
Saat Gerry baru masuk ke dalam kamar nya, sejenak gerry tampak mengerutkan dahinya Dia melihat Emilia terus mondar-mandir sejak tadi dari kamar mandi, tidak tahu sedang melakukan apa tapi tampaknya begitu risih sekali.
"Ada apa?"
Tanya Gerry pelan ke arah Emilia.
"Ah aku fikir lubang pembuangan nya tidak berfungsi dengan baik Tadi, tapi semuanya sudah diperbaiki"
Jawab Emilia cepat lantas mulai merapikan semua alat-alat yang dia gunakan tadi.
Sang istri masih menggunakan handuk mandi, mencoba kekuar Secara perlahan dari dalam kamar mandi.
"Jadi Sudah selesai?"
Tanya Gerry memastikan, melirik ke dalam kamar mandi yang terlihat baik-baik saja.
"Hmmm sudah"
Emilia mengangguk cepat.
"Semua sudah baik-baik saja"
Jawab Emilia cepat, kemudian berjalan ke arah walk in closed, mencoba mencari pakaian nya.
"Kenapa tidak bilang pada ku tadi?"
Tanya gerry pelan sambil menatap gerakan Emilia, sang istri mulai meraih beberapa lembar pakaian.
Sejenak sang istri berdiri, membalikkan tubuhnya lantas balik menatap Gerry Dengan penuh kehangatan
"Selama tidak berat aku bisa bantu menyelesaikan nya, jika berat aku akan membicarakan nya dan meminta bantuan pada mu sayang"
Ucap Emilia cepat lantas berjalan mendekati Gerry.
__ADS_1
Gerry menarik pelan nafasnya, lantas.laki-laki itu beringsut mendekati posisi sang istri yang mulai mengganti pakaian nya.
"Aku tahu kamu mampu menyelesaikan semua nya, Tapi sayang itu membuat ku merasa terbebani"
Ucap gerry pelan
Emilia diam sambil balik menatap bola mata Gerry, dia menghentikan gerakan tangannya sejenak.
Tiba-tiba Secara perlahan tangannya menyentuh wajah Gerry.
"Jangan berfikiran seperti itu"
Jawab Emilia pelan.
"Biarkan aku melakukan aktivitas normal seperti biasa, melakukan apa yang bisa aku lakukan dan memulai banyak hal dari apa yang bisa aku lakukan"
Pinta Emilia pada gerry.
"Jangan memasang wajah seperti itu"
"Sayang, kamu terlihat jelek ketika menampilkan ekspresi wajah seperti itu"
Goda Emilia sambil terkekeh sejenak.
Gerry hanya tersenyum, mencoba beranjak menjauhi Emilia, laki-laki itu mulai membuka perlahan pakaian nya dan mulai mengganti nya dengan baju kaos biasa.
"Istirahat, besok kita akan kembali melakukan terapi"
Ucap Gerry pelan lantas mulai naik ke atas kasur.
"Seperti nya ada cukup banyak kemajuan dengan terapi nya, dokter rekomendasi nya cukup memuaskan"
Ucap Gerry lantas menepuk-nepuk bantal Emilia, dia menunggu gadis itu naik ke atas tempat tidur mereka.
__ADS_1
Emilia tampak tersenyum, Secara perlahan mulai ikut naik ke atas, mencoba untuk berbaring tepat di samping Gerry
"Dan... mau mencoba mengulang kembali moment malam yang gagal itu? aku akan kembali mencobanya kali ini"
Ucap Emilia tiba-tiba sambil menatap dalam bola mata gerry.
"Ya?"
Alih-alih menjawab,Emilia mencoba merapatkan tubuhnya ke depan Gerry.
"Mari mencobanya lagi"
"Kamu yakin?
Tanya Gerry sambil bola matanya terus mencoba menatap dalam bola mata Emilia.
Emilia mengangguk cepat.
Secara perlahan gerry Menyentuh lembut wajah Emilia, mencoba mengelus nya dengan lembut.
"Ini mungkin akan menyakiti kamu lagi"
Ucap Gerry lembut.
Emilia menggeleng pelan.
"Berlaku lah senormal mungkin dan selembut mungkin'
Emilia bicara sambil menyentuh lembut wajah Gerry.
"Kita akan memulai nya dengan lembut"
Ucap Gerry lagi.
__ADS_1
Emilia menatap dalam bola mata gerry, membiar kan laki-laki itu mulai bergerak dengan lembut, menautkan bibir mereka secara berlahan dan menyesap nya dengan gerakan yang sangat beraturan.