Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Bertukar posisi


__ADS_3

Alicia tampak melangkah kan kaki nya secara perlahan memasuki sebuah mansion mewah yang ada dihadapan nya, Will membantu menyeret tas nya hingga menuju ke kamar utama miliknya.


Beberapa pelayan tampak menundukkan kepala mereka ke arah Alicia.


"Ini adalah nyonya utama Lincoln"


Will bicara ke arah beberapa pelayan yang ada di hadapan nya.


"Selamat datang nyonya"


Dan Alicia jelas saja mengerutkan keningnya.


Nyonya utama?


Otak Alicia langsung buntu seketika, dia fikir sejak di pesawat hingga di mansion baru MC Juan mereka berkata jika Alicia adalah nyonya Lincoln MC Jua, itu jelas membuat sakit kepalanya secara tiba-tiba.


"Kalian tahu tugas kalian besok pagi?"


Will bertanya cepat.


"Iya tuan"


"Sebelum pukul 9 semuanya harus sudah siap"


"Baik tuan"


Will pada akhirnya menundukkan kepalanya ke hadapan Alicia, langsung melesat pergi meninggalkan dirinya disana.

__ADS_1


Alicia mencoba menyentuh pelipisnya, memijat nya beberapa kali dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu, berusaha duduk di tepian kasur dan membiarkan para pelayan yang tampak sibuk menyiapkan makanan untuk dirinya.


Alicia fikir seperti nya dia butuh waktu istirahat panjang yang cukup, kepalanya jelas terasa mau pecah, ada banyak hal yang membuat diri nya bingung saat ini.


Pernikahan kakaknya, perlakuan Lincoln, ucapan orang-orang jika dia nyonya Lincoln, perkataan Lincoln jika dia sama Sekali tidak pernah menyentuh sang kakak.


Diusia nya yang belum genap 18 tahun, setelah lulus high school diploma dan baru masuk ke universitas tiba-tiba kehidupan nya mendadak berubah 180°.


Dia bahkan berfikir mungkin dia sedang bermimpi saat ini, siapa tahu saat dia tertidur kali ini, begitu bangun besok pagi semua hanya lah ilusi, yah dia berharap ini semua hanya lah ilusi atas mimpi kosong yang tidak perlu di ingat dalam seumur hidupnya.


"Apa ada lagi yang anda butuhkan nona?"


Salah satu pelayan bertanya, sedikit membuat terkejut Alicia dari lamunan panjang nya.


"Ah itu sudah cukup "


Hingga akhirnya para pelayan itu keluar meninggalkan diri nya.


Beberapa waktu setelah semua keadaan menjadi begitu hening, Alicia dengan cepat menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, dia berusaha untuk memejamkan bola matanya.


Mencoba melupakan semua hal.


Dan tidak tahu jam berapa tiba-tiba Alicia tersentak dari tidurnya, dia mencoba membiasakan matanya pada cahaya lampu yang berada di atas kepalanya.


Sebuah ketukan terdengar dari arah pintu depan.


"Ya?"

__ADS_1


Alicia menjawab cepat sambil mencoba bangun dari tidurnya, sepersekian detik kemudian tiba-tiba pintu terbuka, Alicia dapat melihat dengan jelas, seorang laki-laki berparas cantik mendekati dirinya.


"Oh my God"


Laki-laki cantik itu bicara sambil menatap tabjuk ke arah Alicia, dia berjalan mendekati Alicia lantas mulai mengitari tubuh Alicia.


"Tidak heran dia begitu menyukai mu sayang"


Ucap laki-laki cantik itu sambil menyentuh wajah Alicia.


"Kau bisa memanggil ku Annete sayang"


Alicia tampak mengangguk pelan, Mencoba memahami perkataan laki-laki cantik lemah gemulai itu.


"Kau tahu sayang? Dia laki-laki yang begitu pemilih dan Sulit sekali menyukai seseorang, tapi sang adik mencoba menyakini dia jika kau memang gadis yang tepat untuk dirinya"


"Ya?"


Alicia tidak paham kemana arah pembicaraan Annete.


"Mereka bertukar posisi untuk sementara waktu hingga adik ipar mu bangun dari tidur panjang nya, jadi bertahanlah hingga hari itu tiba sayang"


"Apa?"


Alicia berusaha mencerna ucapan Annete.


Bagaimana maksudnya?

__ADS_1


__ADS_2