Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Mulai melupakan nya


__ADS_3

Elis tampak menyentuh kening, lagi-lagi dia lupa harus melakukan apa, sejak tadi dia terus mondar-mandir ke depan dan kebelakang.


"Nona?"


Sang pelayan bertanya bingung, menatap ekspresi Elis yang mulai tidak tahu harus melakukan apa.


"Aku fikir harus melakukan sesuatu"


Perkataan Elis jelas mulai kacau, dia cukup bingung dengan kondisi tubuhnya sendiri. Beberapa kali Elis memukul kepalanya, dia begitu marah karena lupa harus melakukan apa.


"Kenapa..? Kenapa..?'


Elis terus memukul kepalanya dengan perasaan panik.


"Nona...jangan lakukan ini".


Sang pelayan mencoba menenangkan Elis, mencoba meraih tubuh Elis sambil berusaha memeluk tubuh nya.


"Elis?"


Tiba-tiba suara seseorang memenuhi seisi ruangan, Emre yang datang membawa beberapa buah dan makanan langsung membuang seluruh bawaannya, berlarian ke arah Elis lantas langsung meraih tubuh Elis.


"Ada apa?"


Emre bertanya pada sang pelayan.


"Maafkan aku tuan, nona..."


Wanita itu bicara sambil berusaha menetralisir perasaan nya, dia mencoba menghapus air matanya dengan cepat.

__ADS_1


"Elis, Elis, semua baik-baik saja, coba lihat bola mata ku, pandang mata ku hmm"


Emre bicara cepat, berusaha meraih wajah Elis dengan kedua belah telapak tangannya.


Sejenak Elis diam, mencoba menatap bola mata Emre, lalu tiba-tiba Elis mengerutkan dahinya.


"Kau siapa?"


Seketika Emre menelan salivanya, menatap nanar wajah gadis itu tanpa suara.


"Elis"


Ucapnya begitu lirih.


********


Seorang dokter perempuan berusia 30 tahunan tampak memejamkan bola mata nya, dia melebarkan kelima jari kanan nya, jari jempolnya di letakkan di ujung pelipis kanan nya,sisa ke empat jari nya berusaha terus bergerak mengusap matanya dengan gerakan perlahan.


Ucap Emre pelan, lantas kelima jari kanan nya itu dengan gerakan cepat mengusap hingga hingga ke ujung kepalanya, kemudian jemari itu mencoba mengusap kasar wajah nya.


Perempuan itu tampakmpak diam tanpa mengeluarkan suara apapun, dia duduk di sebuah kursi kerja sambil memejamkan pelan bola matanya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Emre meraih rokok Yang ada di atas meja, meraih sebuah pamatik dan mulai menyalakan rokoknya.


Beberapa kali Emre menghisap dan meng hembuskan rokok miliknya itu ke udara menggunakan tangan kanannya.


"Dia mulai melupakan aku"


Ucap Emre pelan sambil mengusap kasar wajahnya dengan tangan kirinya, tampak bola mata nya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Apa aku harus membawa nya untuk pulang ke uni emirat Arab? mengulang kembali kenangan lama yang hilang?"


Emre bicara sambil mematikan rokoknya, dia mulai menekan 2 jari tangan nya ke matanya.


"Aku sudah mulai kehilangan akal waras ku saat ini, Joyce"


Ucap nya lagi sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Aku bisa melakukan banyak hal untuk mengubah seseorang yang kehilangan kandungan menjadi memiliki kandungan, tidak memiliki anak menjadi memiliki anak, tapi untuk kasus Elis, aku benar-benar kehilangan akal waras ku"


Ucap Joyce pelan sambil terus memijat-mijat kepalanya.


"Mungkin membangun kembali kenangan lama bisa membuat Elis mengingat secara perlahan kenangan yang mulai menghilang, tapi pada akhirnya kenangan itu akan kembali menghilang lagi secara perlahan, Emre"


Ucap Joyce sambil terus menatap wajah Emre.


"Jika kamu kembali ke uni emirat Arab saat ini, artinya kamu menghentikan penyelidikan terhadap kasus 7 tahun silam, kau kehilangan kesempatan untuk menangkap pelakunya"


Sejenak Joyce memberikan sebuah map ke arah Emre.


"Gerry sudah mulai melangkah Lebih dulu sejak kemarin, bahkan gadis yang di jebak malam itu sudah berada di tempat nya saat ini"


Emre langsung mengangkat kepalanya, menatap Joyce dengan pandangan tidak percaya.


"Apa?"


Tanya Emre cepat.


"Gadis itu telah dinikahinya di Indonesia beberapa hari yang lalu"

__ADS_1


Seketika Emre membulat kan bola matanya.


__ADS_2