Belenggu Hasrat Kakak Ipar

Belenggu Hasrat Kakak Ipar
Mempersiapkan semua nya


__ADS_3

Alicia boleh marah kah? atau kecewa? atau harus menangis?Dia langsung membuang pandangannya dari hadapan Lincoln, dia benci dengan keadaan ini, dia benci dengan semuanya.


Laki-laki itu memperlakukan dirinya dan kakak nya dengan cara yang sangat tidak adil baginya. Bahkan Lincoln jelas memperlakukan dirinya bagaikan seorang pemu.as ***** nya semata.


"Kenapa?"


Alicia mulai tenggelam di dalam bantal nya, menangis terisak didalam sana sambil menggigit kesal bibir bawahnya.


Kenapa setiap kali laki-laki itu menjamah nya, dia tidak bisa menolak nya, laki-laki itu selalu bisa membuat dia terbuai, terlalu lihai membuat dia seolah-olah terbang melayang ke nirwana.


"Bukankah sudah aku katakan, karena aku mencintaimu"


"Tapi ini bukan cinta, ini hanya sekedar kepuasan untuk mu kak, kau menjadikan aku sebagai alat pemu..as mu di kala hasrat mu meningkat"


Dia tampak begitu marah, berbalik sambil meneriaki Lincoln.


"ini jelas berdosa, kau meniduri 2 perempuan bersaudara"


tangis Alicia pecah seketika.


"Aku tidak pernah meniduri Emilia, ingat itu baik-baik"


Bentak Lincoln kesal


"Ya?"


Jelas saja Alicia Sontak terkejut dengan ucapan Lincoln.


"Aku sedikit pun tidak pernah menyentuh nya"


Dia kembali membentak Alicia, rahang nya jelas mengerat, dia tampak begitu marah.


"Tapi kenapa kau menikahi nya?"

__ADS_1


Pekik Alicia kemudian, menatap tajam bola mata Lincoln.


"Apa aku harus mengatakan alasan nya? aku rasa kau tidak perlu tahu kenapa"


Lincoln bicara sambil meraih wajah Alicia.


"Aku benci tiap kali kau menyebut nama kakak mu disaat kita bersama"


Alicia meringis.


"Jika kau membenci kakak ku, kenapa kau menikahi nya?"


Alicia jelas menangis, selain karena bentakan Lincoln, tangan Lincoln cukup menyakiti wajahnya.


Laki-laki itu diam, ada jawaban yang sebenarnya bisa dia lontarkan tapi dia berusaha untuk menahannya.


"Lupakan saja"


Alicia ikut membuang pandangannya, menghempaskan tubuh nya ke kasur, memasuk kan wajah nya ke balik bantal, dia benci harus melihat wajah laki-laki itu, selain membenci nya karena sifat menjijikkan laki-laki itu, Alicia merasa malu karena dia dengan bodoh nya menikmati semua alur yang di bawa laki-laki itu.


Lincoln menarik nafasnya berat, menatap punggung Alicia beberapa waktu, kemudian dengan cepat mencium kepala Alicia.


"Maafkan aku"


Bisik nya pelan.


"Satu hari kau akan mengerti baby"


Dia mengelus lembut Kepala Alicia beberapa waktu.


Lincoln langsung bangun menggunakan semua pakaian nya kemudian dia Langsung melesat keluar dari sana meninggalkan Alicia seorang diri.


 

__ADS_1


**********


 


"Bagaimana?"


Lincoln bertanya cepat ke arah Will.


"Sudah keluar semua surat-surat nya"


Lincoln mengangguk cepat.


"Saat mendarat pastikan Maya mengantar nya ke mansion ke dua, dan pastikan persiapan pernikahan nya tidak melenceng dari jadwal"


Will tampak diam.


"Tuan tidak ingin menjelaskan keadaan pada nona Alicia?"


Lincoln tidak menjawab sama sekali.


"Dia akan berfikir yang tidak-tidak nanti nya"


"Bukankah sejak awal kau sudah tahu konsekuensi yang harus aku terima?"


"Hanya saja dia masih terlalu muda untuk mencerna semuanya, kau membuat dia bingung pada akhirnya"


Protes Will cepat.


Lincoln menarik kasar nafasnya.


"Biarkan dia beradaptasi lebih dulu dengan keadaan, Kau tahu sejak dulu mommy begitu menyukai nya, tapi kakek mungkin tidak begitu menyukai nya saat tahu dia putri Lucio jadi pastikan kakek hanya tahu soal Emilia, Pastikan upacara pernikahan nya terlaksana sebelum dia kembali masuk kuliah"


Will pada akhirnya hanya bisa mengangguk pelan.

__ADS_1


__ADS_2