
Emre menarik kasar nafasnya, sejenak dia melepaskan dasinya lantas dengan cepat melangkah keluar dari dalam mobilnya menuju ke arah mansion.Elis tampak duduk manis di sebuah kursi sofa, memainkan bola kristal yang ada di tangan nya.
Emre terus menatap sosok Elis yang ada di dalam sana, Seketika Emre menyandarkan tubuhnya di pinggiran tiang utama pintu masuk bangunan.
Sekelebat ingatan soal masa lalu tiba-tiba mengingat kan diri nya tentang pertemuan pertama mereka.
Flash back
8 ½ tahun yang lalu
Emre bergerak dengan terburu-buru menuju ke arah belakang sesaat setelah keluar dari mobilnya dan membiarkan salah satu security perusahaan fawad untuk segera mengambil alih memarkirkan mobilnya.
Namun saat dia berbalik karena tergesa-gesa, tiba-tiba seseorang menabrak dirinya.
Buggggggg
"Oh ya Tuhan"
"Shi..t"
Emre tampak terkejut menatap tumpahan minuman di sekitar jasnya.
"Tuan, maafkan aku"
Terdengar suara lembut bicara dengan sedikit gemetaran, mencoba meraih tas nya dan mengambil tumpukan tisu, jemari indah itu dengan gerakan cepat mencoba membersih kan jas milik Emre.
"Lupakan lah, bukan masalah"
Emre bicara cepat berniat menahan tangan orang tersebut, tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba bola mata mereka bertemu.
Sejenak Emre terpaku, Waktu seoalah-olah berhenti tiba-tiba, dia baru sadar yang ada dihadapannya itu bagaikan makhluk paling sempurna yang belum pernah dia temui, terlalu indah di pandang mata, wajah cantik,dengan garis rahang yang sempurna, dagu lancip, bulu mata lentik, alis hitam legam dan terlihat begitu alami, rambut tergerai indah dan suara halus cukup menggoda.
__ADS_1
Emre Fikir dia baru menemukan seorang bidadari, makhluk sempurna ciptaan tuhan.
"Maafkan aku tuan, aku tidak menjaga langkah ku Dengan baik"
Gadis cantik dihadapan itu bicara sambil tangannya terus berusaha membersihkan jas Emre.
"Apa anda punya jas pengganti? aku akan membersihkan nya untuk anda, aku benar-benar minta maaf, ini semua kesalahanku"
segurat penyesalan memenuhi wajah cantik itu.
"Tuan?"
Seketika Emre tersentak dari pesonanya.
"Ya?"
Gadis itu tampak menaikkan sebelah alisnya.
Gadis itu kembali bertanya sambil menggigit pelan bibir bawahnya.
Dan dengan bodoh nya, Emre bagaikan terkena hipnotis pesona gadis itu, dengan gerakan cepat dia mengangguk dan berkata.
"Ada"
Ucapnya cepat lantas segera melepaskan jas nya, memberikan pada gadis itu jasnya kemudian dia mengeluarkan dompetnya, menarik sebuah kartu nama dan memberikan nya pada gadis itu.
"Jika sudah bersih, pastikan kamu menghubungi aku di nomor ini"
Ucap Emre cepat lantas meninggalkan gadis itu yang dilanda Kebingungan sendi.
Lalu siapa sangka dari pertemuan aneh itu, membuat mereka menjadi begitu terlihat aktab pada akhirnya, nyaris bergantung Antara satu dengan yang lainnya selama hampir 1/2 tahun.
__ADS_1
Hingga akhirnya gadis itu diterima bekerja di perusahaan fawad, dan sang kakak tanpa sengaja melirik ke arah Elis, lantas jatuh cinta pada gadis itu dimulai pada pandangan pertama.
"Kami akan menikah".
Pada satu pagi sang kakak tiba-tiba memberikan berita yang begitu menyakitkan.
"Benarkah?"
Emre jelas merasa begitu terluka, mencoba mengembangkan senyuman nya dan memastikan dia menutup rapat-rapat soal perasaan nya.
"Aku sudah melamar nya"
Seketika Emre menelan air ludahnya, dia mencoba membentang kan tangan nya dan sepersekian detik kemudian mereka saling berpelukan.
"Selamat kak"
*********
Kembali ke masa sekarang
Hari ini
Emre menghapus perlahan air matanya, dia mencoba terus berjalan mendekati Elis, mencoba menetralisir perasaan nya.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Emre bertanya sambil mengelus lembut wajah Elis Begitu dia telah berdiri tepat dihadapan Elis.
"Dimana ertan ku?"
Tiba-tiba Elis bertanya dengan bola mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Emre secepat kilat memeluk Elis, mencoba untuk menahan seluruh perasaan nya. Dia tahu saat ini Elis masih bisa bertanya dimana ertan, tapi besok dia akan bertanya sebaiknya Siapa kamu?