Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Saling menguatkan


__ADS_3

Alicia menatap kepergian sang kakak dan kakak iparnya dengan perasaan kacau balau, dia mencoba menarik nafasnya berkali-kali karena cukup panik dengan keadaan tadi, mobil Gerry dan Emilia jelas semakin menjauh dari tempat kediaman mereka.


"Semua pasti baik-baik saja"


bisik Jerry pelan, mencoba memeluk erat tubuh Alicia dari arah belakang.


"Ini membuat ku khawatir"


Alicia bicara sambil menggigit bibir nya, mencoba menoleh ke arah samping nya.


"Kali ini cukup baik-baik saja, respon yang kita dapatkan cukup berbeda dari kali pertama saat Emilia terserah panik di apartemen Gerry pada pertemuan pertama kita setelah menikah, kali ini respon nya tidak terlalu menggebu-gebu, Emilia marah tapi tidak ada pemberontakan yang menandakan jika dia kembali mengalami tingkat kepanikan yang tinggi seperti sebelumnya nya*


mendengar penjelasan Jerry, Alicia merasa cukup tenang,dia melepaskan pelukannya jerry, lalu Dengan cepat dia berbalik, melangkah ke kamar lantas melihat sosok ertan yang telah terlelap dalam tidur nya.


"Aku mengkhawatirkan ertan"


Ucap Alicia pelan mendekati bocah laki-laki itu lantas mengelus lembut wajah ertan.


"Dia tumbuh kuat selama ini, aku yakin dia bisa melewati semua nya hingga kita membuka kejahatan orang-orang yang menjebak Emilia dan Gerry"


Ucap Gerry sambil menggenggam erat tangan Alicia.

__ADS_1


"Mari saling menguatkan, terus berada di sisi ertan apapun yang terjadi hingga Emilia mengetahui soal kenyataan"


Alicia menatap dalam wajah Jerry, dia mengangguk pelan.


"Tidurlah lebih dulu"


Gerry membiarkan Alicia membaringkan tubuhnya di samping ertan, secara perlahan Jerry mulai menyelimuti kedua sosok orang yang paling dia cintai itu.


******


Jerry mulai mencari nama-nama orang-orang yang ada di kampus Emilia,mengecek seluruh riwayat para mahasiswa dan mahasiswi yang mungkin terlibat, Maya dan Will mendapatkan data itu tepat siang tadi.


Neysa jelas berkata dia tidak menukar Emilia di kamar Gerry malam itu, tapi yang merencanakan untuk menjebak Emilia dengan laki-laki lain jelas adalah dia, tapi pagi-pagi sekali saat mereka berencana melakukan penggrebekan neysa mendapatkan kenyataan jika yang berada dikamar laki-laki itu adalah gadis lain.


Emilia menyakini malam kejadian waktu itu, seorang laki-laki terus mengajak nya bicara, kemudian datang 1 laki-laki lagi, lantas ada seorang gadis yang mengajak nya mengobrol cukup lama yang di sinyalir jika gadis yang mengobrol bersama Emilia malam itu adalah gadis yang menggantikan posisi Emilia tidur dengan laki-laki pilihan neysa.


Saat Jerry tengah sibuk dengan pemikiran nya, tiba-tiba dia dikejutkan dengan handphone miliknya yang terus berdering tiada henti.


Jerry secara perlahan meraih handphone nya, menggeser layar nya lantas menerima panggilan tersebut.


"Ya?"

__ADS_1


Jerry bicara sambil bola mata dan tangan nya terus bekerja.


Seketika Jerry mengerutkan dahinya saat sadar siapa yang bicara di balik handphone nya.


"Siapa?"


Tanya Jerry kemudian.


"Apa?"


Seketika laki-laki itu menghentikan kegiatan tangannya.


"Apa kamu yakin?"


Tanya Jerry mencoba untuk menyakinkan diri soal perkataan sang penelepon.


Seketika Gerry memejamkan bola matanya, sepersekian detik kemudian dia langsung mematikan handphone.


Oh shi.t.


Umpat Jerry cepat.

__ADS_1


__ADS_2