
Alicia menghela nafasnya berkali-kali, menatap ertan yang tertidur pulas di samping nya sejak tadi. Ingatan soal kakak nya Emilia tadi benar-benar membuat dirinya takut, Alicia fikir kakak nya sudah mulai melupakan masa lalunya, tapi realita nya trauma itu masih Terus berjalan mengusik kehidupan sang kakak.
Dulu saat pertama kali pulang kakak nya jelas seperti orang yang bingung, mereka ingin melaporkan tindakan kejahatan yang terjadi pada sang tapi sama sekali tidak memiliki bukti, di luar negeri seorang gadis muda yang tidak pe..Ra..wan lagi jelas bukan hal yang aneh. Saat kakak nya bilang dia di jebak dan di perkosa, pihak berwajib malah bingung, ada yang bahkan menertawakan nya.
Tidak ada bukti rekaman CCTV, tidak ada pelaku, tidak ada sedikit pun kekerasan yang terjadi hingga tidak bisa melanjutkan proses hukum nya.
Kembali ke Indonesia, papa dan mama mereka jelas harus berjuang membuat sang kakak agar segera mendapatkan pemulihan, bahkan entah sudah berapa dokter terapis yang orang tua mereka datangi.
Lalu saat kakak nya baru akan kembali kehidupan normal nya lagi-lagi trauma baru tercipta di kehidupan kakaknya. Alicia sebenarnya marah, karena kejadian 2 tahun yang lalu jelas bukan hal yang baik, kakak nya melakukan aksi tabrak lari pada orang asing.
Kabarnya seorang bocah laki-laki ikut didalam kecelakaan itu dan dinyatakan meninggal dunia. Alicia sebenarnya cukup marah, Karena mama nya menutupi kasus sang kakak dengan alasan takut Emilia mengalami trauma ke 2. Tapi Alicia jelas cukup takut dengan karma yang akan terjadi pada keluarga mereka.
Tapi malam ini satu cerita dan berita mengejutkan datang dari arah yang tidak di sangka-sangka.
"Entah kamu percaya atau tidak Alicia, tapi kejadian 7 tahun yang lalu Kami sama-sama di jebak"
"Seseorang meletakkan obat afrodisiak kedalam minuman ku, dan kadar alkohol nya juga diberikan secara berlebihan, aku fikir malam itu yang tidur bersama Ku adalah istri ku, karena malam itu adalah malam pertama kami"
__ADS_1
"Tidak ada yang mencurigakan, karena kakak mu juga sama sekali tidak memberikan perlawanan atau pemberontakan"
"Dan bocah laki-laki yang Emilia tabrak adalah putra kandung kakak mu, putra kandung kami berdua, saudara kembar nya ertan yaitu erhan"
"Apa?"
Alicia jelas gemetaran mendengar ucapan Gerry Lincoln, seketika bola mata nya mencari sang suami Jerry.
Jerry berusaha untuk merangkul erat tubuhnya.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Gerry Lincoln menampakkan foto 2 orang dengan sosok yang serupa.
"Semua terasa tidak masuk akal memang, semua orang jelas bingung dengan keadaan ini, bahkan aku pun bingung, masih mencari benang merah siapa pelaku semuanya dan apa keuntungan yang di dapatkan dalam melakukan semua ini"
"Semua orang sedang bergerak melakukan penyelidikan, karena itu aku mohon pada mu, jaga ertan hingga aku telah siap menyakinkan Emilia soal masa lalu, hingga Emilia siap menerima kami berdua tanpa menyisakan trauma"
"Aku ingin menciptakan kenangan baru untuk nya soal diri ku, dan menghapus kenangan lama yang pasti begitu dia benci didalam seumur hidupnya"
__ADS_1
"Jika tergesa-gesa, aku takut Emilia akan membenci ku dan tidak memberikan ku kesempatan untuk menebus semua nya dimasa lalu"
Alicia kembali menarik berat nafasnya, lantas berusaha untuk mengelus lembut rambut ertan.
"Semua akan baik-baik saja"
Bisik Jerry tiba-tiba disamping Alicia.
Secara perlahan Alicia menoleh ke arah Jerry, membenahi posisinya tepat menghadap kearah Jerry Lincoln.
"Jangan khawatir soal apapun, fokuslah untuk membuat ertan bahagia untuk saat ini"
Lanjut nya lagi sambil mengelus lembut wajah Alicia.
"Aku hanya cemas soal kakak"
"Karena itu Gerry butuh waktu untuk membuat kenangan manis terlebih dahulu dengan Emilia, sisanya akan kembali ke diri mereka masing-masing"
__ADS_1
Alicia hanya mengangguk pelan sambil terus menatap dalam bola mata Jerry.