Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Rubah berekor sembilan


__ADS_3

"Mommy"


Ertan datang dengan gerakan cepat dari luar hingga ke dalam, menemui Alicia yang tengah berkutat didapur untuk membuat sarapan mereka, seorang pelayan wanita berusia sekitar 40 tahunan lebih tampak sibuk membantu Alicia.


"Kenapa sayang?"


Alicia bertanya sambil melebarkan Senyuman nya, menatap bola mata ertan untuk beberapa waktu.


"Nenek sihil datang belkunjung"


Ucap ertan cepat ke arah Alicia.


Sejenak Alicia mengerutkan keningnya.


"Nenek sihir?"


Gumam nya pelan.


"Gadis mengerikan yang menyukai tuan Lincoln nyonya"


Tiba-tiba sang pelayan berbisik cepat di balik telinga Alicia.


Ahhh


Alicia langsung mengangguk kan kepalanya.


Gadis mengerikan.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba muncul seorang gadis yang usianya sama seperti sang kakak nya Emilia, sejenak Alicia menatapi wajah gadis yang tampak mendekati dirinya itu. Alicia fikir dia seperti pernah melihat gadis itu sebelumnya.


Dimana?


Fikir Alicia berusaha untuk mengingat-ingat, tapi dia sama sekali tidak bisa mengingat dimana dia pernah melihat gadis itu.

__ADS_1


"Dimana Gerry?"


Gadis itu bertanya cepat dengan nada kasar sambil memperhati kan Alicia dari ujung kaki nya hingga ke ujung kepalanya.


Alicia menaikkan ujung alisnya, dia fikir ada yang bisa menjelaskan padanya kenapa gadis dihadapan nya itu begitu tidak sopan?


"Kau bertanya pada ku?"


Alicia menatap gadis itu dengan pandangan sedikit sulit untuk dijelaskan.


"Aku bertanya pada PEMBANTU itu, dan kau apa PEMBANTU baru disini?"


Kalimat PEMBANTU terdengar begitu tidak menyenangkan di balik telinga Alicia, sang pelayan tampak mundur sejenak, berusaha berlindung dibalik tubuh Alicia.


Alicia fikir kemungkinan gadis ini sebelumnya acapkali hilir mudik kemari, dilihat dari ekspresi sang pelayan jelas sekali dia takut pada gadis itu, Belum lagi ekspresi tidak suka ertan menatap wajah gadis itu.


Alih-alih menjawab, Alicia bertanya balik pada gadis itu.


"Kamu keluarga Lincoln?"


"Aku ini kekasih nya Gerry"


Alicia masih menyunggingkan senyuman nya.


"Siapa nama mu?"


"Ya?"


Gadis itu jelas bertanya heran mendapatkan pertanyaan tidak masuk akal dari gadis muda yang ada dihadapannya itu yang belakangan dia ketahui sebagai istri Lincoln.


"Neysa"


jawab nya enggan.

__ADS_1


"Oh"


Alicia bicara sambil menelisik wajah gadis yang bernama neysa itu.


"Kuliah? bekerja?"


Tanya Alicia lagi sambil melepaskan afron (Celemek memasak) didada nya, tersenyum ke arah ertan agar bocah kecil itu masuk ke dalam dekapan sang pelayan, Alicia mulai berjalan mendekati neysa.


"Kau tidak lihat usia ku? aku tentu saja sudah bekerja"


Oceh neysa sambil melotot ke arah Alicia.


"Sudah cukup dewasa, aku fikir saat di masa sekolah dan kuliah kita pasti di ajarkan etika dan tata Krama ketika menemui tuan rumah di tempat tinggal orang lain"


Ucap Alicia cepat sambil mensejajarkan dirinya pada neysa, tinggi tubuh mereka jelas terlihat sama, meskipun Alicia baru masuk kuliah tubuhnya cukup bisa mensejahterakan tubuh neysa.


"Lain kali bicara dan bertanya lah dengan cara yang cukup sopan, aku tidak suka ada orang asing yang menanyakan soal suami ku dengan cara yang sedikit kurang ajar"


Ucap Alicia sambil menaikkan telapak tangan nya.


Seketika neysa tampak terkejut, mencoba memejamkan bola mata, keberanian nya tadi tiba-tiba menghilang.


Alicia tiba-tiba merapikan anak rambut neysa.


"Kau tahu kakak? yang nama nya penggoda hanya menang di awal tapi selalu kalah di akhir"


Ucap Alicia cepat sambil menampilkan wajah yang begitu garang dan mengerikan.


Seketika neysa membuka bola matanya.


"Dan..bersikap baiklah pada para pekerja dirumah kami, sebab aku bisa saja mengusir mu dengan cara yang cukup mengerikan ketika aku berada di ujung kesabaran"


Setelah berkata begitu, Alicia langsung membalikkan tubuhnya, ekspresi wajahnya yang mengerikan tadi kembali berubah menjadi begitu ramah saat menatap ertan yang mulai memeluk tubuh nya.

__ADS_1


Neysa jelas menggenggam erat telapak tangan nya, kemarahan jelas tercetak di balik wajah nya, dia fikir dia akan dengan mudah menghadapi istri Lincoln yang baru seperti menghadapi Elis dulu,tapi rupanya dia malah menghadapi sosok perempuan rubah berekor sembilan, Tampak manis di luar tapi begitu mengerikan didalamnya.


Dari atas tangga Jerry Lincoln jelas melihat pemandangan di bawah nya dengan ekspresi takjub, dia baru tahu jika sang istri rupanya bukan type orang yang suka di perlakukan dengan semena-mena.


__ADS_2