Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Waktu nya keluar dari sarangnya


__ADS_3

Elma tampak begitu gugup, sejak tadi dia terus meremas telapak tangan nya yang mulai terasa basah, bola mata nya sejak tadi menatap ke depan.


Karena baginya ini untuk pertama kalinya dia harus berhadapan dengan banyak orang disekelilingnya, bahkan ada banyak sekali Keluarga besar yang datang berhamburan menatap antusias ke arah dirinya.


"Bukankah dia begitu cantik?"


"Aku tidak heran saat Emre tergila-gila pada dirinya"


"Emre jelas jatuh cinta pada Elma, Coba lihat Betapa cantik nya diri nya"


"Mereka pasangan yang begitu serasi"


"Kapan pertama kali kalian bertemu?"


"Apa kalian sudah lama saling kenal?"


"Rencana bulan madu kemana sayang?"


"Mungkin rekomendasi terbaik itu...."


Dan entahlah ada banyak sekali ucapan-ucapan yang keluar dari banyak orang yang ada disekelilingnya, hingg membuat Elma Merasa semakin kesulitan dalam menarik nafasnya.


Hingga Ditengah keadaan Emre tiba-tiba datang Solah membawa jutaan bantuan.


"Masih gugup?"


Laki-laki itu bertanya sambil mengulas senyuman nya.

__ADS_1



Elma hanya mengangguk pelan, menatap dalam wajah laki-laki itu yang hari ini terlihat jauh lebih menawan dan berkharisma dibandingkan sebelum-sebelumnya.


Emre mengulur kan tangannya secara perlahan, bola matanya terus menatap Elma sambil dia menunggu gadis itu menerima uluran tangan nya.


Elma secara perlahan mengulurkan tangannya dengan sedikit ragu-ragu, Emre tampak mengulum senyumannya saat melihat ekspresi Elma yang tampak begitu lucu baginya, dengan cepat laki-laki itu meraih telapak tangan Elma.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Emre dengan cepat menarik pinggang Elma hingga membuat gadis itu tersentak kaget, tubuh mereka menempel dengan sempurna.


Seketika Emre membisikkan sesuatu di telinga nya.


"Tarik dan buang nafas agar rasa gugupnya hilang"


Ucap laki-laki itu begitu lembut.


Lanjut Emre.


"Ya?"


Sejenak Elma tampak terpaku mendengar pujian Emre.


******


Disisi lain.


Manaf telah bersiap sejak tadi, bersiap untuk keluar hingga membuat orang-orang yang mengenali dirinya menjadi sedikit kocar-kacir sesuai rencana.

__ADS_1


Dia tidak di anjurkan turun ke bawah mengingat ketakutan soal pergerakan suli dan Anwar yang begitu lincah, kesepakatan nya hanya jika dia hanya perlu terus berdiri di atas panggung beberapa waktu.


Elis tampak menatap Manaf sejak tadi, hatinya jelas merasa begitu khawatir, takut jika-jika terjadi hal buruk yang tidak di inginkan.


"Jangan berfikiran macam-macam"


Ucap Manaf sambil mengelus lembut wajah Elis.


"Aku hanya merasa khawatir, aku fikir mereka sudah berapa kali mencoba menghancurkan mu bukan? hingga akhirnya dulu kamu benar-benar menghilang Seolah-oleh pergi sesuai dengan kemauan mereka"


Ucap Elis sambil menatap dalam bola mata Manaf.


"Kita terpaksa berpisah dalam jangka waktu yang Cukup lama dan membuat aku hampir gila"


Elis tampak menggigit bibir bawahnya, ingatan soal hal dimasa lalu bahkan terus menghantui diri nya selama bertahun-tahun, bahkan dia harus bertahan lama dan menyakinkan diri sendiri tanpa Manaf di sisi nya Untuk sementara waktu kemarin.


Baginya menghadapi suli dan Anwar jelas sangat sulit, kedua orang itu punya pemikiran licik luar biasa yang sama sekali tidak bisa mereka tolak di waktu kemarin.


Bahkan Suli pun bisa menghalalkan segala cara untuk menghancurkan siapapun yang di anggap nya menjadi batu penghalang diri nya.


Manaf tampak melebar senyuman nya, terus mengelus lembut wajah Elis.


"Semua pasti baik-baik hmmm?"


ucapnya sambil mencium lembut kening elia.


Lantas secara perlahan laki-laki itu mulai beranjak dari ruangan itu menuju ke depan.

__ADS_1


Dia pikir inilah waktu nya untuk keluar dan mulai menampakkan diri setelah sekian lay bersembunyi.


__ADS_2