
Elma menghela nafasnya kesal, mencoba mengintip dari arah kaca jendela, Seketika bola matanya membulat saat dia sadar dimana posisinya sekarang.
Gila si wajah datar membuat ku persis seperti Rapunzel, my God tinggi sekaleeeee.
pekik Elma dalam hati saat menyadari jika laki-laki itu membawa nya ke sebuah mansion dan meletakkan dirinya ke kamar paling atas.
Niat sekali mengurung ku disini.
Pekik Elma lagi.
Ckckck laki-laki itu seperti ayah tiri yang mengurung anak nya di menara yang tinggi.
Seketika Elma terkekeh didalam hati.
Baiklah, mari menjadi Rapunzel di abad modern.
Sejenak Elma membaringkan tubuhnya di atas kasur, dia fikir bukankah lebih baik dia beristirahat saat ini? dia memikirkan hal selanjutnya di keesokan hari.
Tapi.....
kruuukkkkk.
Oh my God.
Elma memegangi perutnya, Seketika kelaparan melanda dirinya.
Elma langsung beranjak dari posisinya, berjalan cepat kearah pintu, mencoba memainkan handle pintu nya.
Ckckckckck
lagi-lagi Elma berdecak.
Bagi Elma laki-laki itu benar-benar manusia paling mengerikan dimuka bumi ini, menculiknya, menawan nya sekarang tidak memberikan dirinya makan.
Elma dengan cepat menarik jepit rambut nya, mencoba mengintip ke arah lubang kunci, memasukkan jepit rambut nya lantas menekannya secara perlahan kemudian mencoba memutar nya.
__ADS_1
Klekkk
hahahaha
Elma terkekeh dalam hati saat pintu kamar itu dengan mudah terbuka.
"Kau sangat pintar sayang"
Elma bicara ke arah daun pintu,. mengelusnya penuh kesenangan lantas sepersekian detik kemudian Elma langsung melesat turun ke bawah dengan cara mengendap-endap mencari yang nama nya dapur.
Dimana dapur nya?
Elma mengerutkan keningnya, berjalan perlahan menyusuri tiap ruangan didalam kegelapan.
Apa semakin kaya seseorang semakin pelit kehidupan mereka? gila, mereka tidak menyalakan lampunya dengan benar, hanya menyisakan lampu remang-remang bak lampu buat mantap-mantap di belakang terminal stasiun kereta api.
Elma mulai mengoceh dan bergumam pelan, dia fikir laki-laki itu benar-benar manusia paling pelit yang dia kenal, bahkan di rumah mereka ada banyak lampu yang menyala di malam hari.
Masih mencoba mengendap-endap Elma terus berjalan kebelakang, hingga senyuman indah tampak menghiasi wajahnya.
Secepat kilat Elma menuju ke arah lemari itu, mendapatkan apapun yang bisa dia makan.
Haissss
Elma memunyungkan bibirnya.
kenapa laki-laki itu pelit sekali?
umpat Elma, dia hanya mendapati sisa cake dan beberapa potongan sosis dan NuGet.
"Apa dia tidak punya kekasih atau bahkan istri? kehidupan nya menyedihkan sekali"
Umpat Elma sambil tangan kanan nya meraih sosis dan NuGet, lantas berjalan kesal menuju ke dapur.
Dia dengan perasaan kesal mencoba mencari teflon kesana-kemari, menyusuri semua lemari kitchen set yang ada di hadapannya, disisi kiri dan kanannya.
__ADS_1
Apa orang kaya ini begitu miskin? tidak ada lampu, tidak ada makanan bahkan tidak punya teflon, oh ya Tuhan.
Elma benar-benar mencoba menahan perasaan dengan keadaan, perut nya terus bersuara sejak tadi, rasa lapar jelas mendominasi, dia fikir jika dia hidup dengan tipe laki-laki macam ini, dia jamin dia bisa mati berdiri hanya dalam hitungan menit.
Dia berkali-kali mengumpat kesal, sambil bola mata dan tangan nya terus mencari teflon di sekitar sana, hingga akhirnya senyuman manis terbit di wajah nya.
Aku menemukan mu.
Elma secepat kilat meraih teflon itu dengan tangannya, tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba suara seseorang terdengar tepat dibalik telinga nya.
"Apa yang sedang kami lakukan disini, bocah?"
Elma jelas melonjak kaget, dengan ekspresi terkejut dan spontan dia memukul orang itu dengan teflon di tangan nya.
Plaaakkkkk
"Akhhh"
Terdengar teriakan kecil dari balik bibir orang tersebut.
"Hahhh?"
Seketika Elma membuka mulutnya dengan ekspresi terkejut, kedua tangan nya masih memegangi teflon tersebut, dan bayangkan lah jika dia baru saja memukul wajah laki-laki itu dengan teflon di tangan nya.
"Tuan?"
Elma jelas langsung tercekat, seketika dia menggigit bibirnya.
Emre menegang keningnya dengan perasaan dongkol, menatap Elma dengan sejuta pandangan yang tidak dapat Elma artikan.
"Kauuuuuu"
Emre bicara sambil menggeram dengan tangan kanannya masih menahan sakit di keningnya.
"Aku dalam keadaan terdesak"
__ADS_1
Ucap Elma nyaris tidak bersuara