Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
The wedding "Menuju puncak acara"


__ADS_3

MANSION UTAMA FAWAD FAMILY


PRANCIS


Tampak semua persiapan telah di lakukan dengan sempurna sejak kemarin, orang-orang terus hilir mudik entah sejak pukul berapa. Kesibukan terlihat jelas ada di mana-mana.







Para penata rias telah hadir sejak hari masih gelap, mulai meng eksekusi pekerjaan mereka masing-masing di tiap sudut kamar dan ruangan, ada yang menghias para keluarga dekat bahkan juga keluarga jauh, ada yang ambil kendali anak-anak, ada juga yang sibuk dengan para dewasa dan orang tua nya.



Elma sejak tadi masih sibuk di percantik oleh para penata rias dan sang desainer gaun pengantin nya, dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu yang menghantam dirinya, jantung Elma terus berdetak tidak beraturan.



"Rileks"


Bisik sang penata rias sambil mengulum senyumannya, bisa dilihat betapa gadis dihadapannya itu terlihat begitu penuh kegelisahan karena waktu acara semakin menyempit.


"Para calon pengantin memang merasa tegang di awal, tapi setelah ini semua akan sangat melegakan"


Lanjut nya lagi.


"Tarik nafas anda lantas buang, lakukan beberapa kali sayang"


Perempuan itu terus memberikan pengarahan.


Elma mencoba mengikuti saran perempuan tersebut, sesuai apa yang dikatakan cukup membuat diri nya menjadi sedikit lebih tenang.


Setelah selesai dalam sesi menghias diri, Elma langsung diminta untuk berdiri, mempersiapkan diri untuk menggunakan pakaian pengantin nya.


Secara perlahan beberapa orang membantu Elma menggunakan peticoat nya disusul setelah mengencangkan peticoat langsung menggunakan gaun pengantin nya.


__ADS_1


"Awww terlalu kencang"


Ucap Elma pelan.


"Oke, kita sedikit kendurkan"


Setelah berkata begitu sang asisten desainer mencoba mengendurkan peticoat nya.


"Bagaimana?"


"Cukup bisa bernafas"


Jawab Elma cepat.


"Oke"


Setelah itu mereka terus menggunakan gaun pengantin nya, menata semuanya agar terlihat begitu sempurna.



"Oh god, kapan aku bisa menikah juga?"


Seorang teman Elma bersandar di salah satu gaun pengantin nya,. mengelus-elus gaun tersebut lantas mencoba sedikit berkhayal soal masa depannya.


"Secepat nya"


"Hmmmm tapi aku tidak punya kekasih"


Tiba-tiba ekspresi teman nya berubah lantas dia terkekeh.


"Aku harus berusaha mulai sekarang"


Seketika tawa di ruangan itu pecah.


"Boleh..boleh.. setelah usaha nya berhasil jangan lupa rekomendasi kan kami dalam mengurus semua persiapannya pada calon suami mu"


Seorang laki-laki berwajah cantik menyahut cepat.


"Dengan senang hati aaya sayang"


Elma tampak mengulum senyuman.


"Oke kita akan gunakan sepatu nya"

__ADS_1


ucap seseorang kemudian.


"Jangan yang glamor dan terlalu ribet serta tinggi"


Elma bicara cepat.


"Seperti yang kamu mau, Miss"


Saat melihat pilihan sepatu nya, cukup membuat Elma mengulum senyumannya.


Elma fikir seluruh anggota selalu tahu apa yang dia inginkan, bahkan Emre tidak pernah mempersalahkan pilihan Elma hingga sejauh ini.


Jika kamu merasa nyaman dan menyukainya, aku akan mengikuti seluruh keinginan mu.


Tidak banyak kalimat yang Emre ucapan, namun membuat dirinya merasa begitu di hargai.



Setelah Elma menggunakan salah satu sepatu nya,dengan cepat Elma berusaha untuk kembali duduk.


*******


Disisi pintu masuk tampak tertata dengan indah dan begitu cantik, membuat mata siapapun yang melihatnya pasti mengeluarkan suara kagum mereka.



Satu ruangan besar tampak telah tersusun semua menu makanan nya si atas masing-masing meja, beberapa pelayan terus sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.



Disisi ruangan yang lain.


Gerry Lincoln terus menggenggam erat telapak tangan Emilia.


"Gugup?"


Tanya Gerry pelan


Emilia mengangguk kan pelan kepala nya


"Kamu sudah siap sayang?"


Emilia tersenyum sambil mencoba menatap wajah sang suami.

__ADS_1


"Semua pasti baik-baik saja hmm"


Ucap Gerry lagi sambil tersenyum dan menatap begitu dalam bola mata Emilia.


__ADS_2