
"Kakek?"
Elma jelas membelalakkan bola matanya
"Dad?"
Emre secepat kilat mencoba berdiri, lantas mencoba membantu Elma agar ikut berdiri.
"Ini tidak seperti yang Daddy bayangkan"
Emre berusaha menetralisir perasaan nya, mencoba memberikan penjelasan Paling logis. Dia fikir Daddy nya datang benar-benar dalam keadaan yang tidak baik, laki-laki paruh baya itu pasti berfikir macam-macam soal mereka.
"Itu bagus, rupanya mereka sudah punya hubungan sedekat ini"
Kakek MC Juan tampak tertawa senang, menepuk-nepuk punggung daddy Emre dengan perasaan bahagia.
Tapi tunggu dulu, Emre seperti menyadari soal sesuatu.
"Kakek? apa kalian saling mengenal?"
Emre bertanya bingung ke arah Elma dan kakek MC Juan.
Alih-alih menjawab Daddy Emre langsung mengubah pembicaraan.
"Mari membicarakan soal anak-anak di dalam"
Daddy Emre bicara sambil membantu kakek tua MC Juan berjalan Menuju ke ruang tamu.
"Ini gara-gara kamu, siapa mengizinkan kamu mencium ku? kakek bisa-bisa membunuh ku"
Elma mulai mengoceh dengan cara berbisik, berjalan disamping Emre dengan perasaan kesal sambil mengikuti langkah sang kakek.
Emre jelas menaikkan ujung alisnya.
"Kamu fikir aku mau mencium mu? sangat tidak menguntungkan sekali, bukankah kamu yang menarik kerah baju ku lebih dulu?"
Mendengar jawaban Emre jelas membuat Elma kesal.
"Jadi kamu fikir aku perempuan murahan yang mau main sosor begitu?"
"Aku tidak bilang begitu"
"Tapi kata-kata mu tadi seolah-olah berkata begitu"
Emre menggeram.
"Karena yang memulai semuanya memang kamu"
Elma memunyungkan bibirnya.
__ADS_1
"Itu karena kamu mengurung ku dan menjadikan aku putri Rapunzel di menara mu"
Protes Elma kesal.
"Jika kamu tidak mencuri mobil ku,apa mungkin aku mau mengurung kamu di sini?"
"Aku kan sudah bilang, aku tidak mencuri nya, aku akan cari cara untuk mengembalikan nya"
Protes Elma kesal.
"Jadi kalian sudah saling kenal?"
Tiba-tiba daddy Emre bertanya kearah mereka setelah mere berada di ruangan tamu, daddy Emre langsung duduk di atas kursi sofa diikuti oleh sang kakek tua MC Juan.
"iya, dan dia menyebalkan"
ucap Elma kesal, melirik ke arah Emre beberapa waktu.
"Tidak dengan baik"
Jawab Emre cepat.
"Mengenal nya karena sebuah kejadian"
Lanjutnya lagi.
Emre bertanya sambil menatap dalam wajah daddy.
Secepat kilat Elma menutup mulut Emre dengan kedua telapak tangan nya.
"Hehehe, jangan terlalu di dengar kan paman"
Elma menoleh cepat, membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Emre, bola matanya melotot ke arah Emre.
"Apa kau akan membicarakan soal mobil nya?"
Geram Elma sambil berbisik ke arah Emre
"Lebih kurang, lepaskan tangan mu dari mulut ku"
"Aku kan bilang tidak mencuri nya"
Emre pura-pura tidak mendengar ocehan Elma.
"Kakek fikir hubungan kalian memang cukup baik"
Kakek tua MC Juan bicara cepat sambil tersenyum senang, kemarahan nya yang kemarin-kemarin terhadap Elma seketika menyusut.
"Kita bisa membicarakan soal mereka Sekarang juga"
__ADS_1
Lanjut sang kakek begitu bersemangat.
"Mari langsung bicara pada pokok pembahasan ya,kita bisa langsung menentukan tanggal pernikahan nya"
Emre dan Elma tampak saling menatap kesal, tidak terlalu mendengar kan ucapan sang Kakek tua MC Juan. Beberapa kali Emre menarik nafas nya kasar saat melihat wajah Elma.
"Seperti nya mereka setuju, jadi perjodohan yang di buat ternyata malah jauh lebih mudah dari apa yang kita harapkan, mereka saling mengenal, bahkan jauh lebih in..tim dari yang kita harapkan"
Daddy Emre bicara cepat.
"Jadi kalian setuju bukan?"
Daddy Emre bertanya cepat ke arah mereka berdua.
"Bagaimana dad?"
Emre mencoba mendengarkan kata-kata daddy nya.
"Kita akan segera menentukan tanggal pernikahan nya"
kakek tua MC Juan bicara cepat, mengulang kata-kata nya yang tadi.
"Maaf, siapa yang akan menikah?"
Emre jelas menaikkan alisnya.
Elma merasakan bau-bau tidak sedap melewati mereka.
"Tentu saja pernikahan kalian, memangnya kita membicarakan pernikahan siapa lagi"
Daddy Emre menjawab cepat.
"What?
"Apa?"
Seketika Elma dan Emre melonjak kaget, bola mata mereka jelas nyaris keluar saat ini.
"Me..menikah?"
Seketika nada suara Elma tercekat.
"Iya"
Jawab sang kakek sambil mengembangkan senyuman nya.
Aku mau pingsan atau mati sekarang juga ya Tuhan....!!!!
Pekik Elma dalam hati
__ADS_1