Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Traumatis di masa lalu


__ADS_3

Gerry tidak sengaja terbangun dari tidurnya Seketika mendengar suara-suara aneh dan gerakan cukup berisik di samping nya.


Gerry berusaha membiasakan bola matanya sejenak hingga dia benar-benar terjaga dari tidurnya,seketika dia sadar Emilia telah tertidur tepat disampingnya.


Seketika Gerry mengerutkan dahinya, Emilia terlihat seperti orang yang tengah dilanda ketakutan, keringat dingin membasahi tubuh nya, bahkan wajah cantik gadis itu ikut di banjiri keringat, Gerry fikir Emilia mungkin sedang bermimpi buruk, gerakan bibir gadis itu bicara dengan begitu gemetaran.


"Hey"


Gerry mencoba membangun kan perempuan itu.


"Tidak...aku mohon...tidak"


Bibir Emilia terus ber komat-kamit, tubuhnya bergetar hebat, tangannya berusaha untuk memegang apapun yang ada di sekitarnya.


"Tidak, lepaskan aku, ma.. pa.. tolong aku, tidak..tidak.."


Kepanikan jelas melanda diri emilia.


Saat Gerry terus berusaha membangun kan Emilia, denan gerakan spontan Emilia berusaha memukul Gerry dengan kedua tangannya secara tidak beraturan.


"Emilia?"


"Ha..ah"


Emilia langsung tersentak dari tidurnya, membukakan bola matanya secara spontan, seketika pandangan nya menerawang dan terlihat kosong kedepan.


Tiba-tiba dengan penuh kebingungan Emilia langsung turun dari kasur nya, mencoba meraba nakas, lemari dan apapun yang ada dihadapannya, dia seperti sedang berusaha mencari sesuatu.

__ADS_1


"Dimana.."


Emilia bertanya dengan ekspresi bingung, tubuh dan tangan nya gemetaran.


Gerry Lincoln jelas mengerutkan dahinya.


"Dimana?"


Seperti orang linglung terus berusaha mencari sesuatu.


"Obat ku dimana?"


Dia menyentuh keningnya, kembali terus mencari sesuatu.


Gerry berusaha menyentuh tubuh Emilia, dia jelas ikut panik dengan keadaan Emilia,dia fikir apa Emilia tengah mengigau.


"Emilia?"


Emilia mulai berteriak histeris, dia benar-benar seperti orang bingung, penuh ketakutan dan kecemasan.


"Tidak ada yang ingin membunuh mu"


Ucap gerry cepat, berusaha menyentuh wajah Emilia.


Gadis itu terus menangis panik, berusaha mencari sesuatu di sekitar nya.


"Ingatlah, Emilia...sadarkah"

__ADS_1


"Mereka akan membunuh ku, tidak... tidak.. "


Emilia secepat menundukkan kepalanya, mencoba memegangi kepalanya karena rasa bingung yang menyelimuti dirinya.


"Tidak akan ada yang berani menyentuh mu, aku disini, Emilia lihat mataku"


Gerry bicara sambil terus berusaha menyentuh wajah Emilia.


"Katakan pada ku, ada apa? tenanglah"


Seketika tangis Emilia pecah.


"Seseorang.... menjebak..ku, seseorang... meniduri...ku, mereka...ingin.. membunuh ku"


Kata-kata Emilia terdengar begitu kacau.


Gerry secepat kilat meraih tubuh Emilia, memeluk erat tubuh gadis itu dan memasukkannya kedalam dekapannya.


Kini laki-laki itu sadar, Emilia mungkin menyimpan trauma di masa lalunya, bisa jadi apa yang dia cari saat ini adalah obat penenang yang Biasa dia konsumsi dikala mimpi buruk atau bahkan trauma di masa lalu nya itu hadir.


Gerry sadar, dia termasuk salah satu didalam mimpi buruk perempuan itu, dia baru tahu betapa sulitnya kehidupan Emilia selama ini sejak kejadian 7 tahun yang lalu.


Dari ucapan Emilia, bisa jadi setelah dijebak, tidur bersama gerry kemudian seseorang memang berencana untuk membunuhnya. Yang jadi pertanyaan besar saat ini adalah, siap? siapa orang yang terlibat dimasa lalu, dan untuk apa mereka melakukan semua itu kemari.


Gerry Terus memeluk erat tubuh Emilia hingga tanpa sadar Emilia memejamkan bola matanya, secara perlahan Gerry membawa tubuh itu turun ke atas kasur, membaringkan nya secara lembut agar tidak mengganggu tidurnya,lantas gerry memeluk erat tubuh itu dan mencium lembut puncak kepalanya.


Gerry fikir dia benar-benar butuh seseorang untuk mengorek informasi ini hingga ke akar-akarnya di mulai hari esok, dia harus tahu siapa dalang di balik semua kekacauan besar 7 tahun dan 2 tahun yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2