Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Berita mengejutkan


__ADS_3

Elma sejak tadi menghembus kesal nafasnya, dia menatap laki-laki cantik dihadapan nya itu dengan perasaan dongkol, dia fikir tidak bisakah laki-laki itu menyelesaikan semua tugas-tugas nya secepat mungkin.


Sebab dirinya cukup canggung saat Emre seolah-olah terus mengawasi dan memandangi dirinya dari arah kursi sofa dimana laki-laki itu duduk.


Entah sejak pukul berapa, Annete sudah hadir di kediaman Emre fawad, dia mau tidak mau meng eksekusi pekerjaan secepat mungkin untuk membuat kan gaun pengantin perempuan nya, tapi jelas Annete bisa melihat Betapa tidak suka nya gadis itu dengan kondisi ini semua.


"Oke, kita hampir selesai"


Ucap Annete sambil meminta 2 asisten nya agar mulai membereskan semua peralatan mereka satu persatu.


Dan bagi Annete gadis itu punya pilihan dan selera yang sangat luar biasa.


"Putri Lincoln MC Juan punya selera yang cukup bagus dan berkelas"


Bisik Annete pada Emre.


"Dan sangat cantik"


Tambah Annete lagi.


Sejenak Emre mendengus, menatap sekilas sosok Elma yang mulai berusaha untuk menjauhi semua orang.


"Cantik? dengan kelakuan yang sangat luar biasa"


Emre menggeleng-gelengkan kepalanya saat ingat bagaimana konyol nya gadis itu.


"Aku fikir tidak mungkin ada laki-laki yang tahan menikahi gadis seperti itu"


Seketika Annete tertawa terpingkal-pingkal.


"Tapi kenyataannya, kamu laki-laki yang mau menikahi nya"


Sejenak Emre menoleh ke arah Annete, dia melotot kesal karena merasa jika dirinya baru saja di ejek.


"Kamu fikir aku mau menikah dengan nya?"


Tanya Emre sambil membuang pandangannya.

__ADS_1


"Jika bukan karena kondisi terjepit, lalu apa lagi?"


Lanjut Emre lantas berjalan Mulai menjauhi Annete.


Laki-laki cantik itu mengulum senyumannya, dia menggeleng pelan sambil mengejek didalam hati.


kenyataan nya banyak orang jatuh cinta setelah menikah.


"Ngomong-ngomong, apa acaranya benar-benar akan dilaksanakan lusa?"


Annete berjalan mengikuti Emre.


2 pegawai Anne telah meluncur keluar, mulai membawakan semua perlengkapan mereka untuk di letakkan di dalam mobil.


Elma terlihat mulai berjalan naik ke lantai atas menuju ke arah kamarnya.


Emre dan Annete terus berjalan ke arah depan menuju ke arah mobil Annete.


"Semua keluarga telah mempersiapkan semuanya"


Jawab Emre cepat.


"Aku akan menyelesaikan semuanya besok, ini sangat mendadak sekali artinya kamu benar-benar harus membayar mahal atas cara profesional ku"


Laki-laki cantik itu Bicara sambil tertawa geli.


Emre tampak mengembangkan senyumannya.


"Baiklah, itu bukan masalah"


Annete menghembuskan pelan nafasnya.


"Coba jangan bersikap se datar ini, karena itu sulit sekali untuk mu deka dengan perempuan mana pun"


Protes Annete lantas langsung naik ke mobil nya.


Alih-alih menjawab kata-kata Annete, Emre langsung menutup pintu mobil laki-laki cantik itu.

__ADS_1


Emre mengangkat pelan tangannya dan meminta Annete untuk segera pergi dari sana.


Saat mobil dihadapan nya itu telah berlalu tiba-tiba seorang pelayan perempuan berlari dengan gerakan tergesa-gesa ke arah Emre.


"Tuan?"


Sejenak Emre menaikkan alisnya.


"Ada apa?"


"Pelayan di mansion utama barusan memberikan kabar"


Seketika Emre membulatkan bola matanya.


"Elis menghilang lagi?"


Pelayan itu terlihat pucat.


"Ini lebih parah lagi"


"Kenapa?"


"Rekaman CCTV melihat, seorang laki-laki membawa nona Elis 20 menit yang lalu"


"Apa?"


Secepat kilat Emre berlarian Menuju ke arah mobil nya, rasa panik jelas menerjangnya.


Laki-laki? siapa?


Emre baru sadar kunci mobilnya berada di dalam.


"Bawakan kunci mobil nya kembari"


Teriak Emre dengan nada panik dan penuh emosi.


Seketika laki-laki itu menerjang Ban mobil nya, kedua tangannya meraup dan meremas kasar rambutnya.

__ADS_1


Shi..t


__ADS_2