Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Bergerak cepat


__ADS_3

Suli sejak tadi hanya mondar-mandir tidak jelas kesana-kemari setelah tahu jika Manaf masih hidup di acara pernikahan Emre putri keluarga MC Juan, bahkan hari ini dia kembali mendengarkan kabar yang lebih membuat diri nya ketar ketir lagi.


Elis masih hidup dan Emilia menjadi menantu keluarga Gerry Lincoln.


Berita itu pecah dari putri Anwar sendiri, neysa dan juga alex.


"Kalian bilang apa?"


Suli Bertanya dengan nada gemetaran kemarin sambil menatap Neysa dan Alex secara bergantian.


"Aku melihat nya dengan mata kepala ku sendiri"


Ucap neysa cepat.


Seketika Suli terduduk dari posisi nya, perempuan itu duduk dengan kondisi shok ke atas kursi nya kerja nya Sendiri.


"Bagaimana mungkin Elis masih hidup? aku sendiri yang membantu membawa mayat nya malam itu bersama Anwar menuju ke kediaman Fawad, bahkan dia benar-benar telah meregang nyawa saat itu, bagaimana Elis masih hidup huh?"


Pekik perempuan itu histeris.

__ADS_1


"Dan bagaimana mungkin gadis itu bisa masuk kedalam keluarga Lincoln dengan mudah?"


Suli jelas begitu panik mendengar nya, dia fikir bagaimana mungkin rencana yang dia susun begitu matang dan Lama kini harus hancur seketika.


"Kita harus mengatur rencana baru untuk melenyapkan gadis Lucio itu, jika dia buka mulut soal siapa saja yang terlibat di masa lalu maka habislah kita satu persatu"


Ucap nya cepat ke arah Anwar lantas wanita itu dengan cepat meraih sebuah map coklat dari dalam laci nakas nya.


Laki-laki itu tampak duduk di atas sebuah kursi sofa panjang dengan gaya yang begitu santai, dia tidak terlalu peduli pada ocehan Suli.


"Dan untuk kembalinya Manaf, aku ingin saat acara ulangtahun perusahaan besok,semua pemegang saham tidak ada yang berdiri di samping diri nya dan tidak ada yang mendukung kembali nya laki-laki itu kembali ke perusahaan, aku ingin seseorang mengatur menjebaknya hingga masuk ke dalam perangkap seperti kejadian di masa lalu, lenyap kan kembali dia bagaimanapun cara nya"


Laki-laki yang diberikan perintah tampak menundukkan kepalanya tanda mengerti.


" Jangan mengacaukan acara besok di perusahaan, bergerak lah sebaik mungkin"


Anwar bicara sambil menyerahkan sebuah kunci ke arah laki-laki itu.


"Temui satu persatu para pemegang saham agar mereka tidak terpancing pada Manaf dan memilih laki-laki itu untuk kembali ke posisi nya semula"

__ADS_1


Lanjut Anwar lagi.


"Baik tuan"


Setelah berkata begitu laki-laki itu menundukkan pelan kepalanya kemudian secara perlahan laki-laki itu pergi meninggalkan Anwar dan Suli begitu saja.


Anwar tampak berdiri dari duduknya, dia berjalan mendekati Suli yang terlihat panik berdiri membelakangi dirinya, laki-laki itu langsung menggenggam erat bahu wanita itu sambil berbisik.


"Jangan panik, kita pasti bisa mengatasi semua ini seperti sebelumnya"


"Tapi aku takut mereka memiliki rencana yang tidak aku ketahui"


Ucap Suli pelan sambil menyentuh kedua tangan Anwar secara perlahan.


"Kau tahu bukan? Mereka selalu berada di belakang kita"


Setelah berkata begitu tangan laki-laki itu secara perlahan mulai bertambah kemana-mana, laki-laki memejamkan pelan bola matanya, meskipun dia bersama Suli, bercinta dengan wanita itu tapi realita nya fikiran nya saat ini bersama perempuan lain yang hampir 1 tahun ini mengganggu waktu dan hidupnya bahkan perempuan itu mulai membuat dirinya tergoda.


Jihan..!!!

__ADS_1


__ADS_2