
Saat Alicia tengah menidurkan ertan dengan tangan kirinya terus memeluk penuh kasih tubuh ertan sedangkan tangan kanan Alicia terus menggosok punggung bocah laki-laki imut itu dengan gerakan lembut, tanpa di sadari Alicia mulai ikut terlelap di hadapan ertan.
Suara nafas teratur milik Alicia mulai terdengar, menandakan jika Alicia benar-benar mulai terlelap dan tertidur dengan sempurna.
Tapi dari depan Terdengar langkah kaki seseorang yang mulai melangkah masuk ke dalam dengan gerakan begitu lembut, naik secara perlahan ke atas kasur, mencoba berbaring di samping Alicia lantas dengan gerakan perlahan tangan kokoh itu mulai masuk ke dalam perut Alicia.
Karena tidak mendapatkan respon sama sekali, dia bergerak perlahan menuju ke arah dada Alicia. Jelas saja Alicia langsung tersentak kaget, membuka bola matanya dengan cepat lantas menoleh ke belakang.
"Lincoln..."
Alicia tampak terkejut saat tahu siapa yang ada disampingnya,bermain dengan nakal ke dada nya.
"Ssttt"
Jerry Lincoln meletakkan jari telunjuknya di depan bibir nya.
"Nanti ertan bangun"
ucap laki-laki itu pelan, kemudian tiba-tiba Jerry Lincoln dengan gerakan cepat menyentuh wajah Alicia, dan secara perlahan dia menautkan bibir nya pada bibir Alicia.
"Tung...hmmppp"
Alicia jelas saja kesal,dia fikir laki-laki itu selalu saja begitu.
Dengan gerakan cepat, Alicia memukul dada Jerry Lincoln dengan perasaan kesal.
Seketika Jerry Lincoln melepaskan ciuman nya, dia terkekeh melihat ekspresi Alicia.
"Kauuuu"
Alicia tampak kelihatan begitu kesal.
"Kenapa suka sekali memaksa kemauan"
Rutuk Alicia sambil Mencoba mendorong Jerry Lincoln ke belakang agar menjauhi dirinya.
"Kamu mencoba mengusir suami mu sendiri? menzolimi suami mu sendiri?"
Tanya Jerry sambil menatap dalam bola mata Emilia, dia pura-pura menampilkan ekspresi menyedihkan karena seolah-olah merasa telah di zholimi sang istri.
"Bukan seperti itu"
Bisik Alicia dengan suara di tahan.
"Kenapa kamu sangat menyebalkan?"
__ADS_1
Ucap Alicia lagi.
Tiba-tiba saja Jerry Lincoln menampilkan ekspresi wajah serius nya, menatap wajah Alicia kemudian kedua telapak tangannya menyentuh lembut wajah Alicia.
"Maafkan aku"
ucap Jerry Lincoln tiba-tiba, bola mata Jerry mencoba menelisik seluruh bagian wajah Alicia.
"Maaf karena selalu berlaku semena-mena pada ku sejak awal menikah"
Jerry terus bicara sambil mengelus lembut wajah Alicia di bagian kirinya.
Seketika Alicia terdiam, mencoba menatap wajah Jerry Lincoln dengan seksama.
"Aku bukan tipe laki-laki yang pandai meng ekspresikan diri, sejak kecil sudah terbiasa hidup dalam ke kakuan, apapun keinginan ku biasanya harus terpenuhi sesuai kemauan ku"
Ucap Jerry lagi.
"Padahal tanpa sadar bisa jadi caraku mungkin menyakiti perasaan orang lain"
"Aku mungkin bukan orang yang baik dan pantas untuk mu, Alicia. Tapi ketahui lah bahwa aku benar-benar ingin membawa pernikahan kita hingga akhir, tidak ada akhir tidak bahagia, aku ingin kita melewati banyak hal bersama, saling menguatkan di kala di sulit, saling membahagiakan di kala sedih, saling berpegangan tangan di kala rumit dan tetap saling mencintai hingga kita menua bersama"
Ucap Jerry lagi masih sambil terus mengelus wajah Alicia, menatap bola mata itu tanpa niat untuk berpaling.
"Realita nya cinta yang hanya didasari gairah biasanya akan berakhir pada dendam dan kebencian. sebab cinta yang didasari oleh gairah semata tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang lama"
"Kamu tahu teori segitiga cinta?"
Jerry Lincoln bertanya pelan pada Alicia, sang istri menggeleng kan kepalanya
"Segitiga cinta bukan melibatkan tiga orang dalam satu hubungan percintaan, melainkan teori segitiga cinta yang menjelaskan mengenai tiga perasaan yang menghasilkan cinta, yang diantaranya yaitu keintiman, gairah, dan komitmen"
"Dari tiga kombinasi yaitu keintiman, gairah, dan komitmen tersebut kemudian menghasilkan sebuah cinta. Walaupun dalam prakteknya bisa saja hanya terdiri dari salah satu perasaan saja. tapi ketahuilah cinta yang dibangun dari dua perasaan atau lebih akan lebih lama daripada cinta yang hanya dibangun dengan salah satu perasaan saja"
Seketika di Alicia mengembangkan senyuman nya, dia fikir dia baru tahu laki-laki pemaksa ini bisa menjadi begitu bijak mendefinisikan perasaan cinta nya,bahkan bisa juga berlaku lembut pada dirinya.
Secara perlahan Alicia balik menyentuh wajah Jerry Lincoln.
"Aku lebih suka kamu yang seperti ini"
Ucapnya pelan.
"Jauh lebih dewasa dari pada kamu yang selalu bersikap memaksa Seperti kemarin"
Lanjut Alicia
__ADS_1
"Aku hanya tidak pandai mengekspresikan diri"
Jawab Jerry Lincoln cepat.
"Kita bisa sama-sama belajar untuk menjadi lebih bijak dan lembut, sebab cara itu juga bisa untuk mengajarkan ertan agar tumbuh dengan baik hingga dewasa, orang tua akan menjadi cerminan atas sikap anak-anak di masa depan hmm"
Alicia terus mengembangkan senyuman nya.
Jerry Lincoln tampak mengedipkan pelan bola matanya, ikut mengembangkan Senyuman nya dengan begitu indah.
Sepersekian detik kemudian Alicia langsung mencium lembut bibir Jerry Lincoln, laki-laki itu jelas cukup terkejut.
"Sayang?"
Jerry Lincoln jelas saja tercekat.
"Belajarlah juga lebih sabar dan lembut ketika meminta agar aku memenuhi kewajiban ku"
Ucap Alicia, lantas mencoba memejamkan bola matanya.
"Jika aku meminta nya sekarang boleh?"
Goda Jerry Lincoln, lantas dengan lembut menautkan bibir mereka dengan gerakan sempurna.
Alicia langsung melepaskan diri nya.
"Ada ertan disini"
Bisik nya pelan, mencoba menoleh ke arah ertan secara perlahan.
"Anak-anak acapkali terbangun tidak sengaja karena kebisingan, jangan mengajarkan mata anak-anak untuk melihat hal yang seharusnya belum boleh untuk mereka lihat hmm"
Ucap Alicia pelan.
Jerry mengembangkan senyumannya, lantas langsung berdiri dari tidurnya, dengan gerakan cepat menggendong Alicia, Seketika Alicia tampak memekik pelan karena kaget tubuh nya di angkat Secara tiba-tiba.
"Kita bisa melakukan di kamar sebelah"
Bisik Jerry Lincoln.
Alicia memunyungkan bibirnya.
"Ishh"
Ucapnya dengan wajah memerah
__ADS_1