
Persiapan acara ulangtahun perusahaan terus berjalan sejak pagi, acara puncaknya adalah malam ini, tim Anwar dan Suli terus bergerak menemui para pemegang saham satu persatu sejak kemarin malam, mereka jelas takut jika para sekutu berbelok dan kembali memilih Manaf disaat rapat para pemegang saham.
Semua orang-orang suruhan Suli dan Anwar mulai mendatangi satu persatu para pemegang saham sambil menawarkan kesepakatan dalam keuntungan dan tanpa engga juga mengancam dalam keadaan terdesak.
Beberapa pemegang saham tampak diam mendengarkan dan menatap orang yang diperintahkan Suli dan Anwar untuk menemui mereka di tempat khusus yang telah dijanjikan.
"Anda bisa memilih nya sendiri sesuai keinginan Anda, tuan"
Laki-laki dengan wajah yang begitu dingin berkaca mata dengan aksen wajah begitu kaku itu tampak bicara sambil menyerahkan sebuah map kepada laki-laki berusia sekitar 50 tahunan itu.
"Anda tahu, nyonya paling tidak suka ada yang berani bermain di belakang nya"
"Karena itu Ber Hati-hatilah dengan pilihan anda di rapat pemilihan pemegang saham nanti"
Setelah berkata begitu laki-laki itu berdiri dengan cepat lantas membungkuk kan perlahan kepalanya dihadapan laki-laki tua itu tanpa sedikitpun mengeluarkan senyuman nya.
kemudian secara perlahan laki-laki itu meninggal kan laki-laki tua itu didalam keheningan.
********
"Mungkin anda ingin putri Anda mendapatkan hal yang layak seperti anak-anak pada umumnya"
Laki-laki itu bicara pada seorang wanita berusia sekitar 45 tahunan.
"Anda paling tahu bagaimana cara kerja nyonya Suli, karena itu berhati-hatilah dengan pilihan anda nanti, nyonya"
Laki-laki itu menyerahkan sebuah map coklat ke arah wanita itu, meletakkan nya di atas meja dan menggeser nya secara perlahan.
__ADS_1
Lalu Laki-laki itu berdiri lantas menundukkan kepalanya secara perlahan lantas mulai beranjak meninggalkan wanita itu dalam keheningan.
********
"Anda bisa memutuskan sendiri jalan pilihan nya"
Laki-laki itu menemui seorang laki-laki berusia sekitar 55 tahunan berkepala plontos.
Dengan tangan gemetaran sang laki-laki kepala plontos meraih sebuah map yang di berikan oleh laki-laki berkaca mata itu.
"Nyonya suli akan menghubungi Anda setelah ini"
Ucap laki-laki itu lantas menundukkan perlahan kepalanya kemudian segera pergi beranjak dari sana.
*********
Mansion utama manaf
"Mereka mulai bergerak sejak pagi"
Ucak Jerry sambil menampilkan beberapa gambar di layar proyektor dihadapan semua orang.
"Beberapa pemegang saham sudah mereka datangi dengan berbagai macam kesepakatan dan intrik didalam nya"
Lanjut laki-laki itu lagi.
"Kamu tahu apa yang harus dilakukan?"
__ADS_1
Tiba-tiba laki-laki itu menoleh ke arah sehan
"Aku akan menyelesaikan semua nya"
Sehan menjawab sambil menaikkan ujung bibirnya.
"Sisanya untie Jihan akan masuk ke gedung peresmian ulang tahun perusahaan dan membuat rencana awal tetap berjalan, pĂ stikan berita nya terangkat saat Suli dan Anwar berada di atas panggung sebelum pemotongan pita đ nya"
Gerry bicara sambil menyesap minuman nya.
"Kalian bisa menyerahkan semuanya pada ku"
Jawab Jihan cepat sambil mengulas senyuman liciknya.
Dari pintu depan tiba-tiba Manaf datang sambil membawa langkah dingin nya, laki-laki itu berjalan mendekati semua orang lantas duduk tepat disamping Gerry.
"Sudah bisa mengatasi semua nya?"
Gerry bertanya sambil menyambar rokok miliknya, mulai menyalakan pamatik dan menyulut apinya, kemudian laki-laki itu secara perlahan menyesap rokok miliknya.
"Mereka sudah mengatasi semua nya"
Setelah berkata begitu Manaf meraih gelas wine nya lantas menuangkan nya secara perlahan.
"Mari bersulang untuk awal kemenangan"
Laki-laki itu menaikkan gelas wine nya diikuti yang lain nya.
__ADS_1
Lantas secara perlahan mereka menyesap wine Mereka masing-masing.