
Jihan bergerak dengan cepat masuk kedalam aula peresmian ulang tahun perusahaan, dia menggunakan kartu seseorang yang telah di setting oleh Sehan dan Manaf agar dia bebas keluar masuk di sana di bantu oleh Maya dan Will dengan penampilan berbeda mereka.
"Kita harus masuk ke ruang kontrol nya"
Ucap Jihan pada Maya dan Will, mereka berjalan dengan terburu-buru masuk ke arah gedung utama perusahaan Fawad company.
"Pastikan mengatur timing nya dalam moment yang tepat"
Lanjut Jihan lagi sambil menoleh ke arah ke dua orang tersebut.
Maya dan Will mengangguk cepat, mereka langsung memecah posisi secara bersamaan.
Maya dan Will melesat menuju ke arah ruang kontrol operator dan Jihan mulai melangkah naik ke atas panggung bergabung dengan tim yang lain nya.
Dia berjalan cepat membaurkan diri dengan semua orang.
"Orang baru?"
Seseorang bertanya sambil mengerutkan keningnya, perempuan itu menelisik Jihan dark ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
Jihan tampak tersenyum.
"Tidak terlalu baru"
"Yeah, mungkin aku saja yang kurang bergaul dengan orang-orang disekitar"
Ucap perempuan itu lalu meninggalkan jihan disana.
"Aku Fikir ada yang salah dengan microphone nya"
Seseorang berteriak ke arah bawah, bola mata nya mencoba menelisik siapa yang bisa naik untuk membantu nya.
"Biar aku yang bantu melihat nya"
Ucap jihan cepat, melesat naik mendekati orang tersebut.
"Ok sudah ada yang bantu mengerjakan nya"
Laki-laki itu kembali berteriak, secepat kilat laki-laki itu beranjak meninggalkan jihan disana.
__ADS_1
Perempuan itu secepat kilat membenahi microphone nya sambil bola mata nya mencoba mencari sesuatu di sana, mencari kabel penghubung ke layar proyektor nya, dia berusaha duduk dan pura-pura mencari sesuatu.
"Bagaimana?"
Jihan bicara melalui headset bluetooth nya.
"Kami hampir masuk ke posisi, Maya tengah mengecoh para karyawan dan penjaga lain nya"
Terdengar suara Will dari seberang sana.
"Berikan aku waktu 5 menit"
Tiba-tiba Maya menimpali.
********
Maya secepat kilat bergerak, menatap 2 penjaga yang ada di hadapannya itu.
"Tuan dimana pintu keluar menuju ke ruang rapat? aku cukup terlambat untuk ikut rapat nya"
Maya bicara cepat sambil pura-pura membenahi rok nya.
Oh shi..t.
"Itu cukup membuat orang-orang tergoda"
Lanjut suara di seberang sana.
Maya ingin sekali mengumpat ke arah asal suara tersebut.
"Aku akan mengantar nya"
"Bisakah aku yang mengantar nya?"
"Kamu sebaiknya disini, aku yang akan pergi"
2 pengawal itu mulai berdebat soal siapa yang harus pergi, di samping itu will Tampak mulai menyelinap masuk ke arah pintu belakang dimana 2 pengawal itu berdebat dengan cara yang begitu hati-hati.
"Sebaiknya kalian jangan bertengkar tuan"
__ADS_1
Maya bicara sambil mengedip-ngedipkan bola mata.
"Oh God,dia memang benar-benar menggoda"
"Brengsek berhenti mengganggu konsentrasi ku"
2 orang terdengar bicara sambil terkekeh di balik earphone Maya.
Sialan.
Umpat Maya dalam hati.
"Sebaiknya tunjukkan saja jalannya, aku akan coba pergi sendiri ke arah ruang rapat nya"
Ucap Maya lagi.
"Bisa berikan kami nomor telpon mu, Miss?"
"Ada apa ini?"
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah belakang Maya, seketika gadis itu tercekat.
Oh shi..t bukankah itu suara Suli?
fikir Maya.
"Nyonya?"
"Nyonya?"
Seketika Maya membeku, dia fikir jika wanita itu mendekat dan melihat nya maka habislah sudah.
"Bergerak kesamping,itu adalah Suli"
Seseorang bicara dari earphone Maya.
"Oh god, kenapa wanita tua itu sudah keluar dari ruangan rapatnya?"
"Ada apa dengan kalian?"
__ADS_1
Suli kembali bertanya sambil berusaha mendekati langkah 2 laki-laki itu dan Maya.
Seketika suasana mencekam terjadi disana, Maya fikir sedikit saja dia salah melangkah maka hancur sudah rencana mereka.