
Emilia tersentak dari tidur lelap nya saat dia merasa Tubuhnya di peluk, tidak.... tepatnya di dekap oleh seseorang dari arah belakang dengan erat.
Bahkan sebuah tangan terasa menyentuh permukaan Perutnya.
Seketika Emilia membulatkan bola matanya, berusaha untuk melepaskan diri, rupanya Gerry masih terlelap dalam tidurnya sambil memeluk erat tubuh nya.
Suara nafas Gerry terdengar sangat beraturan yang menandakan laki-laki itu memang masih terlelap dalam tidur nya.
"Hah...?"
Emilia tercekat, membuka mulutnya dengan perasaan penuh ketidak percayaan, dia fikir kenapa pakaian nya bisa jadi berantakan.
Oh no..!!
Emilia dengan terburu-buru menurunkan baju nya yang tahu-tahu Sudah naik ke atas.
Wajah Emilia jelas langsung memerah, dia Fikir bagaimana bisa dia berada di pelukan laki-laki itu, terlelap dengan tenang sejak semalam hingga pagi ini.
Oh ya Tuhan!
Seru nya dalam hati, seketika Emilia menggigit bibir bawahnya memejamkan bola matanya karena malu.
Secara perlahan Emilia mencoba untuk melepaskan tubuhnya dari pelukan laki-laki itu, tapi bukan nya lepas, Gerry malah semakin erat memeluk nya, laki-laki itu hanya bergerak sebentar kemudian kembali terlelap dengan deru nafas terus terdengar begitu lembut dan teratur di balik tengkuk Emilia.
Seketika gadis merinding, saat nafas gerry menyapu belakang lehernya.
Oh God, apa yang harus aku lakukan?
__ADS_1
Pekik Emilia didalam hati.
Dia menghembuskan pelan nafasnya, mencoba mengatur detak jantung nya yang terus memompa tidak beraturan sejak tadi.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Gerry mengendurkan pelukan nya, laki-laki itu seolah tersadar dengan posisi tubuh mereka.
"Kau sudah bangun?"
Tanya laki-laki itu lembut, melepaskan pelukan nya secara perlahan.
Emilia jelas tidak punya nyali untuk menjawab.
"Aku rasa Kamu mimpi buruk semalam, Seperti nya kamu pun tidak menyadari keadaan mu sendiri ketika mimpi buruk itu menghampiri kamu"
Gerry bangun secara perlahan dari tidurnya, Emilia mencoba membalikkan tubuhnya, memperhatikan gerakan laki-laki itu.
Emilia mengangguk pelan"
"Aku sering mendapatkan mimpi seperti itu, biasa nya pemicu mimpi buruk itu terjadi ketika aku merasa lelah, Hujan dengan petir yang hebat, terlalu banyak kegiatan atau bahkan didalam kondisi gelap gulita"
Emilia berusaha mengingat-ingat kapan terakhir kali dia bermimpi atau berhalusinasi buruk seperti itu.
Bulan yang lalu.
batin Emilia
Mungkin jika terjadi lagi semalam bisa jadi
karena kondisi tertekan karena keadaan.
__ADS_1
"Sejak kapan?"
Gerry bertanya sambil mencoba menelisik wajah Emilia.
"Sejak baru pertama kali Lulus SMA, 7 tahun yang lalu saat aku mendapatkan liburan sebelum masuk kuliah"
"Karena?"
Saat Gerry menanyakan alasannya, Seketika ekspresi Emilia berubah.
"Aku tidak suka mengingat nya"
Ucap Emilia lantas turun dari atas kasur.
"Maafkan aku karena merepotkan tuan"
Emilia menundukkan pelan kepalanya karena merasa tidak enak atas kejadian yang menimpa dirinya hingga harus melibatkan laki-laki asing itu, Emillia Fikir disebabkan oleh dirinya laki-laki itu bisa jadi kesulitan dengan banyak hal sejak kemarin.
"Aku sama sekali tidak merasa di repot kan hingga sejauh ini, anggaplah ini sebagai permintaan maaf dan tebusan karena terlambat Mengetahui soal kondisi mu selama ini"
Saat gerry berkata seperti itu, seketika Emilia mengerutkan keningnya.
"Maaf?"
Dia fikir apa maksud gerry berkata seperti itu barusan.
"Apa kita saling mengenal sebelumnya?"
Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari Balik bibir Emilia..
__ADS_1