Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Bangun dan kabur "Masih tetap tak bertemu"


__ADS_3

Emilia mencoba mengendap-endap mencari jalan keluar di sekitaran mansion itu, dia fikir dia tidak mungkin bertahan di sana hingga akhir, satu-satunya cara lari dulu dari sana, berikutnya baru akan dia fikirkan kembali pemecahan permasalahan nya.


2 hari menghapal situasi dan keadaan hingga membuat Emilia tahu susunan pekerja yang hilir mudik disana, dia tahu titik-titik penjagaan yang di jaga.


Emilia melintasi sisi arah jam 9 untuk memulai pelariannya, dan itu mengarah menuju ke pantai yang cukup padat pengunjung nya.


Dia menyeruak keluar menuju sebuah pagar besi yang telah tertekuk sempurna, ditutupi oleh bunga bonsai yang memenuhi sekitaran sisi kanan nya, karena tubuh emilia tidak berukuran besar, maka dia dengan mudah menyelinap dan menghilang dari sana.


Dan dengan sekuat tenaga Emilia berlarian meninggalkan tempat yang lagi-lagi dia anggap seperti di neraka.


*********


Dalam ruangan putih itu, tiba-tiba secara perlahan sang pemilik tubuh mulai menggerakkan jemari-jemari kokoh nan indah nya, bola matanya tiba-tiba terbuka dengan sempurna, terlihat beberapa kali kedipan yang terjadi di pelupuk matanya.


Tahu-tahu secara perlahan laki-laki itu bangun dari tidur panjangnya,dengan gerakan cukup sulit bergerak duduk kemudian secara perlahan mulai membuang alat bantu oksigen di mulutnya dan mulai melepas seluruh selang-selang yang ada di tubuhnya.


Jihan yang tiba-tiba muncul melihat dalam keadaan terkejut, dia ingin mencoba memanggil para Tim dokter, tapi laki-laki itu meletakkan jari telunjuknya ke ujung bibirnya.


"Ada apa dengan ku, Jihan?"


suara itu masih terdengar berat.


Jihan berlarian mendekati laki-laki itu


"Lincoln sayang "


"Dimana putra ku dan ibu nya?"


Jihan mengerut dahinya.


"Ibu?"


"Gadis malam itu adalah ibu kandung Lincoln junior, dimana dia?"


seketika Jihan mundur beberapa langkah.


"Apa?"


Dia Fikri semua orang telah salah paham dengan keadaan.


Lincoln tampak memejamkan matanya sejenak, menyentuk kepalanya beberapa waktu.


"Apa hal buruk terjadi malam itu?"

__ADS_1


Lincoln bertanya pada Jihan.


"Lin...maafkan aku"


Jihan bicara sambil menyentuh wajah Lincoln.


"Semua menjadi kacau, malam itu gadis itu..."


Suara nya terputus.


"Dan kau.."


lanjut Jihan lagi.


"Itu telah berlalu selama 2 tahun"


Lincoln jelas membulatkan bola mata nya.


"Apa?"


"Kau koma selama 2 tahun"


Dalam sekali gerakan Lincoln berusaha berdiri dan bergerak dengan sempurna, tapi kepalanya jelas masih terasa pusing.


"Ada apa dengan wajah ku?"


Pertanyaan menakutkan untuk Jihan pada akhirnya meluncur dari balik bibir laki-laki itu dengan suara yang masih tersengal.


"Malam itu, kecelakaan itu, ledakan itu merusak sebagian tubuh dan wajah mu,mereka melakukan operasi plastik untuk membuat normal diri mu, tapi dengan wajah yang berbeda"


Lincoln jelas membulatkan bola matanya, menatap tidak percaya ke arah Jihan.


Ingatannya soal kejadian malam itu menyakiti seisi kepalanya.


Dia duduk dengan jutaan senyuman di wajah nya, setelah pencarian panjang selama 4 tahun akhirnya dia menemukan gadis kecil itu di luar negaranya. Gadis yang tanpa sengaja dia tiduri, yang dia fikir adalah Elis yang bahkan dia tidak paham atas perbuatan siapa gadis itu bisa mengandung anak mereka Dengan cara begitu mengeringkan, dia Hanya ingin bertanya soal realita lebih dulu baru mencari siapa pelakunya.


"Kita akan bertemu dengan mommy mu Lincoln junior Daddy"


Gerry bicara sambil menggenggam erat tangan putra nya.


"Kenapa eltan linc tidak ikut dengan kita?"


"Karena ertan harus menemani grand ma sayang"

__ADS_1


Bocah laki-laki itu mengangguk pelan.


"Kau dimana?"


Gerry Lincoln mencoba bicara dengan gadis itu di handphone nya.


"Cari lokasi sedikit ramai, keluar dari mobil mu dan aku akan menjemputmu"


"Kau tahu wajah ku?"


"Hm"


"Ini cukup tidak adil, aku sama sekali tidak tahu bagaimana rupa mu"


"Kita akan saling mengenal setelah ini, nona Emilia Lucio"


Gadis itu tertawa lantas mereka bicara beberapa hal untuk beberapa waktu hingga...


"Tuan Seperti nya seseorang mengikuti ku sejak tadi"


Suara gadis itu cukup penuh kepanikan.


"Mobil nya berada tepat di belakang ku,aku masih cukup jauh dari lokasi pertemuan"


Gerry Lincoln jelas mengerutkan dahinya.


"Aku akan menyusul mu, katakan dimana tempat mu saat ini"


Gadis itu dengan tergesa-gesa menyebut nama tempat yang dia lewati.


Tapi bola mata Gerry Lincoln menangkap mobil gadis itu tepat berada di sisi kiri nya, sepersekian detik kemudian tiba-tiba sebuah mobil menghantam mobil gadis itu, dan dari belakang seseorang juga menghantam mobil Gerry Lincoln.


Ciiitttttt


kiiittttt


brakkkkk


brakkkk


bak adegan film mobil mereka saling menghantam antara satu dengan yang lainnya, si kecil Lincoln jelas terhempas dari samping nya, mobil mereka berguling dengan cara mengerikan, kemudian bagaikan permainan rollercoaster mobil mereka memutar dan menghantam mereka dari atas hingga ke bawah.


"Dimana linc junior? Dimana gadis itu? aku tanya dimana gadis itu dan putra ku?"

__ADS_1


Suara nya menggelegar memenuhi seisi ruangan, dan Jihan tahu akhirnya Lincoln sang penguasa telah bangun dari tidur panjang nya.


__ADS_2