
Semua orang tampak berkumpul di satu tempat khusus yang telah di siapkan oleh Gerry dan Manaf, kali ini mereka membuat rencana untuk menjebak Suli dan Anwar serta gerombolan nya.
"Aku ingin dengan cara sehalus mungkin"
Ucap Manaf cepat sambil menarik satu rokok dari bungkus nya, laki-laki itu langsung menyalakan pamatik nya lantas meletakkan kembali pamatik itu ke atas meja.
Secara perlahan Manaf mulai menghisap rokoknya.
"Tidak menggunakan kekuatan, tidak dengan cara berperang tapi benar-benar menjebak mereka hingga runtuh se akar-akar nya"
Lanjut Manaf lagi.
Sejenak semua orang tampak diam.
"Itu cukup masuk akal, sebab saat kita menggunakan kekerasan pasti akan ada banyak sekali korban jiwa yang akan tumpah'
Gerry bicara lantas menyesap perlahan minumannya.
"Lalu apa yang harus dilakukan?"
__ADS_1
Dokter Dekan bertanya pelan.
Laki-laki itu masih cukup bingung dengan keadaan soal Alina sejak tadi,.dia cukup tidak percaya Jihan adalah Alina nya di masa lalu.
Bahkan rasanya cukup canggung bicara dengan perempuan itu sebab tiap kali dekan melihat wajah Jihan, dia merasa perempuan itu jelas orang asing dengan wajah yang tidak dia kenal.
Bahkan wajah Jihan jelas terlihat sangat muda sekali.
Yah semua salah dekan dimasa lalu, dia lah yang tidak tegas, saat Aljna berkata semua akan baik-baik saja, seharusnya dia tidak mendengar kan kata-kata Alina kala itu.
Seharusnya mereka pergi melarikan diri sejauh-jauhnya dari keluarga Sahid, hingga Suli tidak mencelakai istri nya putrinya dikala itu.
Suli, perempuan ular berkepala dua itu begitu pandai memanipulasi sesuatu, bahkan Suli sangat pandai merayu saudara nya hingga bisa sampai ke titik puncak seperti sekarang ini.
"Kamu yakin ingin menghancurkan Daddy ku sendiri, Sehan"
Tiba-tiba suara Jerry mengejutkan pemikiran dokter Dekan, dia melirik ke arah Jerry yang bertanya ke arah sehan sambil menatap wajah Sehan untuk waktu yang cukup lama.
"Aku harus melakukan nya"
__ADS_1
Jawab Sehan Cepat.
"Sejatinya aku sudah pernah mengingat kan Daddy ku soal kemungkinan buruk yang akan terjadi, ketika kita menyakiti banyak orang dan orang merasa terluka dan mendendam"
"Bahkan aku sudah pernah memperingatkan dirinya jangan sampai menyakiti perasaan Mommy, tapi dia mengabaikan nya"
Ucap Sehan sambil menghisap pelan rokoknya.
"Aku melakukan ini karena aku begitu mencintai Mommy ku, aku bahkan tidak pernah melihat bola mata bahagia Mommy ku selama tinggal bersama Daddy ku"
"Mari akhiri semua ini secepat nya"
Yah Sehan jelas harus mengakhiri semua ini, jika tidak maka akan ada semakin banyak korban lain yang akan ikut suli libatkan dalam semua perihal.
Jika saja Suli tidak menggoda Daddy nya bahkan tidak melibatkan flow didalam rencana busuk nya mungkin Sehan tidak akan berada disini saat ini.
Sehan jelas tidak bisa menerima ketika orang-orang yang dia sayangi dan sama sekali tidak bersalah harus dibuat Suli begitu menderita.
Bahkan Sehan tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Mommy nya saat tahu jika istri adik iparnya jelas-jelas menggoda suami nya bahkan berselingkuh diam-diam dibelakang dirinya.
__ADS_1
"Kalau begitu kita akan mulai menyusun strategi nya"
Suara Gerry seketika memecah keheningan semua orang.