
Sejenak Gerry mengeratkan rahangnya saat mendengarkan penjelasan yang di berikan oleh dokter dekan, jika Gerry masih bisa menahan rasa marahnya, cukup berbanding terbalik dengan Jerry yang jelas dengan gerakan cepat menghantam tubuh dokter Dekan ke arah dinding.
"Jadi semua terkena imbasy karena istri Sialan mu itu"
Jerry bicara sambil mengeratkan rahangnya, bola matanya jelas memerah dan kemarahannya begitu membuncah.
"Brother, kamu menyakiti dirinya"
Sehan bicara cepat sambil menarik tubuh Jerry agar menjauh dari dokter Dekan.
"Kamu Fikir uncle dekan tersangka? dia juga korban disini"
Ucap Sehan lagi sambil berusaha menjauhkan Jerry dari dokter dekan.
"Realita nya Suli ingin menguasai MC Juan dan Anwar ingin menguasai fawad, jika difikirkan dengan logika, korban sesungguhnya adalah dokter dekan dan putri nya, tidak kah kalian menyadari itu? dan yang paling tidak bersalah adalah Emilia, istri mu Gerry"
Ucap sehan kemudian sambil menatap dalam bola mata Gerry.
Yang di tatap tampak diam, berusaha memejamkan bola matanya sejenak, kening Gerry tampak naik ke punggung kedua telapak tangan nya.
__ADS_1
"Apa rencana nya?"
Tanya Gerry kemudian.
diantara semua orang Emre yang paling terlihat paling tenang, dia seolah-olah tengah berfikir bagaimana pemecahan permasalan nya serta bagaimana cara nya untuk menyusun rencana terbaiknya.
"Aku fikir kita bisa memancing di air yang keruh lebih dulu, agar para mangsa nya keluar satu persatu"
Ucap Emre tiba-tiba.
Manaf tampak mengerutkan dahinya.
"Undang semua orang di Acara pernikahan ku nanti, pastikan Manaf menampakkan batang hidungnya didepan semua orang dari jauh, seolah-olah memberitahu kan jika Manaf ada di antara 2 kemungkinan, masih hidup atau hanya sekedar halusinasi mereka"
Ucap Emre cepat.
"Dan..."
Sejenak Emre menoleh ke arah Gerry.
__ADS_1
"Ini mungkin akan menyakiti istri mu, tapi kehadiran nya akan menjadi kunci utama untuk menemukan siapapun yang terlibat, aku yakin Emilia pasti hapal wajah-wajah orang yang menculik diri nya, saat dia bisa menghapal semua wajah-wajah itu, aku yakin langkah kita semakin gampang untuk mengumpulkan orang-orang yang terlibat dan mulai meruntuhkan satu persatu dari para pelaku nya"
"Aku yakin banyak para pemegang saham di MC Juan dan fawad company yang ikut terlibat didalamnya"
Sejenak Gerry menatap wajah Emre, dia tampak berfikir sejenak.
"Kapan pesta pernikahan kalian? "
"Lusa akad nikah kami, untuk pesta nya kita akan mengatur tanggal tepat nya, setelah itu kita akan mengirimkan undangan nya pada semua orang"
Setelah berkata begitu, semua orang tampak terdiam.
"Aku fikir dokter John pasti bisa membantu istri mu dalam proses penyembuhan masa trauma nya, dia punya rekomendasi dokter ahli di bidang nya"
Ucap dokter Dekan tiba-tiba lantas memberikan sebuah kartu nama pada Gerry.
Gerry secara perlahan menerima kartu nama tersebut, dia hanya mengangguk kan kepalanya.
Dia fikir memang benar, Emilia butuh dokter khusus yang menangani trauma nya, meskipun dia berusaha menciptakan kenyamanan di antara mereka, tidak menjamin sang istri bisa dengan cepat sembuh seperti sedia kala, dia butuh tenaga ahli khusus yang mampu mengembalikan keceriaan Emilia sama persis seperti sebelum 7 tahun yang lalu terjadi.
__ADS_1
Emilia yang begitu ceria, ramah dan penuh kebebasan, bukan Emilia yang terus terbelenggu didalam kegelapan.
"Aku akan mengajak nya besok untuk memulai sesi konsultasi"