
Sejenak Jerry menatap Alicia, pagi-pagi sekali seseorang menghubungi dirinya, disusul panggilan sang kakak nya Gerry.
Seseorang meminta Mereka bertemu di satu tempat rahasia.
"Apa itu tidak cukup aneh?"
Jerry bertanya pada Gerry 1 jam sebelum ini.
"Dia bilang ini soal 7 tahun yang lalu dan 2 tahun yang lalu"
"Perketat penjagaan pada Alicia dan Erhan, biarkan Emilia tinggal bersama mereka hari ini"
Gerry bicara cepat dari balik handphone nya.
"Ada apa?"
Alicia menaikkan alisnya, cukup Heran dengan ekspresi sang suami yang terlihat aneh.
"Kemarilah"
Ucap Jerry pelan.
Alicia secara perlahan mendekati laki-laki itu, menatap dalam bola mata Jerry, secepat kilat Jerry menarik Alicia hingga masuk ke pelukan nya.
Alicia jelas tersentak kaget, langsung berusaha menahan tubuhnya yang menimpa dada Jerry.
"Kamu suka sekali mengagetkan orang lain"
Protes Alicia cepat.
Jerry tampak mengulum senyuman, membiarkan sang istri duduk di atas pahanya.
Sejenak Jerry menatap dalam bola mata Alicia.
"Hal buruk terjadi?"
Tanya Alicia sambil berusaha menyentuh wajah Jerry, dia Fikir tatapan Jerry terlihat sedikit aneh hari ini.
"Aku harap kamu tidak kesulitan menghadapi neysa, gadis itu bisa jadi akan kembali datang dan pergi mengusik kehidupannya kita, dia hanya belum tahu soal kenyataan soal aku dan Gerry"
Jerry bicara sambil menarik panjang nafasnya.
Alicia diam sejenak lalu dengan gerakan cepat dia menggeleng.
"Sejauh ini aku cukup bisa mengatasi dirinya, kamu tahu sayang? aku bukan type perempuan yang suka tertindas"
Sejenak Jerry terkekeh.
__ADS_1
"Aku bisa melihat nya dengan jelas"
Beberapa kali Neysa kemari, Alicia jelas selalu bisa mengatasi gadis itu, membuat nya tidak berkutik atau bahkan menjatuhkan nya dengan kata-kata yang menyakitkan.
"Berikan aku sebuah ciuman"
Ucap jerry tiba-tiba.
"Disini?"
Alicia membulat kan bola matanya.
Jerry mengangguk cepat.
"Ada Ertan didepan, bagaimana jika dia masuk Secara tiba-tiba?"
Protes Alicia.
"Aku hanya minta ciuman sayang, bukan minta sesi ber..cinta"
Jerry terkekeh geli melihat ekspresi Alicia.
"Tapi kamu selalu mengubah rencana, bilang nya ciuman tau...."
Belum selesai Alicia bicara, Jerry dengan cepat menyentuh leher Alicia, menenggelamkan bibir sang istri kedalam bibirnya, dengan lembut dan perlahan Jerry mulai menyapu bibir indah itu dalam waktu yang cukup lama kemudian dengan cara yang panas mulai mengabsen seluruh isi rongga mulutnya.
Ciuman itu mulai turun ke dagu menuju ke leher jenjang Alicia, sedang kan Jemari Jerry mulai menyusup ke arah dada Alicia.
"Sayang, no"
Alicia mencoba menahan tangan sang suami, tapi gerakan tangan jerry semakin lincah masuk dan meraup isi didalam sana.
"Mommy, Daddy?"
Dan semua sesi itu tiba-tiba buyar seketika saat ertan tiba-tiba menyeruak masuk kedalam bersama Will.
Seketika Alicia berdiri dari pangkuan Jerry.
Sang suami malah mengulum Senyuman seperti tanpa dosa,masih sempat mencium lembut pipi kanan Alicia lantas ikut berdiri dari duduknya.
"Oh shi.t "
Terdengar umpatan William dari arah depan, pelan namun cukup bisa didengar oleh Jerry dan Alicia.
Seketika Alicia melotot ke arah Jerry.
"Apa ku bilang, dari ciuman pasti jadi nya lebih"
__ADS_1
Alicia bicara dengan nada tertahan setengah berbisik, dia mencubit kesal lengan Jerry saking malunya dengan keadaan.
Mereka benar-benar terpergok secara tidak langsung.
"Apa yang Daddy lakukan pada mommy? Daddy menyiksa Mommy?"
Ertan tampak marah saat melihat mommy nya seperti kesal terlihat kesal manatap Daddy nya.
"Daddy menyakiti mommy?"
Tanya Ertan lagi pada Alicia.
"Oh tidak sayang, Daddy mana berani menyakiti Mommy"
Ucap Jerry lalu mendekati ertan lantas langsung menggendong tubuh kecil itu.
"Benalkah?"
Erta bertanya Cepat sambil melirik ke arah Mommy nya.
Alicia melebarkan senyumannya, Menyentuh lembut wajah Ertan.
"Tidak sayang"
Jerry secepat kilat menggenggam tangan Alicia.
"Aku dan kakak akan pergi beberapa waktu, kalian jangan keluar dari mansion hingga aku kembali, Emilia akan kemari bersama Gerry"
"Kakak kemari?"
Bola mata Alicia tampak berkaca-kaca saat mendengar sang kakak Emilia akan datang kemansion mereka.
"Sayang kamu dengar? mommy Emilia akan kemari"
Alicia bicara cepat ke arah Ertan.
"Benal kah? itu bagus, kami bisa belmain tembak-tembakan sepelti di lumah daddy Ge"
"Tentu saja"
Jawab Alicia cepat.
"Will pastikan mereka baik-baik saja"
Jerry bicara cepat kearah laki-laki itu, kemudian menyerahkan Ertan kedalam gendongan Will.
"Baik tuan"
__ADS_1