
Emre tampak mengetuk-ngetuk jemari nya ke atas meja kerjanya, setelah pertemuan tadi membahas siapa saja yang terlibat dalam peristiwa 7 tahun yang lalu, Seketika Emre baru sadar jika masing-masing dari mereka sesungguhnya Saling membohongi diri selama beberapa tahun ini.
Bahkan Emre baru tahu jika kembaran Gerry yang rupanya selama ini menggantikan Gerry menduduki posisi paling tinggi di perusahaan, laki-laki itu rupanya mengalami cidera parah dan koma selama 2 tahun terakhir karena kejadian kecelakaan yang juga menewaskan kembaran Ertan yaitu Erhan.
Emre jelas tidak bisa menceritakan kenyataan soal Elis pada semua orang, sebab selain orang-orang akan kesulitan dalam menerima soal penyakit alzheimer, Emre takut hal yang buruk akan terjadi pada Elis.
PR terbesar yang harus Emre pecahkan saat ini adalah soal mengetahui realita keterlibatan Neysa, gadis itu adalah satu-satunya orang yang memberikan ide gila soal pengantin pengganti nya pada dirinya ketika kepanikan melanda.
Neysa yang memberikan saran untuk menggantikan Elis dengan gadis yang di lelang di club malam ternama kota Paris saat itu, tapi Kenyataan lainnya, gadis yang Emre beli tiba-tiba di tukar oleh seseorang dengan teman sekolah nya yang baru Emre ketahui merupakan teman dekat Elma, adik laki-laki gerry lincoln yang juga adalah musuh terbesar neysa di masa sekolah SMA nya.
Itu artinya sedikit banyak neysa pasti menyimpan rahasia yang tidak dia ketahui bahkan bisa jadi neysa tahu sesuatu soal malam itu.
Sejenak Emre memijat kepalanya dengan kedua belah tangannya, seketika rasa pusing menerjang dirinya,tidak tahu kenapa rasanya semua hal terjadi begitu mendadak, misteri yang mulai terbuka satu persatu dan pernikahan yang sama sekali tidak pernah dia rencanakan.
Secara perlahan Emre berusaha untuk menghubungi seseorang dari balik telpon kantor nya.
"Annete?"
Emre bicara cepat, mencoba untuk mendiskusikan soal gaun pernikahan mereka pada laki-laki berwajah cantik itu.
__ADS_1
"Bisa kamu persiapkan semua urusan pakaian nya?"
Tanya Emre pelan dari balik telepon nya.
"Aku tidak paham selera Seorang gadis, kamu bisa menemui langsung putri MC Juan lincoln di mansion utama ku"
Terdengar tawa renyah dari balik telinganya, laki-laki berparas cantik itu seolah-olah bicara sambil mengejek nya.
"Aku tidak pernah jatuh cinta padanya, jadi jangan terlalu banyak menggosip hal yang tidak-tidak"
Emre bicara sambil menggelengkan pelan kepalanya.
Setelah berkata begitu laki-laki itu langsung menutup teleponnya.
"Emre?"
Tiba-tiba Jihan masuk ke dalam ruangan nya.
"Bagaim,?"
__ADS_1
Emre tampak menaikkan ujung bibirnya, Johan tampak berjalan mendekati dirinya.
"Aku harus memberikan mu sesuatu"
Ucap Jihan pada Emre dengan gerakan cepat, menyerah kan sebuah map coklat ke atas meja Emre.
Laki-laki itu mencoba membuka map tersebut dan mulai mengeluarkan isinya, Seketika laki-laki itu tercekat, bola matanya membulat lantas dengan cepat Emre menoleh ke arah Jihan.
"Dimana kamu mendapatkan semua ini?"
Emre bertanya sambil mengeratkan giginya, dia cukup terkejut dengan apa yang dia lihat di tangan nya saat ini.
Alih-alih menjawab, Jihan langsung berkata.
"Dia mengenal Elis jauh sebelum kamu mengenal elis, laki-laki itu lebih dulu jatuh cinta pada Elis dibandingkan diri mu"
Emre jelas tidak percaya, tangan nya tampak gemetaran, sejenak dia memejamkan bola matanya.
Oh shi..t.
__ADS_1
umpat Emre dalam hati.