Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Terima kasih sayang


__ADS_3

Ketika Emre baru menyelesaikan sesi mandi nya dia tampak mencari sosok sang istri, rupanya gadis itu telah meringkuk ke atas kasur mereka. Laki-laki itu perlahan naik ke atas kasur, hanya berniat melihat dan membenahi posisi tidur Elma, tapi kadang apa yang direncanakan memang acapkali tidak sesuai harapan.


Saat dia mencoba menggeser tubuh Elma dan membenahi tubuh gadis itu, lalu mencium lembut bibir sang istri, tidak tahu kenapa dia merasa begitu menyukai nya, dan tahu-tahu ciuman itu malah berubah menjadi instens serta menuntun.


Tidak tahu kenapa dia Menjadi begitu geram dan gemas melihat wajah cantik itu yang tampak begitu pulas dalam tidurnya. Hingga pada akhirnya Emre terus bergerak manis menyesap bibir indah milik sang istri, bergerak lembut mulai menjelajahi tiap inci tubuh Elma dengan gerakan nakal dan mendominasi.


"Ngggg"


Elma jelas menggeliat pelan saat merasa ada yang bergerak dibibir nya, bahkan beberapa sentuhan kecil cukup membuat geli dirinya saat terasa sesuatu terus bergerak di beberapa bagian tubuh nya.


Secara perlahan gadis itu membuka bola matanya, seketika dia membeku saat tahu Emre sudah berada di atas tubuhnya, kedua telapak tangannya menyentuh lembut kedua pipi Elma, tatapan mata Emre terlihat begitu dalam, laki-laki itu tersenyum sambil berkata.


"Sudah sangat mengantuk kah?"


Suara Emre terdengar begitu seksi di telinga Elma.


"Hmmm"


Elma masih berusaha mengumpulkan kesadaran nya, mengedip-ngedipkan beberapa kali bola matanya.


"Emre aku..."


Belum juga Gadis itu selesai dengan ucapan nya laki-laki itu tiba-tiba kembali menautkan bibir mereka dengan gerakan yang begitu lembut.


Dan seperti kata orang-orang, hal yang seperti ini akan bergerak sesuai hati nurani, mengikuti insting begitu saja dan akan mengalir sesuai alurnya. Dari awal nya takut dan terkejut menjadi sesuatu yang aneh hingga menaikkan tingkat Adrenalin secara tiba-tiba.


Saat ciuman yang diberikan Emre semakin intens dan panas, Elma yang awalnya cukup terkejut langsung memejamkan bola matanya, dibalik jantung nya yang berdetak begitu kencang, dia mulai menikmati ciuman hangat tersebut diiringi dengan gerakan refleks tangan nya yang masuk ke leher Emre.


Laki-laki itu jelas semakin gampang bergerak, karena Emre hanya menggunakan handuk mandi nya maka semakin mempermudah gerakan nya.


Dikala Tangan kanan Emre menyentuh lembut leher dan tengkuk Elma,bibir itu mulai menjelajah indah di tiap lapisan kulit Elma, dari bibir turun ke dagu, menyusuri leher nya hingga berakhir disana sementara, menyesapnya lembut dan membuat tanpa merah disana.


Elma jelas kehilangan akal waras nya, keinginan untuk menolak atau kabur tadi tiba-tiba mengalahkan segala kelembutan yang diciptakan Emre.


"Ahhhhh.."


1 kalimat de..Sahan lolos begitu saja dari bibir indah itu, Elma secara perlahan menggenggam erat lengan Emre.


Oh berdosa kah dirinya? yang menikmati sentuhan demi sentuhan bibir serta Jemari indah dari sang suami, sosok itu bagaikan laki-laki berpengalaman dengan jutaan cara nya membuat Elma Mampu kehilangan kendali atas dirinya.


Bahkan jemari Emre telah bergerak lincah menyapu secara perlahan seluruh kulit tubuh sang istri, menikmati keindahan bak lukisan alam paling sempurna di muka bumi ini, terpahat sempurna tanpa sedikit pun celah.


Bibir nya menyentuh tiap inci tubuh itu dengan jutaan cinta, kulit halus bak sutera itu mampu membuat Emre seketika menggila.


"Oh sayang"


Lagi-lagi rasa gemas menerjang dirinya, Emre benar-benar dibuat jatuh cinta oleh makhluk indah dihadapan nya itu.


Bibirnya kali ini menyambar rakus bibir Elma, sedang kan tangan nya dengan cepat mulai melepaskan pakaian tidur milik Elma, membuangnya satu persatu ke lantai, hingga menyisakan penutup atas dan bawah nya saja.


Sembari bibir itu mulai menjelajah keindahan dari leher hingga ke dada nya, seketika tangan itu dengan nakal membuka pengait belakang pelindung terakhir 2 benda indah dihadapan nya itu.


Hingga 1 suara.


Tess.


Terdengar merdu dibalik telinga mereka.


lagi-lagi tangan Emre membuang sembarangan penutup yang mendominasi berwarna hitam itu, sedangkan kaki Emre secara perlahan bergerak melepaskan penutup bawah itu dengan jari-jari kaki nya sembari bibir laki-laki itu mulai bergerak menyapu ariola dan niple milik Elma.


Seketika sebuah aliran listrik menghantam Elma dari bawah sana hingga mengalir drastis menuju ke dalam otak nya.


Dia meremang, menggila, sesuatu yang luar biasa terasa menjalarn di sekujur tubuh nya, dengan gerakan spontan Elma meremas kepala Emre dan membenamkan wajah itu agar tenggelam kedalam dada nya.


"Akhhhh"


Elma benar-benar menggila, dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri saat ini.


Bagi Elma Laki-laki itu terlalu pandai membuat dirinya kehilangan kendali atas seluruh tubuhnya, dan laki-laki itu kini yang seolah-olah menguasai seluruh tubuh serta mengendalikan dirinya dengan sesuka hatinya.


"Emre..."

__ADS_1


Gadis itu men..desah pelan.


Sungguh bukan itu yang dia ingin katakan, tapi tidak tahu kenapa suara itu keluar terdengar begitu memalukan.


"Call my name, sayang"


Emre terus bergerak menyesap 2 benda berharga itu secara bergantian sambil tangan kirinya terus bergerak lincah kebawah sana, menyapu perlahan perut, pusat hingga akhirnya menyapu lembut kedua belah paha itu.


Lantas tiba-tiba Jemari itu bergesek lembut di luar nya hingga membuat Elma seketika merasa ada gelanyar aneh menghantamnya.


Bisa Emre rasakan dibawah sana mulai membasah, kemudian secara perlahan 1 Jemari itu menerobos dengan sempurna.


"Akhhh"


Seketika 1 ******* kembali lolos dari bibir Elma, kali ini seolah-olah ada sesuatu yang menghantam dirinya, satu rasa aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, begitu aneh dan bisa mengaduk-aduk seluruh isi perutnya.


Apalagi saat jemari itu dengan nakal bergerak keluar masuk dengan sendirinya, seketika ada jutaan rasa bercampur aduk menjadi satu disana.


Perih, geli, Nikmat, aneh dan entahlah Elma benar-benar tidak mengerti.


"Emre...no"


Elma berusaha menurunkan tangan kirinya, menggenggam erat tangan Emre agar berhenti bergerak, dia benar-benar menggila saat ini, rasanya ada jutaan kupu-kupu yang menghantam diri nya.


Alih-alih berhenti Emre semakin mempercepat gerakan nya, menatap dalam wajah Elma dimana tampak bola matanya memejam dengan Sempurna, sambil bibirnya terus berkata tidak tapi terlihat jelas gadis itu menikmati Tiap gerakan yang dia ciptakan.


Semakin erat tangan Elma mencoba menahan tangan Emre, semakin Emre mempercepat gerakan nya.


Membuat gadis itu terus mengeluarkan suara-suara indah serta rengekan manja nya yang memenuhi seisi ruangan kamar mereka, hingga akhirnya Elma merasa sesuatu dibawah sana akan tumbah tanpa bisa dia kendalikan lagi.


"Emre.. Emre.."


Elma langsung berusaha mencari pegangan, dia menggenggam erat sprai disisi kiri kanan nya, Emre sengaja semakin mempercepat gerakan tangannya saat tahu Elma akan sampai pada puncaknya.


Hingga akhirnya satu semburan hangat meleleh sempurna di jari nya itu.


Elma mengendurkan pegangannya, dia fikir ini sudah usia tapi siapa tahu Emre kembali menautkan bibir mereka, lalu tiba-tiba sesuatu bergerak secara perlahan dibawah sana.


"Sudah siapa sayang?"


Tanya laki-laki itu pelan.


Elma hanya bisa menatap wajah tampan itu dengan pandangan sayu, disatu sisi jelas dia masih takut, disisi lain hasrat nya masih ikut menggebu diiringi detak jantung nya yang tidak ingin berhenti, berdebar-debar dengan perlakuan Emre sejak awal tadi.


Dia mengangguk pelan masih dengan tatapan sayu sa memasrahkan diri.


"Ini mungkin tidak seindah di novel-novel awalnya, tapi aku akan bergerak selembut mungkin, jika terasa menyiksa bicarakan pada ku hmm"


Lagi-lagi Elma mengangguk.


Hingga akhirnya terasa dibawah sana mulai bergesek dengan begitu lembut, sedang bibir Emre kembali bertaut dengan bibir nya, kali ini ciuman itu semakin memanas bahkan lidah Emre mulai menyeruak masuk mengabsen ke dalam rongga mulutnya dan mulai mengajarkan nya terus untuk membelit lidah.


Dia terbuai dengan ciuman panas itu untuk waktu yang lama hingga akhirnya saat sesuatu dibawah sana ikut menyeruak masuk.


"Akhhhh"


Elma melepas kan pangutan mereka, seketika dia merasa sesuatu yang sangat sakit dan pedih bercampur aduk menjadi satu.


Emre terus berusaha menyeruak masuk lebih dalam lagi.


"Emre...."


Elma menggenggam erat lengan laki-laki itu, sumpah dia fikir ini sangat sakit sekali.


Seketika tiba-tiba dalam sekali hentakan Emre benar-benar menerobos masuk kedalam pertahanan nya.


"Aaihhhhhhh akhhhhh"


Elma seketika menjerit, dia menggigit cepat bahu depan kiri Emre, air mata Elma tumpah seketika.


"Sakit..."

__ADS_1


Rengek nya sambil mengeluarkan air mata nya.


Emre tampak diam, bisa dia rasakan sesuatu yang hangat mengalir lembut dibawah sana.


"Maafkan aku"


Bisik Emre pelan sambil menatap dalam bola mata Elma yang telah dipenuhi air mata.


Laki-laki itu mencium lembut kening Elma.


"Mau berhenti?"


Elma tampak tidak bergeming, dia ingin berhenti karena ini benar-benar terasa sakit, tapi dia tidak mungkin mundur lagi sebab bisa jadi Emre juga membutuhkan nya.


Secara perlahan Elma menggelengkan kepalanya.


"Aku akan bergerak perlahan"


Bisiknya lagi.


Emre mencoba membuat Elma nyaman dulu dengan keadaan, meskipun tidak mungkin nyaman untuk orang yang pertama kali melakukan hal ini, tapi dia fikir minimal rasa sakit Elma berkurang sedikit baru dia mulai menggerakkan dirinya.


Hingga akhirnya saat dia mulai bergerak naik turun dan menyakinkan diri jika Elma mulai baik-baik saja, Emre baru benar-benar bergerak sempurna membawa Elma melintasi waktu bersama nya.


Awalnya begitu perlahan hingga akhirnya gerakan itu semakin cepat dan menuntun, dia membawa sang istri menuju ke dunia baru yang belum pernah dirasakan gadis itu sebelum nya, menenggelamkan nya kedalam lautan cinta dan membawa serta menggayuh nya dengan sempurna.


Malam dingin dengan sapuan AC benar-benar berubah memanas, suara sesapan, pompahan demi pompahan terus terdengar disepanjang ruangan tersebut, diiringi suara deru nafas dan rengekan demi rengekan juga le..guhan serta de..Sahan manja sang istri yang terus menambah tingkat Adrenalin Emre semakin memuncak.


Mereka benar-benar menikmati arus kehangatan yang semakin membara, saking melepas hasrat cinta yang tersimpan dengan sempurna, semakin cepat Emre memompa semakin terdengar liar suara indah dari bibir sang istri nya.


Hingga akhirnya puncak sang istri Benar-benar akan tumpah dan pecah lebih dulu, Elma mencoba mencari pegangan saat dia merasa akan mendapatkan pelepasan nya.


"Akhhhh Emre..."


Sang istri merengek seolah-olah waktu nya benar-benar semakin menyempit.


Hingga dengan cepat kedua tangan laki-laki itu menggenggam erat tangan sang istri.



Benar saja pelepasan itu datang tanpa bisa dikendalikan.


"Aku sampai sedikit lagi"


Bisik Emre masih terus memompa diri, hingga akhirnya laki-laki itu ikut tiba ke atas puncak pelepasan nya.


"Ooohhh"


Suara lega keluar dari bibir laki-laki itu, sejenak mereka masih saling menggenggam erat telapak tangan mereka hingga akhirnya secara perlahan laki-laki itu mencium lembut kedua belah mata Elma lantas Turun menuju ke bibirnya.


"Terima kasih, sayang"


Bisik nya lembut kemudian secara perlahan laki-laki itu berbaring disamping sang istri, memeluk lembut tubuh Elma dengan jutaan perasaan cinta.


*******


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu


Lubuklinggau 2 November 2021


08.00 am


Maafkan lah Outhor pagi-pagi kasih bonus panjang lebar


🀭🀭😘😘


yang sendirian maafkan kahπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ€­πŸ€­πŸ€­


yang berpasangan selamat ber hareudang ria


😁😁😁😁😁😁πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³

__ADS_1


__ADS_2