Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Mengetahui realita


__ADS_3

Gerry memeluk erat tubuh Emilia dari belakang, membiarkan sang istri tertidur pulas di depannya sejak tadi, masih tersisa isakan tangisan sang istri yang cukup shok saat mendapati soal kenyataan mengejutkan jika neysa ikut terlibat dalam menjebak Emilia di peristiwa 7 tahun yang lalu.


Masih ingat bagaimana ekspresi Emilia sore tadi, tubuhnya jelas gemetaran dan Seketika tangisnya tumpah, Emilia sangat marah,. sangat, bahkan dia begitu jijik melihat wajah Neysa.


"Kenapa?"


Tanya Emilia pada Neysa.


"Karena aku benci pada diri mu"


Ucap neysa Sambil berusaha membuang pandangannya dengan keadaan tubuh yang cukup tidak berdaya.


"Aku benci karena kamu merebut semua hal yang seharusnya menjadi milik ku"


Neysa berkata sambil menggigit bibir bawahnya, dia juga terlihat Begitu Kecewa saat merasa semua yang seharusnya menjadi miliknya malah berubah posisi menjadi milik Emilia.


Malam itu neysa sengaja menjebak nya agar emilia tidur dengan salah satu teman kampus mereka, membuat orang-orang melihat kenyataan bagaimana Emilia agar popularitas Emilia hancur di kampus saat itu.


Tapi siapa sangka semua berada di luar ekspektasi neysa.

__ADS_1


"Aku tidak tahu siapa yang menukar Emilia dengan gadis lainnya"


Neysa Bicara dengan tubuh yang cukup lemah, setelah peristiwa jatuh dari tangga gadis itu mengalami patah kaki Sempurna, kakinya harus di gyps dan dia harus melakukan perawatan medis cukup serius.


"Aku benar-benar tidak tahu siapa yang menukar mu, Emilia"


Dan kenyataan lain yang harus Emilia terima jika laki-laki yang meniduri dia adalah Gerry suaminya sendiri, Gerry tidak menyangka neysa bakal menyebut nama Gerry yang telah tidur dengan Emilia.


Meskipun neysa belum juga tahu jika Jerry yang dia lihat di mansion utama bukanlah Gerry yang dia maksud kan, neysa bicara tanpa tahu jika yang berdiri disamping Emilia adalah Gerry.


Emila menatap tidak percaya ke arah Gerry, dia Fikir Gerry membohongi dirinya, tidak bicara jujur padanya.


Gerry mencoba meraih wajah Emilia namun secepat kilat Emilia menepisnya tangan Gerry.


"Apa aku akan bisa mengatakan nya? aku menunggu waktu yang cukup tepat, tidak ingin kamu terluka, tidak ingin kamu membenci ku saat tahu soal kenyataan"


"Aku benci pada mu, aku benci pada mu"


Emilia menangis histeris saat mereka pulang ke mansion Jerry lincoln, dia marah, benar-benar marah pada Gerry.

__ADS_1


"Aku tidak ingin hubungan kita memburuk, realita nya kita sama-sama di jebak malam itu Emilia"


Gerry Terus berusaha meraih tubuh Emilia, mencoba memasukkan nya kedekapan gerry.


"Aku ingin pulang, aku ingin pulang"


Alih-alih peduli pada penjelasan Gerry, Emila tampak mulai bingung dengan keadaan, dia mencoba untuk melangkah keluar dari arah mansion Jerry lincoln.


"Kak?"


Alicia jelas membeku, ingin sekali membantu tapi Realita nya Alicia tidak paham harus berbuat apa.


Gerry kembali berusaha memeluk Emilia, dia fikir minimal penyakit trauma sang istri hingga saat ini tidak kambuh saat perempuan itu tahu soal kenyamanan di 7 tahun yang lalu.


Itu artinya komunikasi mereka lakukan dan hubungan yang mereka lakukan selama ini cukup banyak berkembang.


"Maafkan aku"


Bisik Gerry pelan sambil terus mempererat pelukannya.

__ADS_1


Dan satu titik terang lagi yang mereka temukan, Emilia berhasil mengingat siapa saja orang-orang yang ada di sekitar dirinya malam itu di tambah juga bantuan neysa yang memberikan ciri-ciri soal orang-orang yang ada disekitar mereka malam itu.


__ADS_2