
Kan benar aku dalam keadaan terdesak.
Batin Elma dalam hati.
Elma berusaha mengembangkan Senyuman nya, menatap Emre Sambil menampilkan susunan gigi putih nya.
Oh shi..t
umpat Emre.
Elma mondar-mandir mencari saklar lampu.
"Aku panik tuan, benar-benar panik, oh ya Tuhan"
Elma bicara sambil terus mencoba mencari saklar lampu agar dia bisa melihat kondisi kening laki-laki itu dengan pandangan yang lebih baik.
"Ini rumah tunggu atau rumah tinggal yang ber hantu tuan? dimana saklar nya?'
Bola mata Elma berusaha menelisik tiap sudut ruangan.
"Kenapa kau ini pelit sekali? kemana saklar lampu nya?"
Emre menggelengkan kepalanya.
Sejak tadi gadis itu terus mengoceh tidak jelas, Emre terus berusaha menekan keningnya, mendekati Sisi Lemari pendingin lantas menyalakan lampu dapur dengan gerakan cepat.
"Hahhh?"
Seketika Elma membulatkan bola matanya.
"Ini benar-benar memerah dan bengkak"
Elma kembali bicara, mencoba menekan-nekan kening Emre dengan tangannya.
"Oh ya Tuhan, singkirkan tangan mu dari mu"
Elma berusaha memegang kening Emre dengan sedikit panik.
"Tuan ini hampir menjadi telur puyuh"
ucap Elma cepat sambil terus mencoba menekan kening Emre, melatakkan teflon ditangan nya ke atas meja.
hahahaha telur puyuh.
__ADS_1
Elma benar-benar masih punya nyali untuk tertawa didalam hati.
Oh ya Allah ampunilah hamba mu, tapi benjolan nya seketika membuat urat malu ku ingin menghilang tiba-tiba.
Ucap Elma sambil menahan tawanya.
"Singkirkan tangan mu dari mu"
Emre jelas kelihatan begitu kesal.
"Apa perlu aku gunakan air ludah?"
Elma berusaha menjilati 2 jari kanan nya seperti tanpa dosa, lantas mencoba ingin menyentuh kening Emre.
"Yakkkk kau.."
Emre jelas langsung menjauh kan wajahnya.
"Apa kau gila?"
Umpat Emre dengan pandangan tidak percaya pada kelakuan gadis itu.
"cuci tangan mu, itu menjijikkan sekali"
Apa-apaan ini.
Batin Emre.
"Aku merasa panik"
Ucap elma cepat lantas segera mencuci tangannya.
Panik? sebenarnya aku cukup takut di tuntut karena menganiaya sang tuan rumah.
Ucap Elma dalam hati, membayangkan jika dirinya dilaporkan ke polisi, di boyong dan di borgol.
Mencuri mobil dan memukuli jidat sang pemilik mobil hingga bertelur puyuh.
Judul berita nya cukup keren, viral di media sosial, koran, majalah dan televisi.
Oh Tidak.
seketika Elma menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Aku pasti sudah gila.
batin Elma.
"Tuan apa tidak sebaiknya kita ke dokter? aku fikir kita harus ke dokter sekarang juga"
Elma berusaha ikut duduk dihadapan Emre saat laki-laki itu duduk di kursi makan.
"Tapi tuan harus menggunakan dana pribadi dulu, aku akan memikirkan biaya untuk membayar nya nanti"
memangnya dimana aku harus mencari uang saat ini? aku jatuh miskin seketika saat ini ketika dompet, tas dan lain sebagainya entah ada dimana.
Batin Elma.
"Apa aku harus menuntut mu karena penganiayaan?"
Tiba-tiba kata-kata Emre membuat Elma terbelalak kaget, secepat kilat Elma menggenggam telapak tangan Emre.
"Tuan....Anda tahu kejadian tadi refleks terjadi, seperti sebuah pembelaan diri disaat waktu terjepit"
Elma bicara sambil berusaha menampilkan ekspresi wajah se imut mungkin.
"Coba tuan perhatikan wajah cantik ku ini"
Yah ada kah yang lebih PEDE dari dirinya yang dengan gamblang berkata dia cantik?
"Aku ini gadis lemah gemulai yang tidak pernah melakukan kejahatan"
Elma mempererat pegangan pada tangan Emre.
"Hanya sifat alamiah yang muncul ketika didalam keadaan terdesak"
Ucap Elma sambil mengedip-ngedipkan bola matanya.
Seketika Emre menaikkan ujung alisnya.
Oh shi..t ada type gadis seperti ini didunia ini? Aku benar-benar merasakan ketidak beruntungan didalam hidup ini.
Emre baru akan menjawab ocehan Elma, namun tiba-tiba seseorang muncul dari arah depan.
"Emre?"
Suara mendominasi itu jelas mengejutkan mereka, Emre secepat kilat menoleh, bola matanya membulat seketika.
__ADS_1