Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Seseorang yang begitu dia kenal


__ADS_3

Saat acara pernikahan berlangsung Emilia jelas ditempatkan di sebuah ruangan khusus pemantau CCTV dimana setiap layar telah di setting sedemikian rupa menuju ke beberapa sisi kamera yang mengarah ketempat-tempat yang telah di tentukan.


Sejak awal mereka sudah merencanakan semua nya sedemikian rupa, kali ini mereka ingin mendapatkan semua orang yang telah terlibat dalam kasus di masa lalu tanpa terkecuali.


Para tamu undangan telah sibuk hilir mudik sejak tadi, semakin mendekati waktu semakin padat para tamu memenuhi seluruh ruangan keluarga Fawad.


Bola mata Emilia jelas terus fokus menatap ke arah layar didepannya, memastikan siapa-siapa saja yang bisa dia ingat di kejadian malam 7 tahun yang lalu.


Gerry dengan setia mendampingi Emilia Sejak awal, dia mencoba terus membuat Emilia bisa mengontrol perasaan nya sendiri.


Beberapa kali bola mata Emilia menelisik seluruh orang-orang yang berlaku lalang, hingga akhirnya dia sempat menemukan beberapa orang yang ada di malam kejadian itu.


"Ini"


Ucap Emilia cepat.


"Perempuan ini"

__ADS_1


Tambah nya lagi.


Gerry tidak cukup heran dengan orang-orang yang ditunjuk Emilia sebab semua nya adalah para pekerja Suli.


Awalnya masih biasa saja, tamu-tamu yang datang masih belum begitu dikenal, yang berlalu lalang pun tidak ada yang dikenal oleh Emilia hingga akhirnya semua mulai berubah saat Manaf mulai menampakkan wajahnya.


Laki-laki itu mulai keluar dari balik kamar Emre, secara perlahan Manaf tampak berjalan menuju ke arah depan dengan gerakan yang begitu tenang, bola mata nya menatap lurus menelisik para tamu undangan, karena suasana yang begitu bahagia sempat tidak memperhatikan kehadiran Manaf.


Saat Manaf menyeruak masuk di Antara tengah-tengah tamu lainnya, sang Mommy nya dengan gerakan cepat memeluk Manaf yang baru saja bergabung bersama mereka, sedang kan kakek Fawad yang melihat kehadiran Manaf secepat kilat menyambut hangat laki-laki itu, memeluk hangat Manaf sambil menepuk-nepuk punggung Manaf untuk beberapa waktu.


Sebagian tamu undangan cukup terkejut menatap kehadiran Manaf, mereka fikir bukan kah laki-laki itu telah meninggal di masa lalu karena kecelakaan, lantas bagaimana mungkin di acara pernikahan Emre dan Elma tiba-tiba laki-laki itu muncul dalam keadaan sehat, Segar dan bugar.


Di sudut lain seorang laki-laki tampak tercekat, dia menoleh ke arah perempuan yang ada disampingnya.


Suli yang baru tiba bersama suami dan putra nya seketika membeku saat menyadari siapa yang ada di atas panggung, tengah bercengkrama bersama banyak orang dengan gaya yang sangat santai dan biasa.


Anwar seketika langsung melesat mendekat dari Arah sisi selatan begitu melihat sosok Manaf, laki-laki itu takut kalau-kalau salah melihat, mencoba melihat dengan jelas siapa laki-laki itu.

__ADS_1


Di satu sisi seseorang tampak mengerutkan dahinya saat melihat kehadiran Manaf, seorang perempuan muda berusia sekitar 27 tahunan tampak berjalan mendekati laki-laki itu dengan pandangan tidak percaya.


Disisi lain di ruang CCTV Emilia mulai tercekat saat melihat beberapa sosok yang ada di hadapannya itu.


Jamari Emilia menunjuk beberapa orang termasuk Suli dan Anwar.


Namun tiba-tiba bola mata Emilia tertuju pada satu sosok perempuan yang tengah berjalan mendekati Manaf, bola mata Emilia jelas membulat dengan sempurna saat melihat sosok itu.


"Dia...?"


"Ada apa?"


Gerry jelas mengerutkan dahinya saat Emilia menunjukkan sosok yang begitu familiar untuk dirinya.


"Dia yang membawa ku makan itu ke kamar mu, Gerry"


"Apa?"

__ADS_1


Seketika Gerry kehilangan kata-kata.


__ADS_2