingga pada akhirnya Emilia kembali merasakan sesuatu dibawah sana akan tumpah, sang istri mulai berusaha menarik ujung spray nya lagi, namun Gerry dengan gerakan cepat meraih jemari lembut itu dan mulai menggenggam nya dengan erat.


"Bersama"


Ucap Gerry lantas membiarkan Emilia memasuki puncak pelepasan nya, saat kehangatan itu mengalir dengan lembut disana, dalam hitungan detik Gerry ikut menumpahkan milih nya di bawah sana.


"Oh sayang"


Gerry mengeluarkan suara de..Sahan nya, merasa lega pada pelepasan nya.


Sepersekian detik kemudian Gerry mencium kedua kelopak mata Emilia, mencium lembut kening hidung serta bibirnya.


"Terima kasih sayang"


Bisik nya lembut lantas merebahkan dirinya.


"I love you"


Bisik nya lagi lantas memeluk erat tubuh sang istri.

__ADS_1


__ADS_2