Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Tragedi manis tak terduga


__ADS_3

Elma berusaha untuk mengintip ke arah bawah, setelah memastikan semua orang terlelap dan laki-laki bernama Emre itu pergi entah kemana,gadis itu secara perlahan mulai mencari ide untuk kabur di dalam pelarian.


Dia mulai mengikat selimut dan beberapa pakaian hingga menyatu menjadi satu, mengikat nya pada tiang teras kamar lantas secara perlahan mulai bersiap-siap untuk turun.


Oh Elma...ini benar-benar pelarian paling gila yang harus kamu lakukan sepanjang perjalanan hidup mu.


Pekik Elma dalam hati.


Tanpa dia sadari ternyata tali sambungan selimut dan pakaian nya terus bergoyang-goyang di bawah mulai mengganggu Emre yang tengah bekerja.


Awalnya Emre tidak begitu peduli, tapi saat bayangan tali menembus ruangannya, Emre jelas langsung menoleh sambil mengerutkan dahinya.


Mencoba mendongak dan melihat apa yang terjadi.


Secara perlahan elma mulai merancang aba-aba untuk turun, memanjat teras lantas mencoba turun secara perlahan sambil berpegangan pada tali.


Dia fikir ini memang gila, tapi dia mungkin bakal lebih gila lagi jika terus-menerus berada di tempat ini.


Elma fikir berani sekali laki-laki itu mengurung nya di tempat seperti ini, entah dimana yang jelas cukup jauh dari keramaian kota.


Bisa jadi laki-laki itu membawanya ke sebuah mansion di tengah kaki bukit atau bahkan Di tengah hutan Pinus yang dia tidak tahu dimana.


Tega sekali hanya karena mobil dia mengurung ku disini, dasar laki-laki tidak berperasaan.


Rutuk Elma dalam hati.


Gadis itu masih terus berusaha untuk turun secara perlahan, berpegangan pada sambungan tali kain dengan kaki terus berusaha bergerak turun.


Aku benar-benar menuju kemerdekaan.

__ADS_1


Elma terkekeh didalam hati.


Dengan perasaan senang dia nyaris sampai ke bawah, hingga pada akhirnya kakinya benar-benar menginjak lantai bawah.


Akhhh berhasil.


Pekik Elma kegirangan.


"Ishhh makan ini kain, makannnn"


Oceh Elma tiba-tiba.


"Dasar manusia pelit, manusia kejam tidak berperasaan, kau fikir aku ini begitu bodoh sekali? tidak punya akal fikiran yang cukup panjang untuk menyelamatkan diri sendiri? tentu saja aku punya, memang nya aku harus berteriak pada dunia sambil berkata...'


"AKU INI BEGITU PANDAI MELARIKAN DIRI SIALAN...."


Elma mengumpat kesal, melepaskan kain itu dari tangannya lantas bersiap-siap untuk kabur.


"Yakin ingin melarikan diri?"


Hah??????


Saat terdengar suara yang mendominasi dibalik telinga nya, Elma secepat kilat menoleh.


Rupanya wajah Emre sudah berada tepat disamping pipi kanannya, laki-laki itu Bicara sambil sedikit menjongkok kan tubuhnya, berbisik tepat di balik telinga Elma.


Saat Elma menoleh ke kanan nya, tiba-tiba sepersekian detik kemudian bibir Elma mencium lembut pipi kiri Emre.


"Hahhhh?"

__ADS_1


Elma jelas tercekat, begitu juga Emre.


Tapi Elma dengan cepat menetralisir perasaan nya, mencoba mundur beberapa langkah tapi dia malah nyaris terjatuh hingga akhirnya tanpa sengaja kakinya tersandung sesuatu dan Elma benar-benar akan jatuh, secepat kilat gadis itu meraih kerah baju Emre dan


Brukkkkk


"Akhhhh"


Elma meringis sambil terkejut, dia terjatuh dengan posisi tubuh Emre menimpa tubuhnya dan mereka dalam posisi saling bertaut bibir.


Oh my God.


Elma jelas membelalakkan bola matanya begitu juga dengan Emre.


Belum sempat Elma atau Emre protes, marah atau bahkan membentak, tiba-tiba terdengar suara dari arah samping mereka.


"Emre?"


"Elma?"


Secepat kilat mereka saling melepaskan tautan bibir mereka, masih dalam posisi berguling Emre menimpa tubuh Elma, mereka menoleh ke asal suara.


Seketika bola mata Elma dan Emre membulat, sama-sama tidak percaya dengan siapa yang mereka lihat.


Oh shii..t


umpat Emre didalam hati.


Oh tidakkkk kenapa dia bisa ada disini?

__ADS_1


Pekik Elma didalam hati.


__ADS_2