
Saat laki-laki pemilik sah Fawad itu datang ke ruang rapat, seketika semua orang menundukkan kepalanya, Suli dan Anwar jelàs ikut terkejut, mereka fikir bagaimana mungkin laki-laki itu tiba-tiba masuk dan ikut campur kembali dalam urusan perusahaan setelah waktu yang cukup lama dia vakum.
"Kita akan melanjutkan rapat nya setelah ulang tahun perusahaan"
Ucap Laki-laki itu tiba-tiba.
"Apa?"
"Tapi tuan"
"Bagaimana bisa?"
"Harus menundanya?"
Seketika suara ricuh di ruang rapat terdengar di mana-mana, ada yang tidak setuju dengan keputusan laki-laki itu, tapi ada yang cukup setuju dengan keputusan yang di ambil laki-laki itu.
Suli dan Anwar jelas cukup marah mendengar nya, tapi mereka jelas mencoba menahan perasaan mereka terlebih dahulu.
"Ini benar-benar kacau"
"Breng..sek"
Umpat ke dua orang tersebut.
__ADS_1
Mereka jelas tidak pernah berfikir jika laki-laki itu bisa datang tiba-tiba ke ruangan rapat, mengganggu keputusan final dewan, menunda rapat bahkan memerintahkan semua orang untuk segera masuk ke aula peresmian ulang tahun perusahaan.
"Aku fikir bukan kah cukup aneh kita menunda rapat nya tiba-tiba, Fawad?"
Anwar bertanya pada laki-laki tertua kekuarga Fawad, menatap cukup tidak bersahabat ke arah laki-laki itu.
Alih-alih menjawab pertanyaan Anwar, Fawad tampak menaikkan ujung bibirnya sambil menatap ke arah Suli dan Anwar secara bergantian.
"Aku fikir kita tidak dalam keadaan terburu-buru untuk menyelesaikan semua ini bukan?bukan kah ini soal putra ku, naik atau tidak dia di atas tidak begitu berpengaruh pada kalian kan? kecuali jika kalian sedang memiliki rencana lainnya"
Seketika Anwar menggenggam erat telapak tangan nya ketika mendengar ucapan dari Fawad, dia fikir laki-laki itu selalu pandai bermain kata sejak dia muda.
"Acara peresmian ulang tahun perusahaan akan dimulai dalam 15 menit, kita bisa mengumumkan persoalan siapa yang naik ke atas dan dilengserkan saat di podium ulang tahun perusahaan, biarkan semua orang mendengar nya"
Saat Fawad mengucapkan kata-kata itu, seketika senyum Suli dan Anwar mengembang, Mereka fikir Fawad ada benarnya juga Fawad, itu akan lebih memudahkan mereka untuk menyingkir kan Manaf, semua orang harus mendepak Manaf diacara ulang tahun perusahaan dan Fawad jelas saja ini akan menambah keuntungan lain untuk mereka.
Mendengar ucapan Fawad Seketika senyum Suli mengembang.
"Seperti yang kamu inginkan"
Jawab Suli cepat.
*********
__ADS_1
"Mereka menunda rapat nya"
Anwar bicara cepat melalui handphone nya.
"Kamu ada dimana,Jihan?"
Laki-laki itu terus melangkah keluar, mendahului Suli, laki-laki itu menjauhi Suli dengan gerakan Cepat.
Suli jelas mengerutkan keningnya, dia menoleh ke arah sang asisten nya.
"Apa kamu sudah menyelidiki nya? sudah tahu siapa yang dia temui beberapa waktu belakangan ini?"
Tanya Suli sambil bola mata nya terus menatap punggung Anwar yang terus menjauh.
Sang asisten membungkukkan perlahan kepalanya..
"Sudah nyonya"
Jawab laki-laki itu sambil menyerahkan sebuah amplop tebal yang mendominasi berwarna coklat ke arah Suli.
Seketika wanita itu menatap amplop tersebut sejenak, menerima nya dari tangan laki-laki itu lantas mulai membuka amplop itu.
Suli mengintip isi dari amplop itu sejenak, menarik Lembaran isi nya sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Seketika ekspresi wajah Suli berubah tidak meng' enakkan, wanita itu meremas isi amplop tersebut juga amplop nya, rahangnya mengeras dan kemarahan jelas terlihat dibalik bola Matanya.
"Baji..Ngan itu berani bermain api di belakangku"