Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Ciuman yang mengejutkan


__ADS_3

Elma sejak tadi mencoba merentangkan kedua belah tangan dan kakinya, sama sekali tidak mengizinkan Emre untuk tidur di atas kasur, dia fikir jika laki-laki itu masih tetap ngotot tidur bersama dengan nya di atas kasur yang sama, bukan kah akan jadi bencana.


"Elma berhenti melakukan hal seperti ini, aku mau tidur"


protes Emre kesal, mencoba menggeser tubuh Elma ke samping.


"Aku ini kalau tidur begitu rese sekali, kamu pasti bakal terganggu dengan kebiasaan aku"


Ucap Elma cepat lantas kembali masuk ke tengah-tengah kasur, melebarkan kaki dan tangannya dengan penuh kebahagiaan.


"Aku jika tidur bahkan tidak pernah mempedulikan orang lain, jadi tolong diam dan tidur lah sekarang juga"


balas Emre cepat, meminta Elma agar segera tidur menghadap ke arah yang berlawanan, menggeser tubuh gadis itu dengan kedua tangannya.


"kamu bisa pindah ke bawah atau mencoba menyelinap ke kamar lain untuk tidur"


Ucap Elma cepat dengan perasaan dongkol.


"Kamu bisa pindah kebawah atau menyelinap ke kamar lainnya"


Emre memutar kembali kata-kata Elma.


"Oh my God"


Elma tidak percaya Emre meminta dia melakukan apa yang dia ucapkan tadi.


"Kamu tega sekali dengan seorang gadis"


Protes Elma kesal, lalu dengan gerakan cepat Elma kembali melesat ke tengah-tengah kasur, melebarkan tubuhnya dan membiarkan Emre agar segera menyingkir dari sana.

__ADS_1


Tapi Emre malah menggeser posisi tubuh Elma ke pinggir.


Oh God.


Dengan rasa dongkol Elma kembali masuk ke tengah-tengah kasur dan kembali membentang kan tangan dan kakinya, memaksa Emre menyingkir dari hadapan nya.


"Oh ya Tuhan"


Emre kembali menggeser tubuh Elma ke pinggir.


Elma membuka lebar-lebar mulut nya , menatap Emre dengan perasaan tidak percaya.


Kau....!!!


Pekik Elma dalam hati.


Dia kembali masuk ke tengah, berguling-guling ke kiri dan ke kanan, membuat Emre mulai menggeser tubuhnya sendiri.


Oh shi..t


"Emre...apa yang kamu lakukan?"


Elma berteriak panik saat Emre menggendong tubuh nya lantas meletakkan dia dengan paksa ke bawah.


"Kamu tidur dibawah, aku tidur di atas"


Ucap Emre cepat.


Seketika bola mata Elma berkaca-kaca, secepat kilat ekspresi gadis itu berubah, kemudian Elma menangis tiba-tiba.

__ADS_1


Emre jelas membulat kan matanya.


Oh shi..t


"hey hentikan, kamu bisa membangun kan orang seisi rumah"


Emre berusaha untuk menutupi mulut Elma dengan telapak tangannya.


"Kamu tega sekali pada ku"


Elma terus menangis menghadap Emre dengan kondisi tubuh di gulung di dalam selimut, hatinya jelas ingin tertawa terbahak-bahak, dia fikir laki-laki bodoh itu gampang juga di tipu.


"Berhenti lah menangis, orang-orang bisa bangun jika mendengar kamu menangis"


Emre terus berusaha menutup mulut Elma.


"Aku tidak peduli, biarkan mereka bangun dan melihat betapa tega nya suami ku pada ku"


"Oh **** berhenti menangis, aku akan mencium mu sekarang juga jika kamu tidak berhenti menangis Elma"


Emre menoleh ke arah pintu, takut jika-jika tangisan Elma didengar oleh orang-orang seisi rumah.


Mendengar ancaman Emre, Elma semakin mengencang kan suara tangisannya, dia fikir biar sekalian laki-laki itu kelabakan, bersandiwara sedikit juga tidak apa-apa, saat kakek nya datang bersama seisi rumah lainnya, Emre pasti akan di marahi dan diusir dari kamar ini segera dan dia pasti bisa tidur dengan tenang malam ini.


Seketika Elma terkekeh didalam hati.


Dia terus berusaha mengencangkan tangisan nya,tapi siapa sangka Emre secepat kilat meraih kedua wajahnya kemudian sepersekian detik kemudian tiba-tiba bibir Emre dengan cepat menutupi mulutnya, mereka saling bertaut bibir dengan sempurna.


Elma Seketika membulat kan bola matanya, dia ingin sekali melepaskan diri, tapi tubuhnya jelas terlilit dengan bad cover dengan sempurna.

__ADS_1


Oh God, Oh God, Oh God.


Pekik Elma dalam hati.


__ADS_2